UNS – Sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Hibah Pembelajaran Merdeka melaksanakan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan Eco-Enzyme di Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo.
Kegiatan ini diselenggarakan pada Minggu (4/5/2025), dengan melibatkan 72 anggota PKK dari RT 2 RW 4 Desa Jatisobo sebagai peserta aktif. Adapun mahasiswa UNS yang terlibat dalam pelaksanaan program ini terdiri dari Arief Kurnia Pambudi, Arilistya Kurniawan, Alifia Nadiatun Najiiha, Debby Asti Septina, Eka Tias Ambarwani, Endyas Miftakhuljannah, Mohammad Nauffal Dzhiyaul Haq, Nurista Ayu Soutul Haqiqi, Yumna Alhay Munajaeti, dan Zefanya Widyasari.
Sesi kegiatan dimulai dengan pemaparan materi mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik melalui pendekatan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pembuatan Eco-Enzyme, yaitu cairan hasil fermentasi limbah organik berupa sisa buah dan sayur, ditambah gula merah dan air. Cairan ini memiliki berbagai manfaat fungsional, antara lain sebagai pembersih alami, pupuk cair organik, serta pengusir hama tanaman.
Demonstrasi pembuatan Eco-Enzyme dilakukan secara langsung dihadapan masyarakat Desa Jatisobo. Proses yang diperagakan meliputi tahapan pemilihan dan pencampuran bahan, perbandingan komposisi, serta tata cara penyimpanan dalam wadah fermentasi. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan pertanyaan dan berdiskusi secara aktif pada setiap sesi yang berlangsung.
Dalam sesi lanjutan, dijelaskan pula tata cara penggunaan Eco-Enzyme, salah satunya untuk kebutuhan pertanian rumah tangga, yaitu dengan melarutkan 30 ml cairan Eco-Enzyme ke dalam 2 liter air untuk digunakan sebagai pupuk tanaman. Pengetahuan ini diharapkan dapat memperluas pemanfaatan limbah rumah tangga dan mengurangi ketergantungan pada produk kimia berbasis industri.


Sebagai bentuk simbolis dari keberhasilan pelaksanaan kegiatan, mahasiswa menyerahkan hasil Eco-Enzyme yang telah melalui proses fermentasi kepada Ketua RT 2 RW 4, Ibu Ika. Penyerahan ini dimaksudkan sebagai contoh nyata serta ajakan kepada masyarakat untuk mulai menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri dan bertanggung jawab.
“Terima kasih atas ilmu yang telah disampaikan. Limbah dapur seperti sisa sayur dan kulit buah yang sebelumnya hanya dibuang, rupanya memiliki nilai guna melalui proses pembuatan Eco-Enzyme ini. Harapannya, para ibu dapat mencoba praktik ini di rumah dan memperoleh manfaatnya,” ungkap Ika selaku Ketua RT 2, RW 4 Desa Jatisobo.
Kegiatan ini merupakan bagian integral dari program KKN Hibah Pembelajaran Merdeka UNS yang dirancang untuk menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan nyata di masyarakat. Melalui pendekatan ilmiah dan partisipatif, pelaksanaan program kerja ini tidak hanya mendorong penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi diharapkan juga dapat memperkuat kapasitas lokal dalam menghadapi isu-isu lingkungan secara berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/ SDGs di tingkat lokal melalui kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan masyarakat. Pengelolaan sampah berbasis rumah tangga dengan memanfaatkan teknologi sederhana seperti Eco-Enzyme dinilai memiliki potensi signifikan dalam mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam jangka panjang. HUMAS UNS

















