UNS — Riset Grup (RG) Komunikasi Stratejik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang mengusung tema manajemen media sosial melalui produksi konten berbasis narasi cerita (storytelling-based). Kegiatan ini dilaksanakan di Mall Pelayanan Publik (MPP) Nyawiji Kabupaten Wonogiri pada Jumat (7/8/2026).
Terdapat 16 peserta yang hadir diantaranya petani, pengolah, dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sektor kopi robusta di Kabupaten Wonogiri. Kegiatan pelatihan ini juga turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (DISPORAPAR) Kabupaten Wonogiri, Haryanto, S.STP., M.Hum., Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Wonogiri, Purwadi, S.E., M.E., serta Ketua MPIG Kopi Robusta Wonogiri, Yosep Bagus Adi Santoso.
Pengabdian dibuka dengan sambutan oleh Ketua Riset Grup Komunikasi Stratejik UNS, Dr. Andre Noevi Rahmanto, M.Si., yang menyampaikan apresiasi atas kesempatan untuk berbagi materi dalam pelatihan ini. Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah bersama dalam memaksimalkan potensi kopi di Kabupaten Wonogiri. “Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat bersama para peserta dalam upaya mengoptimalkan potensi kopi di Kabupaten Wonogiri,” jelas Dr. Andre.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (DISPORAPAR) Kabupaten Wonogiri, Haryanto, S.STP., M. Hum. Dalam sambutannya, Haryanto berharap pelatihan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama yang baik antara para peserta dan tim Riset Grup Komunikasi Stratejik UNS untuk bersama-sama mengembangkan potensi kopi di Wonogiri.
“Kami berharap pelatihan ini tetap dapat dilanjutkan dengan kerja sama yang terjalin, sehingga kolaborasi dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi pengembangan potensi kopi di Wonogiri,” ungkap Haryanto.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk memetakan pemahaman awal peserta mengenai manajemen media sosial. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar peserta telah memahami konsep dasar manajemen media sosial, meskipun masih terdapat beberapa bagian yang membutuhkan pendalaman materi melalui sesi pelatihan. Hal tersebut terlihat dari adanya sejumlah jawaban peserta yang belum sepenuhnya sesuai dengan konsep dasar manajemen media sosial.
Kegiatan pelatihan ini dilanjutkan dengan dua sesi pemaparan materi. Pada sesi pertama, anggota Riset Grup Komunikasi Stratejik, Monika Sri Yuliarti, S.Sos., M.Si., Ph.D., membahas pentingnya manajemen media sosial dalam mendukung optimalisasi potensi kopi robusta Wonogiri. Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan konten berbasis narasi cerita (storytelling-based) dapat memberikan pengalaman yang lebih bermakna bagi audiens dalam mengenal kopi robusta Wonogiri. Dalam sesinya, Monika juga menyampaikan bahwa cerita yang mampu membangun keterlibatan emosional dapat menciptakan kesan positif sekaligus memperkuat daya tarik kopi lokal.
Materi berikutnya disampaikan oleh Muhammad Pratomo Ambar Bawono yang mengangkat strategi manajemen media sosial berbasis narasi cerita. Peserta diperkenalkan pada pendekatan yang lebih aplikatif dalam mengelola media sosial, mulai dari menentukan strategi komunikasi hingga merancang konten yang dapat menonjolkan potensi dan karakteristik kopi robusta Wonogiri.
Tidak berhenti pada pemaparan materi dari kedua narasumber, peserta kemudian mengikuti sesi praktik pengelolaan media sosial dengan pendampingan dari tim Riset Grup Komunikasi Stratejik. Peserta dibagi ke dalam kelompok yang masing-masing terdiri dari empat orang untuk menyusun konsep konten berbasis narasi cerita untuk mengoptimalkan potensi kopi robusta Wonogiri.
Melalui praktik tersebut, peserta tidak hanya memahami konsep perencanaan konten, tetapi juga mengaplikasikannya dengan mengangkat keunikan kopi lokal serta membangun kedekatan emosional dengan audiens.
“Pada sesi praktik ini, peserta akan bekerja dalam beberapa kelompok, lalu mulai berlatih mengembangkan pengalamannya masing-masing berkaitan dengan ciri khas dari kopi robusta Wonogiri menjadi narasi cerita untuk konten media sosial,” tegas Muhammad Pratomo yang turut memandu sesi praktik.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelaksanaan post-test untuk mengetahui perkembangan pemahaman peserta setelah mengikuti materi dan sesi praktik. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perubahan pada jawaban peserta dibandingkan dengan pre-test, yang mengindikasikan peningkatan pemahaman setelah mengikuti rangkaian pelatihan. Jawaban peserta pada post-test juga menunjukkan pola yang lebih konsisten dan semakin mengarah pada jawaban yang tepat sesuai dengan materi dan konsep yang telah disampaikan selama pelatihan. HUMAS UNS



















