Guru Besar UNS Manfaatkan Nanokomposit Perak-Kitosan untuk Kebutuhan Medis

Guru Besar UNS Manfaatkan Nanokomposit Perak-Kitosan untuk Kebutuhan Medis
Guru Besar UNS Manfaatkan Nanokomposit Perak-Kitosan untuk Kebutuhan Medis

UNS – Prof. Dr. Endang Susilowati, S.Si., M.Si., dikukuhkan sebagai Guru Besar Baru Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Beliau merupakan Guru Besar ke-82 pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan ke-308 di UNS. Pengukuhan ini menjadikannya Guru besar dalam bidang ilmu Kepakaran Material Nanokomposit. Pidato inaugurasi yang disampaikan mengangkat judul “Nanokomposit Perak-Kitosan: Pengembangan Film Antibakteri untuk Aplikasi Medis”.

Perjalanan penelitian Prof. Endang yakni berupaya memanfaatkan limbah krustasea. Potensi yang digali adalah kitosan sebagai hasil pengolahan limbah udang dan kepiting. Beliau menyampaikan bahwa kitosan bersifat biodegradable, biokompatibel, dan non toksik. Kitosan juga memiliki aktivitas antimikroba dan antioksidan sehingga dapat diaplikasikan pada bidang medis, kosmetik, pangan, dan pertanian.

Udang dan kepiting merupakan dua jenis komoditas yang penting bagi hasil perikanan Indonesia. Keberadaannya memainkan peran yang penting dalam ekspor perikanan nasional. Industri pengolahan hasil krustasea, khususnya udang dan kepiting, merupakan industri yang terus meningkat dari tahun-ke tahun. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2020 melaporkan produksi udang yang mencapai 1,1 juta ton sedangkan produksi kepiting mencapai 72 ribu ton.

“Limbah yang dihasilkan cukup banyak yaitu sekitar 50% dari total berat. Pengelolaan dan pemanfaatan limbah udang dan kepiting penting dilakukan untuk mengatasi dampak lingkungan dan menciptakan peluang ekonomi,” ucap Prof. Endang.

Pada dunia medis, kitosan dapat dikembangkan menjadi pembalut luka melalui kemampuannya membentuk film. Hal tersebut dicapai melalui sejumlah modifikasi untuk menghasilkan film yang memiliki aktivitas antibakteri yang tinggi. Salah satu inovasi yang didalami Prof. Endang adalah pengembangan nanokomposit berbasis kitosan.

Perak nanopartikel merupakan salah satu nanomaterial yang berpotensi sebagai filler nanokomposit berbasis kitosan. Beliau menyebutnya dengan nanokomposit perak-kitosan. Material komposit ini menggabungkan sifat antimikroba dari perak nanopartikel dengan sifat biokompatibel, biodegradable dan bioaktivitas dari kitosan.

“Perak-kitosan nanokomposit menawarkan solusi yang menjanjikan untuk mengatasi masalah resistensi antibiotik dan infeksi bakteri. Kombinasi unik ini memberikan sejumlah keunggulan yang membuatnya sangat menarik diaplikasikan terutama di bidang medis. Dalam bentuk film, nanokomposit ini dapat diaplikasikan sebagai pembalut luka yang mempercepat penyembuhan luka, mencegah infeksi, dan mengurangi peradangan,” imbuh Prof. Endang.

Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., mengapresiasi Prof. Endang dan guru besar lain yang berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Sebagai seorang guru besar, tanggung jawab yang diemban memanglah semakin besar. Pimpinan UNS tersebut yakin bahwa dengan semangat dan dedikasi yang telah terbukti, para guru besar ini akan memberikan sumbangsih yang signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kemajuan bangsa.

“Tentunya ada harapan baik dari masyarakat kampus maupun masyarakat di sekitar kita. Kontribusi nyata dari para guru besar ini dalam mengimplementasikan keilmuannya sehingga dirasakan. Harapan kami tentunya bisa meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi,” ujar Prof. Hartono.
Humas UNS