UNS – Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Jamal Wiwoho, menyampaikan sejumlah langkah penanganan ‘Green Campus’ UNS selama pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Hal tersebut disampaikan Prof. Jamal saat menjadi pembicara dalam webinar bertajuk ‘Kampus Berkelanjutan di Masa Pandemi Covid-19’ yang digelar oleh UI Green Metric, Jumat (24/4/2020) pagi.
Di hadapan sejumlah rektor perguruan tinggi negeri, seperti Prof. Panut Mulyono dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof. Arif Satria dari Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Prof. Fathur Rokhman dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof. Jamal menyampaikan bila UNS terus memperbarui parameter dari UI Green Metric.
“Secara umum kami sampaikan perkembangan UNS dalam Green Campus itu dari tahun ke tahun selalu mengupdate parameter-parameter dari UI Green Metric. UNS menempati peringkat ketujuh nasional pada tahun 2018-2019. Khusus pada bidang energi dan climate change, water, transportation, dan education mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dan dari bidang setting dan infrastruktur UNS mempunyai 92 persen open space,” ujar Prof. Jamal membuka materinya.
Lebih lanjut, Prof. Jamal mengatakan bila selama pandemi Covid-19 kegiatan rutin pemeliharaan gedung, sarana, dan pra sarana kampus tetap dilakukan dengan kegiatan penyemprotan disinfektan di seluruh gedung kampus UNS yang ada 8 area dan penyediaan hand sanitizer di setiap gedung untuk mencegah penyebaran infeksi Covid-19 di dalam area kampus.
Selain langkah pemeliharaan sarana dan pra sarana tersebut, UNS juga melakukan langkah penanganan ‘Green Campus’ UNS selama pandemi Covid-19 dengan kegiatan pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Dalam hal ini, UNS melakukan pengelolaan, pemeliharaan, dan pemanfaatan IPAL dari limbah domestik masyarakat di sekitar kampus.
“Pemanfaatan IPAL untuk pengelolaan limbah internal dan limbah domestik masyarakat sekitar kegiatannya adalah melakukan pemeliharaan dan pemanfaatan IPAL dalam pengelolaan limbah domestik masyarakat sekitar kampus, pengurangan limbah B3, dan limbah anorganik maupun organik di lingkungan kampus,” lanjutnya.
Selama pandemi Covid-19 masih berlangsung, aktivitas kemahasiswaan, perkuliahan secara tatap muka, dan agenda kampus lainnya dialihkan sementara dengan aktivitas/ pertemuan secara daring. Dengan demikian tingkat emisi karbon di lingkungan kampus UNS selama pandemi Covid-19 berkurang sangat signifikan.
Sejak diterbitkannya Surat Edaran (SE) Nomor: 13/UN27/SE/2020 tentang Pemberlakuan Pembatasan Aktivitas di Kampus UNS, jumlah kendaraan bermotor yang biasa lalu-lalang di dalam kampus menjadi berkurang. Pembatasan aktivitas di dalam kampus tersebut juga ditujukan untuk mendukung upaya Pemerintah Kota Surakarta yang telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19 pada Jumat (13/3/2020) lalu.
Di hadapan 100 peserta webinar, Prof. Jamal juga mengatakan bahwa UNS akan segera menggunakan sumber energi ramah lingkungan untuk pemenuhan kebutuhan listrik dengan memanfaatkan panel surya dan kincir angin. Nantinya, pengadaan panel surya tersebut akan digunakan untuk menunjang kebutuhan listrik di Rumah Sakit (RS) UNS.
“Kegiatan lain yang bisa disandingkan dengan kondisi Covid-19 yang punya parameter UI Green Metric adalah penggunaan solar sel RS UNS. Bantuan yang akan diberikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) adalah Rp 19 miliar dan kami secara khusus menganggarkan Rp 8,3 miliar kepada RS UNS untuk pandemi Covid-19. Penggunaan solar sel kami harapkan dapat menekan dan menuju pada efisinsi pengunaan listrik, air, sarana dan prasarana di kampus. Pengadaan solar sel dan barang terbarukan dalam hal ini kincir angin untuk efisiensi listrik kebetulan kami ada danau, nantinya akan dibangun untuk konservasi air,” terang Prof. Jamal. Humas UNS/Yefta


















