UNS – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Agroteknologi Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil mengukir prestasi membanggakan dalam ajang Pendidikan Karya atau Pendikar 2025. Tim yang diberi nama Empuk Person ini menorehkan prestasi tersebut melalui cabang lomba Startup Innovation. Kompetisi tingkat nasional ini diselenggarakan secara daring oleh Departemen Pengembangan Karir dan Kewirausahaan BEM Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 2 April–1 Juni 2025.
Tim Empuk Person berhasil meraih juara dua dalam cabang Startup Innovation, salah satu dari lima cabang perlombaan yang dipertandingkan pada ajang Pendikar 2025. Tim ini terdiri dari tiga mahasiswa Program Studi Agroteknologi, yaitu Neva Shevanya Raya, Navi Atullaily Yarsiska, dan Radina Trikurniaini Sutigno. Karena seluruh anggota tim berasal dari latar belakang keilmuan yang sama, mereka memilih subtema lingkungan yang dinilai paling relevan dengan bidang studi mereka.
Subtema tersebut berfokus pada strategi pengurangan jejak karbon serta pemanfaatan teknologi ramah lingkungan sebagai solusi keberlanjutan. “Subtema ini berfokus pada strategi pengurangan jejak karbon serta pemanfaatan teknologi ramah lingkungan sebagai solusi keberlanjutan,” ujar Neva selaku Ketua Tim kepada uns.ac.id, Selasa (8/7/2025).
Dari gagasan tersebut, tim Empuk Person mengembangkan produk sabun multifungsi berbahan dasar belimbing wuluh bernama Beli-Mbing. Produk ini dapat digunakan untuk mencuci pakaian, mencuci piring, dan mencuci tangan. Melalui beragam fungsi tersebut, Beli-Mbing hadir sebagai solusi praktis sekaligus ramah lingkungan.
Dengan membawa tagline “Satu Produk, Tiga Solusi, Nol Polusi,” tim Empuk Person berharap Beli-Mbing dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi limbah domestik yang mencemari air. Selain itu, produk ini juga diharapkan mampu menurunkan jejak karbon secara signifikan. Produk ini dirancang tanpa kandungan bahan berbahaya seperti SLS, sehingga lebih aman bagi lingkungan. Inovasi ini menjadi wujud kontribusi mereka terhadap upaya pelestarian sumber daya air dan pembangunan berkelanjutan.
Ketua Tim, Neva, mengungkapkan bahwa tim Empuk Person mengetahui informasi lomba Pendikar 2025 melalui media sosial Instagram. Ramainya unggahan twibbon dari peserta lain mendorong mereka untuk menelusuri akun resmi Pendikar IPB. Setelah membaca buku panduan lomba, mereka pun memutuskan untuk mendaftar pada cabang Startup Innovation.
Untuk mengelola pekerjaan secara efektif, ketua tim menyusun sebuah worksheet yang berisi jadwal kerja, pembagian tugas antaranggota, dan pelacakan progres kerja. Perencanaan tersebut terbukti sangat membantu, terutama karena waktu yang disediakan untuk pengerjaan video proposal cukup singkat yaitu hanya lima hari. Meskipun demikian, tim mereka berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian lomba dengan lancar berkat koordinasi yang baik.
Selama perlombaan berlangsung, tim mereka mendapatkan berbagai wawasan dari para mentor yang disediakan oleh panitia. Bimbingan tersebut tidak hanya bersifat teknis tetapi juga memperluas pengetahuan mereka tentang dunia bisnis. Melalui kompetisi ini, para mahasiswa yang berasal dari jurusan non-bisnis belajar untuk menyusun model bisnis, menganalisis pasar, mengelola keuangan, dan merancang prototipe secara terstruktur.
Dalam proses pengerjaan karya, tim Empuk Person terlebih dahulu melakukan brainstorming untuk menentukan arah dan konsep inovasi. Kegiatan ini membantu mereka untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan membangun komunikasi yang saling menghargai antaranggota. Tim mereka juga menerapkan pembagian peran yang jelas, yaitu CEO sebagai ketua, CFO sebagai penanggung jawab keuangan, dan CMO sebagai pengelola strategi pemasaran.
Setelah mengikuti ajang Pendikar, tim Empuk Person berencana untuk terus aktif dalam perlombaan serupa, seperti cabang Business Plan yang masih sejalan dengan Startup Innovation. Selain itu, mereka meyakini bahwa keberanian untuk melangkah jauh lebih penting daripada menunggu rasa takut hilang. Prinsip yang selalu mereka pegang adalah, jika belum bisa mengalahkan rasa takut, maka tetaplah melangkah walau dalam ketakutan, sebab dari sanalah keberanian akan tumbuh.
Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa UNS mampu bersaing di tingkat nasional dengan ide-ide yang kreatif dan solutif. Melalui karya inovatif seperti Beli-Mbing, mereka menunjukkan kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, UNS terus mendorong mahasiswanya untuk aktif berkarya di berbagai bidang strategis sesuai minat dan kompetensinya. Pencapaian tim Empuk Person pun disambut baik oleh kampus sebagai motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berprestasi.
Humas UNS


















