Produk & Penelitian

Dosen UNS Ajak Masyarakat Jebres Manfaatkan Sampah

By 29 August 2020 No Comments

UNS – Tim dosen dari riset grup Sosiologi Pedesaan, Program Studi (Prodi) Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di PKK RT 5 RW 27 Guwosari, Jebres selama bulan Juli dan Agustus ini. Tim ini diketuai oleh Dr. Ir. Sugihardjo, MS dan beranggotakan Dr. Ir. Eny Lestari, M.Si, Dr. Retno Setyowati, M.Si, Widiyanto, S.P., M.Si Ph.D dan Eksa Rusdiyana,S.P., M.Sc.

Tim dari UNS ini menjalankan program dengan judul ‘Pelatihan Manajemen Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Bank Sampah’ pada PKK RT 5 RW 27 Guwosari Jebres. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi anggota PKK untuk mengolah sampah rumah tangga baik organik maupun anorganik. Rumah tangga di Guwosari hampir setiap harinya menghasilkan sampah seperti kertas, plastik, dan limbah olahan makanan ataupun makanan sisa. Sayangnya, dari semua sampah rumah tangga tersebut sangat sedikit yang sudah memanfaatkan atau mengolahnya.

Nurul Ismail, ketua tim penggerak PKK RT 5 RW 27 Guwosari menerangkan bahwa selama ini sampah rumah tangga langsung dibuang ke tempat sampah dan diambil oleh tukang sampah keliling. Sebenarnya, ibu-ibu PKK paham bahwa sampah rumah tangga dapat dimanfaatkan namun terkendala karena kurangnya sarana.

“Ibu-ibu PKK sebetulnya memahami bahwa sampah rumah tangga masih berpotensi dimanfaatkan, sayangnya kemalasan dan ketiadaan sarana membuat ibu-ibu mengambil langkah praktis langsung membuangnya. Perilaku seperti ini yang dikhawatirkan meningkatkan produksi sampah di Kota Solo,” terang Nurul.

Salah satu tim dosen Eksa Rusdiyana,S.P., M.Sc. mengatakan, dalam kegiatan pengabdian masyarakat tersebut, selain memberikan edukasi memanfaatkan sampah, tim dosen UNS juga membagikan media tanam serta benih sayuran kepada masing-masing rumah tangga. Diharapkan, ibu-ibu PKK dapat memanfaatkan sampah rumah tangga menjadi suatu produk bermanfaat.
“Harapannya, ibu-ibu mulai terbiasa memanfaatkan air bekas cucian beras untuk menyiram tanaman, memanfaatkan limbah dapur untuk membuat eco enzim atau biopestisida serta memanfaatkan plastik bekas makanan sebagai media tanam dan dikomersialkan melalui bank sampah,” terang Eksa.

Keberadaan bank sampah yang belum ada di RW 27 Jebres, diharapkan dapat diinisiasi melalui pelatihan ini juga. Meskipun di perkotaan yang padat penduduk namun ibu-ibu PKK terlihat sangat antusias dalam melakukan penanaman tanaman sayuran yang telah dibagikan. Ibu-ibu berharap dari kegiatan ini muncul sikap kolektif bersama untuk memanfaatkan dan mengolah sampah menjadi lebih berguna. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti

Leave a Reply