Dr. Eko Pujiyanto, S.Si., M.T.
Lahir di Kebumen, 12 Juni 1970. Pria yang memiliki NIP 197006121997021001 adalah staf Pengajar pada Fakultas Teknik UNS. Riwayat pendidikan tinggi yang berhasil ditempuh adalah tahun 1993 lulus sarjana (S-1) dari ITB pada bidang ilmu: Matematika, tahun 1998 berhasil menyelesaikan master (S-2) dari ITB pada bidang ilmu: Teknik Industri, dan pada tahun 2012 telah berhasil menyelesaikan program Doktor (S-3) dari Universitas Gadjah Mada untuk bidang ilmu: Teknik Mesin (Biomaterial). Judul dan ringkasan disertasi disajikan dalam 2 (dua) versi bahasa Indonesia dan English sebagai berikut.
STUDI PEMANFAATAN GIPSUM LOKAL SEBAGAI BAHAN BAKAR BONE GRAFT GRAFT SINTETIS YANG BERFUNGSI SEBAGAI SCAFFOLD
Tulang manusia yang rusak dapat disembuhkan dengan proses bone grafting. Sebagian besar bahan yang digunakan pada proses bone grafting adalah otograf. Otograf memiliki keunggulan dan kelemahan. Kelemahan otograf antara lain meningkatkan resiko infeksi dan kehilangan darah, menambah waktu anestesi dan jumlahnya terbatas. Kelemahan otograf membuka peluang untuk mengembangkan bone graft sintetis. Salah satu fungsi bone graft sintetis adalah sebagai scaffold. Hidroksiapatit (HA) adalah salah satu bahan yang paling banyak digunakan untuk membuat bone graft sintetis yang berfungsi sebagai scaffold. Salah satu bahan yang dapat digunakan memproduksi HA adalah gipsum. Indonesia mempunyai potensi gipsum lokal yang cukup besar dengan harga yang murah. Gipsum lokal dapat dijadikan bahan dasar untuk membuat bone graft sintetis yang berfungsi sebagai scaffold (scaffold sintetis).
Tujuan penelitian ini adalah mensintesis gipsum lokal Tasikmalaya menjadi serbuk hidroksiapatit (HAg). Mengetahui sifat kimia dan fisis dan menguji sifat sitotoksisitas secara in vitro serbuk HAg. Mengetahui karakteristik proses deposisi serbuk dan sintering untuk membuat scaffold sintetis. Mengetahui sifat kimia, porositas, kekuatan tekan dan sifat sitotoksisitas secara in vitro scaffold sintetis.
Metode hidrotermal dengan bantuan microwave digunakan untuk mereaksikan gipsum lokal dengan diamonium hidrogen pospat menjadi HAg. Scaffold sintetis dibuat dari campuran serbuk TCPg dan PMMA dengan metode deposisi serbuk dan sintering. Karakterisasi HAg, HAk dan scaffold sintetis meliputi sifat kimia dan fisis yang dilakukan dengan metode AAS, XRD, XRF, mercury porosimetry dan SEM-EDX. Pengujian sitotoksisitas secara in vitro HAg, HAk dan scaffold sintetis dilakukan dengan metode MTT memakai sel vero.
Serbuk HAg memiliki bentuk serbuk rounded, bersifat aglomerasi dengan tingkat kemurnian mencapai 100%. Pola XRD serbuk HAg mirip dengan pola XRD serbuk HAk dan JCPDS No.09 – 432 milik HA. Berdasarkan uji EDX rasio molar Ca/P dari HAg adalah 1,77. Hasil uji sifat sitotoksisitas secara in vitro menunjukkan bahwa sifat HAg tidak berbeda secara signifikan dengan HAk. Kalsinasi pada temperatur 800oC selama 2 jam telah mengubah HAg menjadi TCPg. Uji porositas scaffold sintetis menghasilkan nilai pada selang 62,79% sampai dengan 69,67%. Hasil uji kekuatan tekan scaffold sintetis menghasilkan nilai pada selang 1,53 MPa sampai dengan 3,71 MPa. Scaffold sintetis terbaik memiliki porositas 62,79% dengan kekuatan tekan 3,706 Mpa. Berdasarkan uji mercury porosimetry, scaffold sintetis terbaik memiliki persentase porositas interkonektif mencapai 88,25%, ukuran pori 0,05-355 µm dengan median pori 52,64 µm. Proses sintering pada temperatur 1450oC dengan laju pemanasan 8oC permenit dengan waktu tahan 2 jam mengubah komposisi fase HA ke TCP tetapi tidak mengubah sifat sitotoksisitas secara in vitro pada scaffold sintetis.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah gipsum lokal Tasikmalaya telah berhasil disintesis menjadi HAg. Scaffold sintetis terbaik dapat dibuat dengan proses deposisi serbuk dan sintering. Proses sintering berpengaruh pada sifat kimia-fisis, porositas dan kekuatan tekan, tetapi tidak berpengaruh pada sifat sitotoksisitas scaffold sintetis. Scaffold sintetis terbaik berpotensi diaplikasikan pada bidang medis dengan beberapa penelitian lebih lanjut.
Kata Kunci: Gipsum, HA, TCP, bone graft, scaffold, deposisi serbuk dan sintering.
















