Endang Sutisna Sulaeman

Dr. H. Endang Sutisna Sulaeman, dr., M.Kes.
Lahir di Majalengka, 20 Maret 1956. Pria yang memiliki NIP 195603201983121002 adalah staf Pengajar pada Fakultas Kedokteran UNS. Riwayat pendidikan tinggi yang berhasil ditempuh adalah tahun 1983 lulus sarjana (S-1) dari Universitas Sebelas Maret pada bidang ilmu: Pendidikan Dokter, tahun 2006 berhasil menyelesaikan master (S-2) dari Universitas Padjadjaran pada bidang ilmu: Peminatan Manajemen Pelayanan Kesehatan, dan pada tahun 2012 telah berhasil menyelesaikan program Doktor (S-3) dari Universitas Sebelas Maret untuk bidang ilmu: Penyuluhan Pembangunan/Pemberdayaan Masyarakat Minat Utama Promosi Kesehatan. Judul dan ringkasan disertasi disajikan dalam 2 (dua) versi bahasa Indonesia dan English sebagai berikut.

 

MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN STUDI PADA PROGRAM DESA SIAGA DI KABUPATEN KARANGANYAR JAWA TENGAH 
Masalah pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan adalah lemahnya kemampuan mengidentifikasi masalah kesehatan dan kemampuan pemecahan masalah kesehatan. Sejak tahun 2006 Departemen Kesehatan meluncurkan kebijakan program Desa Siaga. Tujuan penelitian adalah mengkaji dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kemampuan mengidentifikasi masalah kesehatan dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kemampuan pemecahan masalah kesehatan, selanjutnya merumuskan model pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan pada program Desa Siaga. Metode penelitian menggunakan metode gabungan antara kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif berupa penelitian survei dengan analisis jalur, sedangkan penelitian kualitatif menggunakan studi kasus. Sasaran penelitian adalah Bidan Pos Kesehatan Desa dan Forum Kesehatan Desa di 30 desa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kemampuan mengidentifikasi masalah kesehatan meliputi tingkat pendidikan, pengetahuan, kesadaran, kepedulian, kebiasaan, akses  informasi kesehatan, peran petugas kesehatan, peran fasilitator, kepemimpinan, modal sosial, dan SMD. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kemampuan pemecahan masalah kesehatan meliputi tingkat pendidikan, pengetahuan, kesadaran, kepemimpinan, status ekonomi, modal sosial, partisipasi masyarakat, sumber daya lokal, MMD, peran petugas kesehatan, peran fasilitator, peran pemerintahan desa, peran  instansi pemerintah di tingkat kecamatan dan kabupaten, serta dukungan dana pemerintah.
Kesimpulan menunjukkan bahwa kemampuan mengidentifikasi masalah kesehatan dan kemampuan pemecahan masalah kesehatan menyumbangkan terumuskannya model pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan pada program Desa Siaga.
Kata kunci: Identifikasi masalah kesehatan, pemecahan masalah kesehatan, model pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan.