
Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Universitas Sebelas Maret (LPPMP UNS) Surakarta menggelar “Teleconference Workshop Peningkatan Jumlah Visiting Professor tentang Education dan Quality Assurance” di Gedung LPPM-LPPMP lantai 5, Rabu (30/12/2015). Acara ini menghadirkan Profesor Dr. Noraini Kaprawi dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM). Dalam acara ini, Noraini berbicara tentang beberapa aspek yang diterapkan di universitas tersebut. Acara yang diikuti oleh seluruh kepala program studi di lingkungan UNS ini diselenggarakan untuk mempelajari keunggulan dari institusi lain.
Kepala LPPMP Muhammad Nizam mengatakan bahwa salah satu keunggulan UTHM adalah bahwa universitas tersebut sudah melakukan penjaminan mutu dengan melibatkan stakeholder. “Industri dikaitkan dengan penjaminan mutu, sehingga industri menginginkan apa, ya itu yang dipenuhi (pihak universitas untuk menyiapkan lulusan—Red.),” ungkapnya. Pihaknya berencana akan melibatkan stakeholder, khususnya dalam hal kurikulum.

Seperti yang diketahui sejak Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah resmi berlaku, Nizam mengucapkan akan mengejar mutu pendidikan di UNS agar nanti lulusannya bisa diterima di level ASEAN. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan penjaminan mutu melebihi standar Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). “Kalau sama dengan KKNI, nanti sama dengan swasta,” terangnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan pembelajaran dengan pihak-pihak di luar negeri yang penjaminan mutu pendidikannya sudah menggunakan standar internasional, seperti acara teleconference ini.
Ke depan, Nizam mengatakan ada beberapa hal yang akan dilakukan oleh LPPMP. Yang pertama adalah ingin menyosialisasikan tentang standardisasi internasional. Selanjutnya adalah melakukan penerjemahan buku baik lokal ke internasional ataupun sebaliknya. Salah satu yang dia singgung yaitu 23 ribu koleksi buku peninggalan kuno yang ada di Institut Javanologi LPPM UNS.
Selain itu juga memperbanyak publikasi yang mengarah ke pembelajaran. “Kita rekam dan kita ekspos ke luar. Karena sistem pembelajaran kita salah satu yang terbaik,” ucapnya. Lalu mendorong program studi yang ada di UNS agar memiliki kualifikasi yang sama dalam konteks pengakreditasian. Dan yang terakhir adalah pendampingan agar hal-hal yang dilakukan bisa sistematis. [] (dodot.red.uns.ac.id)
















