Kolaborasi dengan UNS, Ketua ALMI Ajak Ilmuwan Muda Bangun Jembatan Sains, Industri, dan Masyarakat di KIMI 2026

Kolaborasi dengan UNS, Ketua ALMI Ajak Ilmuwan Muda Bangun Jembatan Sains, Industri, dan Masyarakat di KIMI 2026

Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) berkolaborasi dengan UNS menyelenggarakan Kongres Ilmuwan Muda Indonesia (KIMI) V di UNS Tower pada Rabu, 15 Juli 2026. Ketua ALMI mengajak ilmuwan muda membangun jembatan sains, industri, dan masyarakat untuk solusi nyata bagi bangsa.

UNS — Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) berkolaborasi dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dalam penyelenggaraan Kongres Ilmuwan Muda Indonesia (KIMI) V tahun 2026. Kongres tersebut diselenggarakan di UNS Tower, Rabu (15/7/2026).

Dalam sambutannya, Ketua ALMI, Dr. Lilis Mulyani mengajak para ilmuwan muda Indonesia untuk menjadikan hasil riset sebagai solusi nyata bagi masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor. Dr. Lilis menyampaikan bahwa penyelenggaraan KIMI 2026 merupakan kongres kelima yang menjadi wadah berkumpulnya ilmuwan muda dari berbagai disiplin ilmu untuk memperkuat jejaring, bertukar gagasan, serta mendorong lahirnya inovasi yang berdampak bagi pembangunan bangsa.

“Tahun ini kita mengangkat tema Menjembatani Sains, Dunia Industri, dan Dampaknya bagi Masyarakat. Tema ini lahir dari kesadaran bahwa hasil penelitian tidak boleh berhenti di laboratorium atau hanya menjadi publikasi ilmiah. Ilmu pengetahuan harus mampu diterjemahkan menjadi solusi yang bermanfaat dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Dr. Lilis.

Menurutnya, tantangan terbesar yang dihadapi ilmuwan saat ini bukan hanya menghasilkan riset yang berkualitas, tetapi juga memastikan hasil penelitian dapat diimplementasikan melalui kolaborasi dengan dunia industri, pemerintah, dan masyarakat.

“Kita harus membangun jembatan yang kokoh antara dunia sains dengan kebutuhan masyarakat. Hanya melalui kolaborasi tersebut inovasi dapat berkembang menjadi solusi nyata yang memberikan dampak bagi pembangunan Indonesia,” tambahnya.

KIMI V memiliki makna yang semakin istimewa karena berlangsung bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-50 UNS. Pada kesempatan tersebut, ALMI menyampaikan apresiasi kepada UNS yang selama lima dekade telah berkontribusi melahirkan banyak ilmuwan, inovator, dan pemimpin bangsa.

Dr. Lilis juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Surakarta, UNS, para narasumber, panitia penyelenggara, para pembina dan mentor ALMI, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kongres ini.

Ia secara khusus mengapresiasi dedikasi panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan sehingga KIMI V dapat terlaksana dengan baik.

Kepada seluruh peserta, Dr. Lilis mengajak agar kongres ini dimanfaatkan sebagai ruang kolaborasi dan pertukaran gagasan, bukan sekadar forum untuk mempresentasikan hasil penelitian.

“Kongres ini harus menjadi tempat lahirnya kolaborasi lintas disiplin. Kita ingin membuktikan bahwa ilmuwan muda Indonesia tidak hanya mampu menghasilkan teori dan publikasi, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. menyampaikan bahwa penyelenggaraan KIMI V menjadi momentum istimewa karena bertepatan dengan Dies Natalis ke-50 UNS. Mengusung tema “Lima Dasawarsa Berbakti kepada Negeri, Fondasi untuk Akselerasi Prestasi yang Berdampak dan Berkelanjutan,” UNS menegaskan komitmennya untuk menghasilkan riset dan inovasi yang memberikan solusi nyata bagi berbagai persoalan bangsa.

Prof. Hartono menekankan pentingnya transformasi hasil penelitian agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi mampu menjadi kebijakan berbasis bukti, teknologi yang dimanfaatkan industri, dan inovasi yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, tantangan nasional seperti ketahanan pangan, kesehatan, energi, transformasi digital, dan perubahan iklim hanya dapat diatasi melalui kolaborasi lintas disiplin.

UNS mengapresiasi ALMI yang konsisten menjadikan KIMI sebagai ruang kolaborasi antara akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat. Melalui penguatan ekosistem Triple Helix serta pelatihan Artificial Intelligence (AI), KIMI V diharapkan melahirkan jejaring riset, inovasi, dan rekomendasi kebijakan yang mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Prof. Hartono juga menyampaikan terima kasih kepada ALMI, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta seluruh panitia, mitra, sponsor, dan narasumber yang telah mendukung terselenggaranya KIMI V. HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa tujuan utama dari penyelenggaraan KIMI V 2026 di UNS?

KIMI V 2026 bertujuan menjadi wadah ilmuwan muda untuk memperkuat jejaring, bertukar gagasan, serta mendorong inovasi yang berdampak bagi pembangunan bangsa. Lihat di artikel

Siapa yang berkolaborasi dalam penyelenggaraan Kongres Ilmuwan Muda Indonesia (KIMI) V tahun 2026?

Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) berkolaborasi dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dalam penyelenggaraan KIMI V. Lihat di artikel

Apa tema yang diangkat dalam KIMI V 2026?

Tema yang diangkat adalah “Menjembatani Sains, Dunia Industri, dan Dampaknya bagi Masyarakat”. Lihat di artikel

Mengapa KIMI V 2026 menjadi istimewa bagi UNS?

KIMI V berlangsung bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-50 UNS, yang telah berkontribusi melahirkan banyak ilmuwan dan inovator. Lihat di artikel

Bagaimana UNS berkomitmen dalam menghasilkan riset dan inovasi?

UNS menegaskan komitmennya untuk menghasilkan riset dan inovasi yang memberikan solusi nyata melalui penguatan ekosistem Triple Helix. Lihat di artikel