Argyo Demartoto

Dr. Argyo Demartoto, M.Si.
Lahir di Metro, 25 Agustus 1965. Pria yang memiliki NIP 196508251992031003 adalah staf Pengajar pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNS. Riwayat pendidikan tinggi yang berhasil ditempuh adalah tahun 1991  lulus sarjana (S-1) dari Universitas Gadjah Mada pada bidang ilmu: Sosiologi, tahun 2005  berhasil menyelesaikan master (S-2) dari Universitas Gadjah Mada pada bidang ilmu: Sosiologi, dan pada tahun 2012 telah berhasil menyelesaikan program Doktor (S-3) dari Universitas Gadjah Mada untuk bidang ilmu: Sosiologi. Judul dan ringkasan disertasi disajikan dalam 2 (dua) versi bahasa Indonesia dan English sebagai berikut.

 

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM PARIWISATA BERBASIS KOMUNITAS (Studi Kasus Tiga Desa Wisata di Jawa Tengah)   
Perempuan sebagai salah satu elemen masyarakat belum mampu berkontribusi secara signifikan dalam pariwisata berbasis komunitas karena keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki perempuan. Untuk itu, pemberdayaan perempuan menjadi sangat penting agar perempuan dapat berperan optimal dalam pariwisata berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) potensi atau produk wisata, peluang dan hambatan perempuan dalam pengembangan pariwisata berbasis komunitas tiga desa wisata di Jawa Tengah, (2) aspek-aspek pemberdayaan perempuan dan peran perempuan dalam pariwisata berbasis komunitas, (3) kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan dalam pelaksanaan pengembangan parisiwata berbasis komunitas pada perempuan.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus kolektif. Lokasi penelitian ini adalah tiga desa wisata di Jawa Tengah yaitu Desa Berjo Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar, Desa Kliwonan Kecamatan Masaran Kabupaten Sragen dan Desa Samiran Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali. Populasi dalam penelitian ini adalah perempuan di ketiga desa wisata tersebut dan sampelnya yaitu perempuan pengelola dan pelaku pariwisata di lokasi penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive dan snowball sampling. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, pengamatan lapangan, pengamatan melibat dan metode simak. Metode analisis dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif.
Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa potensi atau produk wisata di desa penelitian mencakup atraksi wisata alam, atraksi budaya, dan atraksi buatan. Atraksi wisata ini belum dikelola secara optimal khususnya objek-objek wisata yang ada di sekitarnya. Aksesibilitas wisata di desa penelitian berupa sarana jalan sudah dalam kondisi rusak dan kurang memadai, transportasi masih terbatas khususnya yang ada di Desa Berjo dan Desa Kliwonan. Sementara petunjuk jalan atau arah sudah cukup banyak yang memudahkan wisatawan menuju lokasi. Amenitas wisata di Desa Samiran lebih baik dan memadai dibandingkan dengan amenitas di Desa Berjo dan Kliwonan. Aktivitas wisata di tiga desa baik berupa penjualan barang maupun jasa masih rendah. Ada peluang bagi perempuan dalam pariwisata berbasis komunitas untuk memanfaatkan potensi pariwisata yang ada di desanya, meningkatkan kapasitas diri, mengembangkan usaha wisata dan jejaring sosial dengan wisatawan yang berkunjung di desanya. Namun perempuan juga menghadapi hambatan baik internal maupun eksternal seperti terbatasnya pengetahuan dan keterampilan tentang usaha wisata, modal usaha, budaya masyarakat yang masih bias gender, kerjasama dan koordinasi antar sektor terkait yang kurang intensif.
Capacity building yang mencakup pengetahuan, keterampilan, kesadaran, komitmen, upaya kegigihan, dan motivasi usaha perempuan masih rendah. Sementara dilihat dari cultural change di tiga desa penelitian sudah ada perubahan budaya seperti pandangan terhadap kesamaan hak-hak antara laki-laki dan perempuan termasuk dalam menekuni suatu pekerjaan. Namun pada kenyataan belum sesuai dengan praktek yang ditunjukkan dengan masih kuatnya bias gender khususnya di Desa Kliwonan.Dilihat dari structural adjustment yakni perubahan kebijakan struktural yang memihak perempuan belum dilakukan secara nyata.Perempuan di tiga desa penelitian masih lebih banyak menjalankan peran sebagai pelaksana atau pekerja.Namun di Desa Kliwonan, peran perempuan sebagai pelaksana dan pengelola cukup kuat. Dalam rangka pengembangan pariwisata berbasis komunitas, pemberdayaan perempuan akan meningkatkan keahlian atau keterampilannya sehingga peran yang dijalankan lebih sebagai inisiator dan perencana, investor, pengelola, serta pemantau dan evaluator.
Kondisi sosial di tiga desa tergolong baik. Perempuan di Desa Kliwonan memiliki tingkat ekonomi yang lebih baik dibandingkan dengan dua desa lainnya sehingga tingkat ketergantungannya kepada kaum laki-laki menjadi rendah dibandingkan dengan perempuan di Desa Berjo dan Desa Samiran. Sementara dilihat dari kondisi lingkungan, Desa Berjo dan Desa Samiran yang memiliki atraksi wisata alam tidak menyebabkan adanya gangguan yang serius. Berbeda dengan objek wisata di Desa Kliwonan bahwa limbah kegiatan wisata dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia.
Kata kunci : produk wisata, peluang dan hambatan, aspek pemberdayaan perempuan, peran perempuan, kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan, pariwisata berbasis komunitas