Dr. Triana Kusumaningsih, S.Si., M.Si
Lahir di Sukoharjo, 24 Januari 1973. Perempuan yang memiliki NIP 197301241999032001 adalah staf Pengajar pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNS. Riwayat pendidikan tinggi yang berhasil ditempuh adalah tahun 1997 lulus sarjana (S-1) dari Universitas Gadjah Mada pada bidang ilmu: Ilmu Kimia, tahun 2000 berhasil menyelesaikan master (S-2) dari Universitas Gadjah Mada pada bidang ilmu: Ilmu Kimia, dan pada tahun 2012 telah berhasil menyelesaikan program Doktor (S-3) dari Universitas Gadjah Mada untuk bidang ilmu: Ilmu Kimia. Judul dan ringkasan disertasi disajikan dalam 2 (dua) versi bahasa Indonesia dan English sebagai berikut.
SINTESIS RESIN POLI-KALIKS[4]ARENA DARI p-t-BUTILFENOL DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI ADSORBEN SERTA ANTIDOTUM KERACUNAN LOGAM BERAT
Telah dilakukan sintesis resin poli-kaliks[4]arena dan pemanfaatannya sebagai adsorben serta antidotum keracunan logam berat. Sintesis resin poli-kaliks[4]arena dilakukan dengan cara crosslink menggunakan katalis H2SO4 pekat terhadap 25,26,27,28-tetraalliloksikaliks[4]arena, tetra-p-allilkaliks[4]arena, tetra-p-allilkaliks[4]arena tetra ester asetat dan tetra-p-allilkaliks[4]arena tetra asam asetat. Sintesis kaliks[4]arena menggunakan p-t-butilfenol sebagai material awal. Identifikasi struktur resin menggunakan spektrofotometri FTIR dan 1H-NMR. Karakterisasi resin meliputi morfologi permukaan, analisis luas permukaan, ukuran serta distribusi pori menggunakan SEM dan SAA.
Pemanfaatan resin sebagai adsorben kation logam berat Cr(III), Pb(II), Ag(I), dan Cd(II) dilakukan dengan menggunakan sistem batch. Kajian yang dilakukan meliputi pengaruh tingkat keasaman (pH), pengaruh variasi waktu kontak dan pengaruh variasi konsentrasi awal larutan logam. Pada pemanfaatan resin poli-kaliks[4]arena sebagai antidotum dipelajari pengaruh adsorpsi resin terhadap mineral esensial Ca, Fe dan Zn, penentuan koefisien partisi lemak/air resin, uji toksisitas akut, dan uji aktivitas antidotum keracunan kadmium.
Secara umum, interaksi adsorpsi resin poli-kaliks[4]arena mempunyai pH optimum sekitar pH 4 hingga pH 6, mencapai keadaan setimbang pada waktu interaksi 40 menit, dan cenderung mengikuti persamaan kinetika orde dua Ho, dengan nilai R2 pada berbagai interaksi adsorben-adsorbat menunjukkan nilai yang bervariasi pada kisaran 0,9103 hingga 0,9998. Isoterm adsorpsi resin poli-kaliks[4]arena cenderung mengikuti pola isoterm adsorpsi Langmuir. Kapasitas adsorpsi tertinggi pada interaksi adsorpsi resin poli-tetra-p-allilkaliks[4]arena–Cr(III) sebesar 345,0 µmol/g (17,92 mg/g) dan terendah pada interaksi resin poli-tetra-p-allilkaliks[4]arena–Pb(II) sebesar 32,3 µmol/g (6,69 mg/g).
Berdasarkan hasil uji in vitro adsorpsi resin poli-25,26,27,28-tetraalliloksikaliks[4]arena terhadap logam esensial, dapat disimpulkan bahwa penggunaan resin sebagai antidotum kadmium harus disertai pemberian suplemen yang mengandung Fe dan Zn. Koefisien partisi resin pada pH 3,5 sebesar 0,80±0,05, sedangkan pada pH 7,4 sebesar -0,22±0,05. Uji toksisitas akut resin sebagai dosis oral tunggal pada mencit putih galur BALB/c, jantan maupun betina mempunyai LD50 lebih besar dari 260 mg/Kg BB. Hasil uji aktifitas antidotum, pada konsentrasi yang sama dengan dimerkaprol (0,65 mg/Kg BB) sebagai antidotum standar, resin poli-25,26,27,28-tetraalliloksikaliks[4]arena mempunyai kemampuan yang lebih baik dalam menurunkan kandungan kadmium pada ginjal, hati maupun darah secara berturutan yaitu sebesar 73,95 %; 84,27 % dan 87,83 %; sedangkan pada dimerkaprol sebesar 66,21 %; 70,71 % dan 49,74 %.
Kata kunci: resin poli-kaliks[4]arena, crosslink, adsorpsi, logam berat, antidotum.
















