Dr. Yulia Lanti Retno Dewi, dr, M.Si.
Lahir di Surakarta, 20 Maret 1961. Perempuan yang memiliki NIP 196103201992032001 adalah staf Pengajar pada Fakultas Kedokteran UNS. Riwayat pendidikan tinggi yang berhasil ditempuh adalah tahun 1987 lulus sarjana (S-1) dari Universitas Sebelas Maret pada bidang ilmu: Kedokteran, tahun 2003 berhasil menyelesaikan master (S-2) dari Universitas Sebelas Maret pada bidang ilmu: Ilmu Lingkungan, pada tahun 2009 lulus Sertifikat Pendidik dari Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia untuk bidang ilmu: Kesehatan Masyarakat, dan pada tahun 2012 telah berhasil menyelesaikan program Doktor (S-3) dari Universitas Sebelas Maret untuk bidang ilmu: Ilmu Lingkungan, Minat: Kesehatan Lingkungan. Judul dan ringkasan disertasi disajikan dalam 2 (dua) versi bahasa Indonesia dan English sebagai berikut.
PENGARUH IODISASI AIR MINUM DALAM KENDI TERHADAP KADAR IODIUM DAN KECERDASAN ANAK USIA 25-59 BULAN (di Kecamatan Ngargoyoso, Karanganayar, Jawa Tengah)
Anak prasekolah usia 25-59 bulan yang tinggal di daerah endemik kekurangan iodium termasuk golongan rentan terhadap gangguan akibat kekurangan iodium. Kecamatan Ngargoyoso termasuk daerah endemik berat kekurangan iodium. Selama ini belum ada penelitian suplementasi iodium pada kelompok usia tersebut.Penelitian ini  bertujuan menguji hipotesis bahwa suplementasi iodium melalui air minum yang ditempatkan dalam kendi dapat meningkatkan kadar iodium urin dan kecerdasan anak prasekolah usia 25-59 bulan.Sebuah rondomized, placebo controlled trial telah dilakukan di kecamatan Ngargoyoso. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-November 2011. Enam puluh tujuh anak usia 25-59 bulan dari 4 desa yang memenuhi kriteria (1) kadar iodium urin <100gµ/L, (2) sudah tidak mendapat ASI, (3) setuju ikut dalam keseluruhan penelitian; dan tidak menderita retardasi mental, gizi buruk, cacat bawaan atau keluarganya menderita gondok, diikut sertakan dalam penelitian ini. Mereka secara acak dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok iodium (n=33) dan kelompok plasebo (n=34). Kelompok iodium mendapat 100 µg KIO3 (2 tetes=0.1) setiap hari, dan kelompok plasebo mendapat 2 tetes (0.1 ml) air suling di dalam air kendi selama 12 minggu. Data awal dan 12 minggu pasca perlakuan yang meliputi kadar iodium dalam urin, intelligence quotient, status gizi, asupan gizi, sosial ekonomi, dan pola asuh anak dikumpulkan, dianalisis dan dibandingkan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100 µg KIO3 per hari meningkatkan kadar iodium dalam urin dari 62.45 (±26.21) µg/L menjadi 244.55 (±120.19) µg/L dan meningkatkan IQ dari 101.48 (±11.03) poin menjadi 110.27 (±9.40) poin. Faktor perancu terhadap perkembangan otak yang meliputi status gizi, asupan energi, protein, zat besi,  sosial ekonomi keluarga dan pola asuh anak pada kedua kelompok tidak menunjukkan perbedaan bermakna. Dapat disimpulkan bahwa perbaikan fungsi kognitif dalam penelitian ini semata-mata akibat penambahan iodium.Ringkasnya, penelitian ini menunjukkan bahwa KIO3 dapat digunakan secara efektif untuk suplementasi air minum. Kendi dapat diterima, murah dan terbeli.Suplementasi ini meningkatkan IQ sebesar 8.8 poin.Kata kunci: iodisasi air minum, kendi, kadar iodium urin, kecerdasan, prasekolah
















