Diversifikasi Olahan Tape, Tim KKN UNS Reguler 60 Dorong Peningkatan Nilai Jual Produk Desa Karanganyar

Diversifikasi Olahan Tape, Tim KKN UNS Reguler 60 Dorong Peningkatan Nilai Jual Produk Desa Karanganyar
Dengarkan artikel

Tim KKN UNS Reguler 60 melatih warga Desa Karanganyar, Grobogan, dalam diversifikasi olahan tape singkong untuk meningkatkan nilai jual produk unggulan desa. Pelatihan mencakup praktik empat jenis produk baru, branding, pengemasan, dan pemasaran guna membuka peluang usaha dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

UNS — Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Reguler 60 melaksanakan pelatihan diversifikasi produk makanan berbahan dasar tape di Desa Karanganyar, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan. Kegiatan ini bertujuan mendorong pengembangan produk turunan tape sekaligus meningkatkan nilai jual komoditas unggulan masyarakat Desa Karanganyar.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Karanganyar tersebut diikuti oleh para pengusaha tape dan ibu-ibu PKK. Dalam pelaksanaannya, Tim KKN UNS Reguler 60 menghadirkan Mas’udah, seorang pengusaha katering asal Jepara, sebagai narasumber yang memberikan materi sekaligus memandu peserta dalam praktik pengolahan berbagai produk berbahan dasar tape.

Penanggung jawab program, Muhammad Dzaki Suryana, Mahasiswa S-1 Teknik Industri UNS, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh besarnya potensi usaha tape di Desa Karanganyar yang masih dapat dikembangkan melalui diversifikasi produk.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan bahwa tape tidak hanya dapat dijual sebagai produk utama, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk turunan yang memiliki nilai tambah. Harapannya, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk mengembangkan usaha tape yang sudah berjalan,” jelas Dzaki.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara Tim KKN UNS Reguler 60 dengan Kepala Desa serta para pengusaha tape, sekitar 60 persen masyarakat Desa Karanganyar terlibat dalam produksi dan penjualan tape singkong. Produk tersebut bahkan telah dipasarkan hingga sejumlah wilayah, seperti Demak dan Semarang.

Meskipun telah memiliki pasar, sebagian besar usaha tape masyarakat masih dijalankan dalam skala rumah tangga dan secara mandiri. Pengembangan produk juga masih terbatas karena masyarakat belum banyak memiliki referensi untuk mengolah tape menjadi produk turunan lainnya. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk mengenalkan diversifikasi sebagai salah satu strategi meningkatkan nilai tambah produk tape.

Praktik Empat Produk Olahan Tape

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi dan demonstrasi oleh narasumber. Peserta kemudian dibagi menjadi empat kelompok untuk mempraktikkan pembuatan empat produk olahan tape, yaitu gabin tape, bolu tape, bolen tape, dan kue lumpur tape.

Peserta mengikuti setiap tahapan pembuatan secara langsung dengan pendampingan dari narasumber pada Kamis (23/7/2026). Melalui praktik tersebut, masyarakat memperoleh pengalaman dalam mengolah tape menjadi berbagai jenis makanan yang memiliki bentuk dan karakter produk berbeda.

Setelah praktik pembuatan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan materi mengenai branding, pengemasan, dan pemasaran produk. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya memiliki nama merek dan logo serta cara membuat kemasan yang lebih menarik dan mendukung ketahanan produk.

Narasumber juga memperkenalkan sejumlah strategi pemasaran yang dapat diterapkan masyarakat untuk memperluas jangkauan konsumen, mulai dari pemanfaatan online shop, kerja sama dengan reseller, sistem titip jual, hingga pemasaran melalui usaha katering.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Selain aktif mengikuti praktik pembuatan produk, peserta juga memperhatikan materi mengenai pengembangan produk dari sisi kemasan, identitas usaha, hingga strategi pemasaran.

Program tersebut mendapat respons positif dari Pemerintah Desa Karanganyar. Kepala Desa Karanganyar menilai kegiatan yang dilakukan Tim KKN UNS Reguler 60 memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam membuka wawasan baru mengenai pengembangan produk tape.

“Menurut saya, kegiatan ini sangat bermanfaat dan sangat berguna untuk meningkatkan nilai jual tape itu sendiri.

Selama ini tape banyak dijual sebagai produk utama, tetapi melalui kegiatan ini masyarakat mendapat gambaran bahwa tape juga bisa diolah menjadi berbagai produk lain yang lebih menarik,” ujar Parjo sebagai Kepala Desa Karanganyar.

Ia juga berharap pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat diterapkan dan dikembangkan setelah kegiatan KKN selesai. Dengan adanya variasi produk, usaha tape masyarakat diharapkan tidak hanya bertahan pada penjualan produk utama, tetapi mampu memiliki alternatif produk yang dapat menjangkau konsumen lebih luas.

Sebagai bagian dari keberlanjutan program, Tim KKN UNS Reguler 60 memberikan resep produk kepada peserta serta contoh desain kemasan dan logo yang dapat dijadikan referensi dalam mengembangkan usaha. Bekal tersebut diharapkan membantu masyarakat untuk mencoba kembali produk olahan tape secara mandiri.

Program ini tidak hanya berfokus pada keterampilan pengolahan makanan, tetapi juga memperkenalkan aspek pengembangan usaha, mulai dari diversifikasi produk hingga branding dan pemasaran. Dengan demikian, masyarakat memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai cara meningkatkan nilai tambah produk tape.

Kegiatan diversifikasi olahan tape ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya melalui penguatan usaha masyarakat, pengembangan keterampilan, serta peningkatan nilai ekonomi komoditas lokal.

Melalui program tersebut, Tim KKN UNS Reguler 60 berharap masyarakat Desa Karanganyar dapat terus mengembangkan tape sebagai produk unggulan desa. Diversifikasi produk diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan daya saing produk, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa tujuan utama pelaksanaan pelatihan diversifikasi olahan tape oleh Tim KKN UNS?

Pelatihan ini bertujuan mendorong pengembangan produk turunan tape dan meningkatkan nilai jual komoditas unggulan masyarakat Desa Karanganyar. Lihat di artikel

Produk olahan tape apa saja yang dipraktikkan dalam kegiatan KKN UNS?

Peserta mempraktikkan pembuatan empat produk olahan tape, yaitu gabin tape, bolu tape, bolen tape, dan kue lumpur tape. Lihat di artikel

Bagaimana Tim KKN UNS membantu masyarakat mengembangkan usaha tape lebih lanjut?

Tim KKN memberikan resep produk, contoh desain kemasan dan logo, serta materi mengenai branding dan strategi pemasaran untuk pengembangan usaha mandiri. Lihat di artikel

Apakah kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs)?

Ya, kegiatan ini mendukung SDGs nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan usaha masyarakat dan peningkatan nilai ekonomi komoditas lokal.