Khairuddin

Khairuddin, S.Si., M.Phil., Ph.D.

Lahir di Sebasang, 18 Oktober 1970. Pria yang memiliki NIP 197010181997021001 adalah staf Pengajar pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNS. Riwayat pendidikan tinggi yang berhasil ditempuh adalah tahun 1996 lulus sarjana (S-1) dari Institut Teknologi Bandung pada bidang ilmu: Fisika, tahun 2002 berhasil menyelesaikan master (S-2) dari Sheffield  University, Inggris pada bidang ilmu: Polymer Physics , dan pada tahun 2012 telah berhasil menyelesaikan program Doktor (S-3) dari Sheffield hallam University, Inggris untuk bidang ilmu: Polymer Clay Nanocomposites.  Judul dan ringkasan disertasi disajikan dalam 2 (dua) versi bahasa Indonesia dan English sebagai berikut.
NANOCOMPOSITES TANAH LIAT-POLYVINYLALCOHOL: SERAPAN KOMPETISI ANTARA POLYVINYLALCOHOL DAN PLASTICIZER PADA TANAH LIAT JENIS NA-BENTONITE
Telah dilakukan studi kompetisi serapan antara poly(vinyl alcohol) (PVOH) dan dan plasticizers (PEG Mw 600 and 2000, M600 and quaternized M600) pada tanah liat. Hasil eksperiment menunjukkan jumlah plasticizer atau PVOH yang diserap oleh tanah liat meningkat sebanding dengan konsentrasi plasticizers atau PVOH yang diberikan. Kurva penyerapan mengikuti kurva serapan tipe Langmuir. Urutan affinitas terhadap tanah liat adalah PVOH, PEG2000, M600 and PEG600. Perubahan bertahap pada penyerapan di gallery tanah liat seiring peningkatan plasticizer yang diberikan dalam bentuk peningkatan d-spacing dimulai dari depleted single layer, full single layer, gabungan dari single and bilayer system, dan akhirnya full bilayer system. Untuk PVOH, multi-layers diamati dan juga mostly exfoliated structures ketika konsentrasi PVOH > 75 wt%. Efek thermal dan kelembaban lingkungan sangat mempengaruhi besarnya d-spacings dari PEG600/clay and PVOH/clay systems pada konsentrasi rendah (<17 wt%), namun untuk konsentrasi tinggi (>23 wt%) efek tsb tidak begitu berpengaruh. Stabilitas thermal PEG600 atau PVOH akibat tanah liat bergantung pada konsentrasi dan dengan demikian berkait dengan tipe strukturnya. Pelepasan (desorption) organic dari tanah liat dengan mencuci hingga 10 kali dengan air menunjukkan tidak semua organic terlepas dari tanah liat karena d-spacing dari organic/tanah liat tidak kolap ke nilai d-spacing tanah liat tanpa organic.
Untuk studi serapan kompetisi,  baik plasticizers (PEG600 or M600) maupun PVOH muncul di gallery tanah liat, dimana jumlah plasticizer maupun PVOH meningkat sebanding dengan plasticizer and PVOH yang diberikan. Jumlah PVOH yang diserap oleh tanah liat meningkat sedikit ketika PEG600 yang diberikan 1-30 pph, tetapi berkurang ketika M600 yang diberikan 30 pph, dan QM600 yang diberikan 1, 10, dan 30 pph; sementara jumlah PEG600 maupun M600 yang diserap oleh tanah liat berkurang ketika jumlah PVOH yang diberikan meningkat. Sampel yang dibuat dengan mencampuran PEG600 dengan tanah liat dulu sebelum menambahkan PVOH secara konsisten menunjukkan nilai d001-spacing dan puncak intensitas lebih tinggi dibandingkan sample yang dibuat dengan PEG600 dan PVOH dulu sebelum menambahkan tanah liat, atau mencampur PVOH dengan Tanah liat dulu sebelum menambahkan PEG600. Perbedaan ini terjadi karena cara penyusunan molekul dalam gallery Tanah liat, dan bukan karena kuantitas organic yang diserap oleh Tanah liat.
Tensile storage modulus, β, suhu α  and Ea of PVOH/clay systems meningkat sebanding dengan jumlah tanah liat; sementara trend sebaliknya terjadi untuk toughness dan damping propertiesnya. Reinforce Tanah liat PVOH menghasilkan pengurangan water permeability pada nanocomposites yang dihasilkan sebesar 8 kali ketika kandungan Tanah liat 50 wt%. Trend sebaliknya terjadi ketika 20 wt% PEG600 diberikan ke PVOH water permeabilitynya meningkat 4.4 kali. Reinforce tanah liat pada PVOH/PEG600 mengurangi water permeability dan  ≈23 wt% Tanah liat diperlukan untuk mengembalikan nilai WVTR pada nilai PVOH sendiri. Selain tanah liat, the kristaliniti PVOH juga mengurangi water permeability dari nanocomposites. Tingkat kristaliniti PVOH didentifikasi menggunakan FTIR dengan melihat rasio intensitas pada pita 1142 cm-1 dan 2942 cm-1 dimana  diperoleh rasio tsb meningkat dengan suhu pemanasan dan kandungan tanah liat tetapi menurun dengan waktu ketika diekspose pada kelembaban relative 85%. Lebih lanjut, intensitas puncak XRD pada ≈ 19 °2θ, yang berkait dengan kristaliniti PVOH meningkat dengan subu dan menurun dengan waktu eksposur untuk semua film. Kristallinity sampel sangat dipengaruhi oleh kandungan air, namun kristaliniti yang terbentuk tidak dapat hilang sepenuhnya setelah disimpan pada suhu 23 ºC dan kelembaban relative 85% selama 51 hari.