Akhmad Arif Musadad

Dr. Akhmad Arif Musadad, M.Pd
Lahir di Jepara, 7 Mei 1967. Pria yang memiliki NIP 196705071992031002 adalah staf Pengajar pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan UNS. Riwayat pendidikan tinggi yang berhasil ditempuh adalah tahun 1991 lulus sarjana (S-1) dari Universitas Sebelas Maret pada bidang ilmu: Pendidikan Sejarah, tahun 1998 berhasil menyelesaikan master (S-2) dari IKIP Jakarta pada bidang ilmu: Administrasi Pendidikan dan pada tahun 2013 telah berhasil menyelesaikan program Doktor (S-3) dari UNNES Semarang untuk bidang ilmu: Manajemen Pendidikan. Judul dan ringkasan disertasi disajikan dalam 2 (dua) versi bahasa Indonesia dan English sebagai berikut.

PENGEMBANGAN MODEL MANAJEMEN PELATIHAN IPS BERBASIS MULTIKULTURAL UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI SMP KOTA SURAKARTA

Pelatihan yang diselenggarakan selama ini kurang mampu meningkatkan kompetensi guru. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah: “apakah pengembangan model manajemen pelatihan IPS berbasis multikultural (IBM) dapat digunakan untuk meningkatkan kompetensi guru?” Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) model manajemen pelatihan yang digunakan sekarang (a) kondisi awal kompetensi guru, (b) bentuk pelatihan yang dipakai sekarang, (c) bentuk kebutuhan pelatihan, dan (d) bentuk awal model manajemen pelatihan IBM; (2) desain hasil pengembangan model dan perangkat manajemen pelatihan (a) perencanaan, (b) pengorganisasian, (c) pelaksanaan, dan (d) evaluasi; dan (3) model final manajemen pelatihan IBM (a) perencanaan, (b) pengorganisasian, (c) pelaksanaan, dan (d) evaluasi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian dan pengembangan, yang dilaksanakan di Kota Surakarta. Subjek penelitian ini adalah guru IPS SMP. Data penelitian ini berupa data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian dan pengembangan adalah: (1) kondisi awal kompetensi guru masih rendah; (2) bentuk pelatihan yang dipakai sekarang ini kurang dapat meningkatkan kompetensi guru; (3) guru ingin meningkatkan kompetensinya melalui pelatihan IBM; (4) model manajemen pelatihan IBM yang dikembangkan mempunyai empat tahapan, yaitu: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi pelatihan; (5) tim pakar menilai model manajemen dan perangkat pelatihan IBM telah memenuhi prinsip-prinsip manajemen dan dapat digunakan untuk pelatihan guru; (6) peserta menilai model manajemen pelatihan IBM mudah dilaksanakan, dan bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi guru; (7) bentuk akhir model manajemen pelatihan IBM mempunyai empat tahapan, yaitu: perencanaan meliputi analisis kebutuhan, penetapan tujuan, desain program dan perangkat pelatihan; pengorganisasian meliputi penyusunan struktur organisasi, dan pembagian tugas; pelaksanaan meliputi kompetensi multikulturalisme, analisis KD, pengembangan silabus dan RPP, dan peer teaching; evaluasi meliputi program tindak lanjut, dan implementasi hasil pelatihan di lapangan. Saran ditujukan kepada: (1) guru (peserta pelatihan), agar mengimplementasikan hasil pelatihan IBM untuk meningkatkan kompetensinya; (2) PPPPTK PKn dan IPS, LPMP, dan Dinas Pendidikan, agar menerapkan model manajemen pelatihan IBM sebagai upaya peningkatan kompetensi guru; dan (3) para peneliti, dan pihak terkait lainnya untuk terus melakukan penelitian yang sejenis.

Kata Kunci: Pengembangan Model, Manajemen Pelatihan, Ilmu Pengetahuan Sosial, Multikultural, Kompetensi Profesional Guru.