Moerbono Mochtar

Dr. Moerbono Mochtar, dr., Sp.K.K.
Lahir di Pati, 19 Februari 1949. Pria yang memiliki NIP 194902191979031002 adalah staf Pengajar pada Fakultas Kedokteran UNS. Riwayat pendidikan tinggi yang berhasil ditempuh adalah tahun 1978 lulus sarjana (S-1) dari Universitas Diponegoro  pada bidang ilmu: Kedokteran, tahun 1994 lulus  Spesilalis Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin dari Universitas Diponegoro, dan pada tahun 2012 telah berhasil meraih gelar Doktor (S-3) dari Universitas Airlangga untuk bidang ilmu: Ilmu Kedokteran. Judul dan ringkasan disertasi disajikan dalam 2 (dua) versi bahasa Indonesia dan English sebagai berikut.

 

ANALISIS PERUBAHAN EKSPRESI PROTEIN (PPAR-γ, PG-J2, DAN TNF-α) PADA SEL LEMAK SETELAH SEDOT LEMAK DENGAN ANESTESI LOKAL TUMESCENT) (Penelitian Pra Eksperimental Post Test Only Design)
Latar Belakang: Kegemukan adalah masalah yang mendunia dan sedot lemak adalah satu alternatif untuk memperbaiki ukuran dan bentuk tubuh. Setelah sedot lemak, Peroxisome Proliferator Activated Receptor Gamma (PPAR-γ) akan mengatur penyimpanan sel adiposit. Ikatan PPARγ- Prostaglandin-J2 (PGJ2) akan menaikkan sinyal transduksi intranukleus yang mengakibatkan pre-adiposit berdiferensiasi menjadi adiposit, yang dapat menyimpan trigliserida di dalam sel, sehingga seseorang cenderung mengalami kegemukan. Tumor Necrosis Factor-α (TNF-α) dapat menekan sintesa PPAR-γ.
Obyektif: Untuk mempelajari perubahan tiga parameter di atas pada pasien – pasien setelah sedot lemak dengan anestesi lokal tumescent.
Metode penelitian: Menggunakan penelitian praeksperimental post test only design, pada 13 pasien. Sel lemak  pasien ini diambil pada saat pertama sedot lemak, pada 3 bulan, dan 12 bulan pasca sedot lemak. Tiga parameter (ekspresi PPAR-γ, PG-J2, dan TNF-α) diukur dengan teknik immunohisto-kimia dan ukuran fisik, seperti lingkar perut, pinggang, dan panggul juga diukur.
Hasil:  Lingkar perut, pinggang, dan panggul menurun signifikan (p<0.05) pada semua pasien setelah sedot lemak, dengan artian mereka tidak gemuk kembali. Ekspresi dari dua lipogenesis (PPAR-γ dan PG-J2) juga menurun signifikan (p<0.05), sedangkan ekspresi penekan, TNF-α meningkat signifikan (p<0.05). Perubahan ini diobservasi 3 bulan, dan 12 bulan setelah sedot lemak.
Kesimpulan: Pada pasien yang tidak gemuk kembali, penurunan ekspresi lipogenesis kegemukan (PPAR-γ dan PG-J2) dan kenaikan ekspresi penekan (TNF-α) pada sel lemak dapat diobservasi sejak 3 bulan setelah sedot lemak tumescent.
Kata Kunci: Sedot lemak tumescent, sel lemak, PPAR-γ, PG-J2, TNF-α