Adity Indarani, seorang alumnus Universitas Sebelas Maret, memberikan motivasi kepada 1.399 wisudawan dengan menekankan bahwa gelar bukanlah segalanya dalam menghadapi tantangan masa depan.
UNS – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menghadirkan lulusan berprestasi, Adity Indarani, S.E., M.B.A., sebagai narasumber sesi Alumni Sharing dalam rangkaian upacara Wisuda Periode IX Tahun 2026 di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, Sabtu (31/10/2026). Di hadapan 1.399 wisudawan, praktisi perbankan nasional ini membagikan rekam jejak kariernya sekaligus pesan reflektif tentang hakikat kesuksesan, daya adaptasi, dan integritas nilai kemanusiaan.
Adity merupakan alumna Program Studi S-1 Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS angkatan 2004 yang lulus pada 2008. Saat ini, ia mengemban amanah sebagai Vice President di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Komitmennya pada pengembangan kompetensi mengantarkan Adity meraih beasiswa korporasi untuk menempuh studi Master of Business Administration (MBA) di Warwick Business School, University of Warwick, Inggris. Wawasan globalnya turut diperluas melalui program executive education di SDA Bocconi (Italia) dan University of British Columbia (Kanada), serta pengalaman internship exposure di institusi keuangan global HSBC dan J.P. Morgan di Eropa.
Di tengah kesibukan karier profesionalnya, Adity tetap mengutamakan perannya sebagai seorang istri dan ibu dari dua anak. Baginya, kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari tangga karier, melainkan dari kemampuan menjaga keharmonisan keluarga serta memberi kontribusi sosial. Ia aktif mengedukasi literasi keuangan publik serta terlibat dalam gerakan Srikandi BUMN yang berfokus pada pemberdayaan perempuan, kelompok disabilitas, dan pendidikan.

Mengawali sesi pembekalan, Adity menegaskan pesan kunci: “Your degree is not your identity.” Menurutnya, predikat dan gelar akademik adalah capaian yang patut disyukuri, tetapi bukan satu-satunya tolok ukur penentu kapasitas diri.
“Semasa kuliah, IPK kerap dipandang sebagai tolok ukur segalanya. Namun di dunia profesional, penilaian kehidupan jauh lebih kompleks. Tidak ada satu angka pun yang mampu menggambarkan kemampuan seseorang dalam memimpin, bangkit dari kegagalan, mengambil keputusan sulit, maupun membangun kepercayaan,” tutur Adity.
Ia mengingatkan wisudawan agar tidak terperangkap pada rasa rendah diri maupun berpuas diri berlebihan. Dunia kerja, lanjutnya, tidak hanya menguji kepiawaian menjawab soal perkuliahan, melainkan kemampuan menuntaskan persoalan nyata di lapangan yang tidak memiliki kunci jawaban pasti.
Adity turut menyoroti pentingnya sikap pembelajar sepanjang hayat (continuous learning). Ia berpesan agar para lulusan baru tidak terbebani kecemasan sosial saat membandingkan pencapaian diri dengan garis waktu (timeline) rekan-rekannya.
“Jangan biarkan ketakutan membatasi langkah Saudara ketika kenyataan berjalan di luar rencana. Jangan merasa tertinggal hanya karena rekan lain lebih dahulu memperoleh pekerjaan atau promosi jabatan. Jangan pula menjadikan penolakan sebagai nilai akhir dari potensi diri Saudara,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong para lulusan UNS untuk berani unjuk kemampuan dan percaya diri dalam menembus panggung kompetisi global.
“Jangan hanya menjadi orang yang bekerja keras di belakang layar. Beranilah mengartikulasikan gagasan, ambil tanggung jawab baru, dan jangan menunggu orang lain menilai Saudara telah cukup baik. Terkadang, hambatan terbesar bukanlah kurangnya kompetensi, melainkan keraguan kita untuk menunjukkan kemampuan tersebut,” ungkapnya.
Menutup sesinya, Adity menitipkan pesan pamungkas: “Dream big, but stay human”—bermimpilah setinggi mungkin, namun tetaplah membumi dan merawat rasa empati.
“Hari ini Saudara meninggalkan UNS dengan membawa gelar baru. Namun, kisah terbaik dalam hidup Saudara baru saja dimulai; akan ada lembar keberhasilan, kegagalan, keberanian, hingga kehilangan. Semoga kelak Saudara tidak hanya bangga atas pencapaian karier yang diraih, tetapi juga merasa damai dan bangga terhadap diri sendiri sebagai manusia yang utuh,” pungkasnya.
HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa yang memberikan motivasi kepada 1.399 wisudawan UNS?
Motivasi tersebut diberikan oleh Adity Indarani yang merupakan alumnus Universitas Sebelas Maret.
Berapa jumlah wisudawan yang dimotivasi oleh alumnus UNS?
Terdapat 1.399 wisudawan yang mengikuti acara tersebut.
Apa pesan utama yang disampaikan oleh alumnus UNS kepada para wisudawan?
Ia menyampaikan pesan bahwa gelar bukanlah segalanya.


















