SV UNS Miliki Strategi Menjaga Kualitas SDM Selama dan Pasca Pandemi Covid-19

UNS – Sekolah Vokasi (SV) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Vocational Coaching Corner dengan mengangkat tajuk ‘Eksis Saat Krisis Akibat Pandemi Covid-19’, Senin (11/5/2020). Dengan diikuti oleh sejumlah peserta dari berbagai perguruan tinggi, seperti dari Universitas Telkom, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan Universitas Halu Oleo, SV UNS menghadirkan dua pembicara sekaligus. Mereka adalah Santoso Tri Hananto, M. Acc., yang merupakan Direktur SV UNS dan Abdul Azis, M. Cs yang merupakan Wakil Direktur SV UNS Bidang Umum dan Keuangan.

Sebagai pembicara pertama, Santoso menyampaikan materinya yang berjudul ‘Menjaga Kualitas SDM Selama dan Pasca Pandemi Covid-19.’ Saat membuka materinya, Santoso mengungkapkan adanya sejumlah tantangan dan kendala yang dihadapi oleh program pendidikan vokasional di perguruan tinggi, khususnya di SV UNS, selama situasi pandemi Covid-19 masih berlangsung.

“Selama masa pandemi tahun 2020 ini kuliah online kurang efektif untuk mata kuliah teori. Mata kuliah praktek di kampus juga mengalami kendala. Dan, magang industri tidak berlangsung sesuai rencana,” ujar Santoso.

Dengan melihat akibat yang ditimbulkan pandemi Covid-19 tersebut, Santoso mengatakan bila SV UNS sudah menyiapkan serangkaian upaya bila pandemi Covid-19 masih akan berlangsung hingga jangka waktu yang lama.

“Alternatif solusi bagi perguruan tinggi vokasi selama masa pandemi pada semester kedua tahun 2020 ini adalah menyiapkan policy, regulation, guideline, dan SOP (PRGS) pelaksanaan kurikulum masa krisis, khususnya penyesuaian target capaian pembelajaran/ learning outcome,” lanjutnya.

SV UNS juga telah mempersiapkan opsi lain berupa metode perkuliahan dengan mewujudkan laboratorium kompetensi setara industri berbasis Augmented Reality dan Virtual Reality (AR/ VR) dan perancangan aplikasi mata kuliah pratikum berbasis AR/ VR.

Selain program pendidikan vokasional yang ikut terdampak pandemi Covid-19, Santoso juga menyebut bila mitra SV UNS, baik itu perusahaan maupun UMKM, ikut merasakan imbasnya.

Di hadapan peserta webinar, Santoso memberikan 5 alternatif solusi bagi pelaku UMKM dalam menghadapi pandemi Covid-10, diantaranya adalah mengelola cash flow agar modal kerja aman, beralih bisnis/ produk, berhenti beroperasi untuk sementara waktu, evaluasi diri untuk menyiapkan proses bisnis yang efisien dengan didukung teknologi informasi dan teknologi tepat guna, dan merancang pola magang kerja dengan perguruan tinggi vokasi.

Pada sesi kedua Vocational Coaching Corner, Abdul Azis, menyampaikan materinya yang berjudul ‘Keterampilan Coding: Bekal Bangkit Pasca Krisis.’ Di awal materinya Abdul Azis menjelaskan bila coding merupakan aktivitas penyusunan instruksi/ kode program kepada komputer agar device tersebut mengerjakan apa yang dikehendaki oleh programmer.

Walau selama ini banyak orang menganggap aktivitas pengkodingan sebagai sebuah aktivitas yang sulit, Abdul Azis mengatakan bila pengkodingan juga memiliki sejumlah manfaat.

“Kita bisa belajar skilll problem solving dimana kita bisa menyelesaikan sebuah masalah. Dengan belajar coding kita juga bisa membuat produk digital tidak lagi sekedar sebagai konsumen yang menggunakan produk digital yang sudah ada,” terang Abdul Azis.

Dalam materinya tersebut, Abdul Azis juga menyinggung pentingnya kurikulum Computational Thinking yang pernah diusulkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Baginya belajar tidak melulu harus soal menulis, membaca, dan berhitung, namun Computational Thinking juga ia anggap penting sebagai skill dasar yang harus dimiliki oleh manusia di abad 21 ini.

“Computional Thinking ini sudah dipakai di Australia, Tiongkok, Selandia Baru, dan sudah dicanangkan oleh Inggris sejak 2012. Ada beberapa bagian dari Computional Thinking, seperti decomposing, abstraction, pattern recognition, dan algorithm,” tutup Abdul Azis.Humas UNS/Yefta