UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT PLN Indonesia Power untuk mendukung pengembangan riset, teknologi, dan sumber daya manusia di sektor ketenagalistrikan serta percepatan transisi energi nasional. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan pada Desember 2024 di Kampus UNS yang dihadiri oleh perwakilan kedua institusi.
UNS melalui Pusat Unggulan Iptek Teknologi Penyimpanan Energi Listrik (PUI-PT TPEL) bersama dengan PT PLN Indonesia Power menargetkan pengembangan komersialisasi Powerwall dengan kapasitas 5 kWh – kapasitas 1 rumah di 2025, 50 kWh – kapasitas 10 rumah di 2026, dan 500 kWh – kapasitas pulau kecil di 2027. Selain itu, PUI-PT TPEL merupakan satu-satunya lembaga asal Indonesia yang mengembangkan teknologi Powerwall.
Kerja sama ini sejalan dengan visi UNS dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). “Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berkontribusi pada aspek teknologi, tetapi juga membawa manfaat sosial yang luas melalui program pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain produk riset, kerja sama ini juga menghasilkan Training BESS 2024 bagi 21 peserta dari PLN dan akademisi, yang membekali mereka dengan kompetensi desain, manufaktur, perawatan, hingga pemrograman sistem BESS. Program ini tidak hanya menghasilkan teknologi, tetapi juga membangun ekosistem SDM yang siap mengembangkan penyimpanan energi di Indonesia, sejalan dengan rencana PLN Indonesia Power untuk memperkuat kapabilitas industri baterai dan BESS. PT PLN Indonesia Power memiliki rencana mengembangkan kepemilikan kompetensi baru perusahaan yaitu kapabilitas pengelolaan industri baterai dan penyimpanan energi.
Output dari kerja sama ini yaitu prototipe powerwall berkapasitas 100Ah/51,2V, sel baterai lithium silinder berbasis LFP-grafit, dokumen teknis (manual, hasil uji, desain casing, modul pembelajaran), modul pelatihan BESS dan sertifikat pelatihan bagi peserta PLN dan akademisi.



Sedangkan untuk outcome kerja sama yaitu inovasi teknologi yaitu solusi penyimpanan energi baru yang dikembangkan UNS. Lalu hilirisasi riset yaitu hasil riset UNS dimanfaatkan langsung oleh PLN IP dan anak perusahaan energi (PT Batex Energi Mandiri), peningkatan SDM peserta pelatihan mampu merancang, mengoperasikan, dan melakukan maintenance Powerwall dan reputasi Global memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok teknologi energi bersih.
Kerja sama ini berangkat dari riset UNS terkait pengembangan material baterai LFP-Grafit oleh tim PUI-PT TPEL. Riset tersebut menghasilkan lebih dari 400 sel baterai silinder dengan tingkat keberhasilan di atas 90% yang menjadi sumber utama baterai powerwall. Dari hasil ini dikembangkan prototipe Powerwall berkapasitas 100Ah/51,2V yang diuji bersama PLN IP. Produk ini hadir sebagai jawaban atas masalah keterbatasan listrik di banyak daerah terpencil yang sering mengalami pemadaman, dan sulit dijangkau oleh listrik PLN terpusat. Keterbatasan tersebut dapat merusak peralatan elektronik, menghambat konektivitas internet, dan menghambat aktivitas sosio ekonomi masyarakat. Inovasi ini tidak hanya menggantikan pembangkit listrik berbahan bakar fosil karena sumber energi dari powerwall berasal dari tenaga surya, tetapi juga mencakup pengembangan baterai, sistem hardware–software, serta konektivitas jaringan. Produk ini mendukung kemandirian energi rumah tangga, mengurangi jejak karbon, dan mempercepat transisi menuju energi bersih. Dengan demikian, riset UNS tidak hanya menghasilkan publikasi akademik, tetapi juga solusi nyata bagi penyediaan energi bersih dan berkelanjutan.
Pihak PLN menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan dunia industri dalam menghadapi tantangan transisi energi. “PLN Indonesia Power berkomitmen untuk memperkuat inovasi dan sosialisasi program transisi energi melalui kerja sama ini demi masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” katanya.
Ke depan, kerja sama ini juga membuka peluang bagi mahasiswa UNS untuk memperoleh pengalaman langsung melalui program magang, riset kolaboratif, dan kegiatan peningkatan kapasitas lainnya yang mendukung pengembangan teknologi ketenagalistrikan. HUMAS UNS














