Manfaatkan Rambut Jagung, Tim KKN UNS Reguler 60 Kenalkan Teh Herbal TERAJU di Desa Karanganyar, Grobogan

Manfaatkan Rambut Jagung, Tim KKN UNS Reguler 60 Kenalkan Teh Herbal TERAJU di Desa Karanganyar, Grobogan
Dengarkan artikel

UNS — Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Reguler 60 melaksanakan program “TERAJU: Edukasi dan Praktik Pengolahan Rambut Jagung Menjadi Teh Herbal Pendukung Kesehatan Masyarakat” di Desa Karanganyar, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan. Program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan rambut jagung yang belum dimanfaatkan secara optimal menjadi teh herbal bernilai guna.

Kegiatan diikuti oleh 25 ibu-ibu PKK Desa Karanganyar melalui edukasi dan demonstrasi pembuatan teh herbal. Program ini menjadi salah satu upaya mengenalkan pemanfaatan potensi lokal sekaligus mendorong masyarakat mengolah bahan yang tersedia di lingkungan sekitar secara lebih optimal.

Annisa Husna Rosyida, Mahasiswa S-1 Farmasi UNS sekaligus penanggung jawab program, menyampaikan bahwa rambut jagung yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi produk yang lebih bernilai guna.

“Rambut jagung yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi teh herbal yang bernilai guna sebagai upaya pemanfaatan potensi lokal dan hasil samping pertanian untuk mendukung edukasi pola hidup sehat di masyarakat,” ujar Annisa.

Kegiatan diawali dengan edukasi mengenai potensi rambut jagung, kandungan, serta pemanfaatannya sebagai bahan minuman herbal. Setelah itu, mahasiswa KKN UNS Reguler 60 mendemonstrasikan tahapan pembuatan teh herbal TERAJU secara langsung di hadapan peserta pada Sabtu (25/7/2026).

Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa memperagakan proses pencacahan rambut jagung, jahe, dan kayu manis, kemudian mencampurkan bahan sesuai takaran. Campuran tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam tea bag dan dikemas sehingga menjadi produk teh herbal yang praktis untuk diseduh.

Para peserta turut mengikuti setiap tahapan demonstrasi secara interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka dalam memperhatikan proses pengolahan serta mengikuti praktik yang diberikan oleh mahasiswa.

Pemanfaatan rambut jagung sebagai bahan utama TERAJU dilatarbelakangi oleh potensi pertanian jagung yang terdapat di Desa Karanganyar. Rambut jagung sebagai salah satu hasil samping pertanian selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui program TERAJU, masyarakat diperkenalkan pada metode pengolahan sederhana dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari 25 ibu-ibu PKK yang hadir. Peserta menunjukkan antusiasme selama penyampaian materi dan demonstrasi serta berpartisipasi dalam proses pengolahan teh herbal. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengembangkan pemanfaatan rambut jagung secara mandiri.

Program TERAJU turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui edukasi mengenai pemanfaatan minuman herbal sebagai bagian dari penerapan pola hidup sehat. Program ini juga mendukung SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan rambut jagung yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk teh herbal bernilai guna.

Melalui program TERAJU, Tim KKN UNS Reguler 60 berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh masyarakat dapat diterapkan secara mandiri setelah kegiatan berakhir. Pemanfaatan rambut jagung diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bentuk optimalisasi potensi lokal sekaligus mendorong pemanfaatan hasil samping pertanian secara lebih berkelanjutan.

HUMAS UNS