Semnas Perpajakan FEB UNS: Upaya Tumbuhkan Kesadaran Wajib Pajak

Semnas Perpajakan FEB UNS: Upaya Tumbuhkan Kesadaran Wajib Pajak

UNS – Sejak pencanangan tax amnesty, perpajakan menjadi topik yang cukup hangat dibicarakan oleh para pengguna media sosial maupun dalam pembicaraan sehari – hari masyarakat pada umumnya. Meski begitu, pada kenyataannya masih cukup banyak para wajib pajak yang belum tersentuh untuk memenuhi kewajibannya. Hal ini menjadi salah satu dorongan Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) Surakarta untuk mengadakan seminar nasional bertajuk “Era Pertukaran Informasi Pajak: Tidak Ada Lagi Tempat Bersembunyi”.

Dalam seminar yang digelar pada Kamis (20/4/2017) di UNS Inn Solo tersebut dihadirkan pembicara yang juga adalah Managing Partner Danny Darussalam Tax Center (DDTC), Darussalam. Dalam seminar yang diarahkan oleh Trisninik Ratih Wulandari tersebut, dilaksanakan juga penandatanganan MoU oleh Hunik dan Darussalam sebagai tanda terjalinnya kerjasama antara FEB UNS dengan DDTC.

Penandatangan Mou antara FEB UNS dan DDTC oleh Dekan FEB UNS, Dr. Hunik Sri Runing Sawitri dan Managing Partner DDTC, Darussalam dalam seminar nasional FEB UNS, Kamis (20/4/2017)

Seminar yang diikuti oleh praktisi perpajakan, para pengusaha, akademisi serta mahasiswa tersebut turut dihadiri oleh Drs. Santoso Tri Hananto (Kaprodi S-1 Akuntansi UNS), Dr. Hunik Sri Runing Sawitri (Dekan FEB UNS), Drs. Harmadi, MM (Wakil dekan 2 FEB UNS) dan dosen FEB UNS lainnya. Isu yang diangkat dalam seminar tersebut tidak jauh dari keterkaitan antara kesadaran dan pemahaman para wajib pajak dengan tranparansi data dan informasi mengenai perpajakan. Dari seminar nasional ini diharapkan adanya hasil berupa tumbuhnya kesadaran untuk membayar pajak dari masyarakat. Bahkan dalam sambutannya, Hunik menyampaikan bahwa pentingnya membayar pajak perlu dikenalkan sejak dini.

 “Orang bijak taat pajak. Mahasiswa sangat perlu mengenal secara lebih dini tentang betapa pentingnya pajak ini untuk pembangunan Negara. Sehingga mereka mempunyai rasa tanggung jawab bagaimana penerimaan pajak ini bisa meningkat. Itu juga merupakan tantangan bagi kita semua selaku dosen, bagaimana kita bisa menghasilkan alumni yang kompeten di bidang perpajakan,” ujar Hunik.

Darussalam selaku pembicara dalam Seminar Nasional FEB UNS, Kamis (20/4/2017), menyampaikan materi kepada para peserta

Sebelum memaparkan pentingnya keterbukaan informasi keuangan untuk pembayaran pajak, Darussalam yang juga alumni S-1 Akuntansi FEB UNS itu menjelaskan situasi pajak di Indonesia sebelum dan setelah pencanangan tax amnesty. Tokoh yang diakui sebagai saksi ahli pajak di Pengadilan Negeri, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Pengadilan Pajak, dan Mahkamah Konstitusi tersebut menyebutkan bahwa tax amnesty diperlukan sebagai bentuk upaya pengumpulan data aset para wajib pajak.

Data yang didapat melalui prosedur tax amnesty membuktikan bahwa penerimaan pajak selama ini masih sangat kurang setelah ditemukannya potensi pajak yang besar di Indonesia yang belum tergali. Maka dari itu para praktisi perpajakan perlu bekerja keras untuk membangun kesadaran masyarakat Indonesia dalam membayar pajak dalam rangka mendukung pembangunan Negara. humas-red.uns/Eln/Dty

Tri Utami, Gunakan Aplikasi SIREA untuk Laporan Realisasi Anggaran FIB

Tri Utami, Gunakan Aplikasi SIREA untuk Laporan Realisasi Anggaran FIB

Laporan realisasi anggaran menjadi salah satu bagian penting dalam penyusunan laporan keuangan. Melalui laporan realisasi anggran, kita mendapatkan informasi realisasi dan anggaran entitas pelaporan. Namun, seringkali didapat realitas anggaran tidak sesuai dengan anggaran yang direncanakan dalam satuan kerja per departemen atau instansi. Umumnya, raihan penyerapan anggaran tinggi di akhir tahun dan sebaliknya.

dwd

Laporan daya serap untuk jajaran pemimpin fakultas.

Tri Utami, staff Bendahara Keuangan Pembantu Fakultas Ilmu Budaya UNS berpendapat, ada beberapa hal penyebab penyerapan anggaran tidak efektif. Salah satunya masalah pengawasan atau monitoring terhadap penyerapan anggaran. Tri Utami menyebut, dasar monitoring penyerapan anggaran terletak pada laporan realisasi anggaran. Dengan adanya laporan realisasi anggaran yang memadai, maka efektifitas penyerapan anggaran dapat terpantau dan sesuai jadwal peraihannya.

Di lingkungan kerja Tri Utami mendapatkan Sistem Informasi Akuntansi sudah digunakan termasuk di dalamnya laporan daya serap atau sering disebut laporan realisasi anggaran. Sayangnya, laporan tersebut dikemas dalam laporan utuh satu fakultas. Padahal, tanggung jawab kinerja keuangan juga menjadi tanggung jawab dari pengguna anggaran langsung (program studi, bidang, dan pimpinan). Terlebih, laporan realisasi anggaran di FIB UNS dibuat secara manual menggunakan microsoft excel. Sumber data didapat dari hasil ekspor data di Sistem Informasi Akuntansi. Sehingga, tingkat keakuratan laporan rendah dan masih ada kemungkinan terjadi kesalahan dalam pengerjaannya. Selain itu, proses penyusunan laporan membutuhkan waktu yang lama.

Menghadapi masalah tersebut, Tri Utami membuat aplikasi Sistem Informasi Realisasi Anggaran FIB (SIREA FIB) yang hanya diakses oleh pemilik user ID. User ID hanya diberikan kepada kepala prodi, kasubbag, kepala bagian, wakil dekan, dan dekan. Sumber data aplikasi didapat dari hasil ekspor data Laporan Daya Serap di Sistem Informasi Akuntansi fakultas yang disinkronkan dengan Aplikasi Sistem Informasi Akuntansi universitas agar mendapat data dengan tingkat kebenaran dan validitas data yang tinggi. Selain itu Aplikasi SIREA FIB juga menggunakan data hasil ekspor dari Sistem Perencanaan berupa jadwal peraihan anggaran dan batas peraihan anggaran periode tertentu. Data dari Sistem Perencanaan digunakan untuk dasar penilaian proporsionalitas dan efektifitas peraihan anggaran.

ss

Tampilan import data SIREA FIB.

Aplikasi SIREA FIB dijalankan oleh administator yakni staf sub bagian keuangan. Administrator bertugas mengekspor Laporan dari Sistem Informasi Akuntansi UNS dan mengimpor data yang dibutuhkan aplikasi SIREA. Tugas staf sub bagian keuangan yang awalnya membuat laporan relisasi anggaran secara manual menjadi terbantu. Proses pengerjaan laporan menjadi tepat dengan keakuratan data yang tinggi. Tri Utami menjelaskan, SIREA juga dilengkapi menu komunikasi antar admin dan user. Admin dapat saling berkomunikasi terkait peraihan anggaran  dan PK yang belum dilaporkan.

Tri Utami yakin, aplikasi SIREA di internal FIB mampu mendukung proses monitoring efektivitas penyerapan anggaran karena mampu menyampaikan laporan penyerapan anggaran di periode tertentu disertai jadwal peraihan anggaran sebagai peringatan jika dana yang diraih belum memenuhi batas minimal. Proses pengerjaan laporan yang cepat melalui SIREA memudahkan kinerja pegawai sub bagian keuangan. Sehingga, laporan realisasi anggaran di FIB dapat segera digunakan sebagai informasi bagi pemimpin prodi maupun fakultas dalam mengambil keputusan.[](nana.red.uns.ac.id)