Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret menyelenggarakan Orasi Ilmiah Puncak Dies Natalis ke-30 pada Rabu (7/10/2026) di Aula Gedung C FMIPA UNS. Acara ini menghadirkan Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan Kemendiktisaintek, Prof. Dr. rer. pol. Heri Kuswanto, M.Si., sebagai orator utama dengan mengangkat tema “Tiga Dasawarsa Berkarya dan Berinovasi, Berdampak bagi Negeri.”
UNS — Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-30, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan Orasi Ilmiah pada Rabu (7/10/2026) bertempat di Ruang Aula Gedung C FMIPA UNS. Kegiatan ini menghadirkan Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Prof. Dr. rer. pol. Heri Kuswanto, M.Si., sebagai orator.
Orasi ilmiah tersebut dihadiri oleh pimpinan Fakultas MIPA UNS, dosen, serta tenaga kependidikan. Kegiatan menjadi salah satu rangkaian Dies Natalis ke-30 FMIPA UNS yang mengangkat tema “Tiga Dasawarsa Berkarya dan Berinovasi, Berdampak bagi Negeri.”
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian UNS, Prof. Dr. Fitria Rahmawati, S.Si., M.Si., yang hadir mewakili Rektor UNS, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Orasi Puncak Dies Natalis ke-30 FMIPA UNS. Prof. Fitria menyampaikan bahwa berbagai kemajuan yang dirasakan UNS saat ini tidak terlepas dari kontribusi dan kerja keras para pimpinan terdahulu, baik di tingkat fakultas maupun universitas. Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang yang perlu terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya.



“Atas nama Rektor, kami mengucapkan selamat Dies Natalis ke-30 kepada FMIPA UNS. Kami juga mengapresiasi kontribusi keilmuan yang telah diberikan FMIPA bagi Universitas Sebelas Maret,” ungkap Prof. Fitria.
Lebih lanjut, Prof. Fitria menyampaikan bahwa kontribusi FMIPA UNS dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah menunjukkan capaian yang membanggakan. Berdasarkan capaian dana hibah internal untuk penelitian, FMIPA UNS berada pada urutan ketiga di lingkungan UNS.
Sementara itu, dalam bidang publikasi ilmiah, hingga Oktober 2026 FMIPA UNS juga berhasil menempati posisi tiga besar di lingkungan universitas. Capaian tersebut menunjukkan konsistensi FMIPA dalam mengembangkan budaya penelitian dan menghasilkan karya ilmiah yang berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
Menurut Prof. Fitria, capaian tersebut perlu terus ditingkatkan melalui penguatan kolaborasi, inovasi, dan kontribusi keilmuan. Dengan demikian, FMIPA tidak hanya mampu mempertahankan reputasi yang telah dibangun selama tiga dasawarsa, tetapi juga memperluas dampak nyata bagi universitas dan masyarakat.
Usai sambutan Wakil Rektor, kegiatan dilanjutkan dengan orasi ilmiah oleh Prof. Dr. rer. pol. Heri Kuswanto, M.Si. Dalam orasinya yang berjudul “Riset yang Berdampak, Arah Kebijakan Inovasi Penelitian dan Pengembangan”, Prof. Heri Kuswanto menekankan bahwa riset perlu diarahkan tidak sekadar untuk meningkatkan jumlah penelitian, tetapi juga menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan riset harus diukur dari kontribusi nyata ilmu pengetahuan dalam menjawab berbagai tantangan serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.
Menurut Prof. Heri Kuswanto, tiga dasawarsa perjalanan FMIPA UNS merupakan fondasi penting untuk melakukan lompatan pada tahap berikutnya. “Tiga dasawarsa FMIPA UNS adalah fondasi untuk lompatan berikutnya. Tantangan kita bukan menghasilkan lebih banyak aktivitas, tetapi memastikan ilmu bergerak lebih jauh,” ungkap Prof. Heri.
Lebih lanjut, Prof. Heri Kuswanto menyampaikan terdapat tiga pertanyaan penting yang dapat menentukan arah riset agar mampu memberikan dampak yang lebih luas.
Pertama, riset kita menjawab masalah siapa? Pertanyaan ini mendorong perguruan tinggi untuk memastikan bahwa penelitian yang dilakukan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, industri, dan bangsa.
Kedua, inovasi berhenti di mana? Menurutnya, hasil riset tidak seharusnya berhenti pada publikasi atau penemuan semata, tetapi perlu didorong menjadi solusi nyata sekaligus menghasilkan nilai tambah ekonomi.
Ketiga, apa yang berubah ketika kampus hadir? Pertanyaan tersebut berkaitan dengan seberapa besar dampak dan kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap manusia, lingkungan, serta peningkatan daya saing Indonesia.
Prof. Heri juga menilai FMIPA memiliki posisi yang sangat strategis karena keilmuan MIPA hadir dan berkontribusi dalam berbagai agenda prioritas pembangunan. Kekuatan FMIPA, menurutnya, terletak pada kemampuannya menjadi “bahasa bersama” yang dapat mempertemukan dan menghubungkan berbagai bidang keilmuan.
Kemampuan tersebut menjadi modal penting bagi FMIPA untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin, menghasilkan riset yang relevan, serta mendorong inovasi yang mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat.
Menutup orasinya, Prof. Heri Kuswanto berpesan kepada seluruh sivitas akademika FMIPA UNS agar menjadikan tiga dasawarsa perjalanan fakultas sebagai pijakan untuk memperluas kontribusi pada masa mendatang.
“Setelah 30 tahun pertama membangun reputasi, dan 30 tahun berikutnya memperbesar dampak,” pesan Prof. Heri Kuswanto.
Orasi ilmiah ini diharapkan semakin memperkuat semangat sivitas akademika FMIPA UNS untuk menghasilkan penelitian dan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan, bermanfaat, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, lingkungan, serta kemajuan Indonesia.
Sementara itu Dekan FMIPA, Prof. Dr. Desi Suci Handayani, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa perjalanan 30 tahun Fakultas MIPA bukanlah waktu yang singkat. Dalam 3 dekade, FMIPA telah tumbuh dan berkembang menjadi bagian penting dari UNS. Dalam 3 dekade, FMIPA telah memberikan kontribusi nyata dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian yang memberikan dampak kepada masyarakat.
“Kita patut berbangga, sebab dari Fakultas ini dapat melahirkan berbagai karya ilmiah, inovasi, dan lulusan yang berkiprah di berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik. Semua ini tidak terlepas dari kerja keras para pendiri, pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta dukungan para alumni,” ungkap Prof. Desi dalam sambutannya.
Pada kesempatan tersebut juga diserahkan penghargaan Insan Berprestasi FMIPA AWARD Tahun 2026. Penghargaan Mahasiswa Berprestasi diraih oleh Aqila Khansa Hartanto, dari Program Studi Statistika. Penghargaan Tenaga Kependidikan Berprestasi diraih oleh Zulfa Nurul Hakim, A.Md. Penghargaan Dosen Berprestasi Berdasarkan Capaian Prestasi Sebagai Top 100 The Asian Scientist Tahun 2026 Versi Asian Scientist Magazine, diraih oleh Prof. Dr.rer.nat. Witri Wahyu Lestari, S.Si., M.Sc. dari Program Studi Kimia. Dan Penghargaan Dosen Berprestasi Berdasarkan Capaian Prestasi Sebagai Top 5% Scientist Index Tahun 2025 Versi SciRank Global, diraih oleh Prof. Dr.Eng. Hendri Widiyandari, S.Si., M.Si. dari Program Studi Fisika.
Rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-30 Fakultas MIPA diisi dengan berbagai kegiatan baik akademik maupun nonakademik diantaranya adalah International Short Course SDG‘s 2026; International Conference on Smart Data, Intelligence, and Analytics (ICoSDIA) 2026; The 13th International Conference on Physics and Its Applications (ICOPIA) 2026; Perlombaan Akademik dan Nonakademik; FMIPA Mengabdi; FMIPA Medical Check-Up; Orasi Profesor dan Doktor Baru; Agenda Jumat Ceria; Jalan Sehat dan Family Gathering.
HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Kapan puncak acara Dies Natalis ke-30 FMIPA UNS diselenggarakan?
Puncak Dies Natalis ke-30 FMIPA UNS diselenggarakan pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Siapa yang menjadi orator utama dalam Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-30 FMIPA UNS?
Orator utama dalam kegiatan tersebut adalah Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan Kemendiktisaintek, Prof. Dr. rer. pol. Heri Kuswanto, M.Si. Lihat di artikel
Apa tema yang diangkat dalam Dies Natalis ke-30 FMIPA UNS?
Tema yang diangkat adalah “Tiga Dasawarsa Berkarya dan Berinovasi, Berdampak bagi Negeri.” Lihat di artikel



















