UNS – Research Group (RG) Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mendorong upaya pemanfaatan teknologi secara bijak dan tepat guna. Kegiatan terlaksana dalam skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UNS. Mereka mengusung tema “Pelatihan Artificial Intelligence (AI) Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Kreatif Anak Usia Dini Mendukung Keberhasilan SDGs”
Kegiatan berlangsung pada Senin (7/7/2025) dan bertempat di Pusat Kegiatan Gugus (PKG) PAUD Kota Surakarta, Jl. Veteran No. 261, Potrojayan, Serengan, Surakarta. Sebanyak 70 guru PAUD dari berbagai lembaga di bawah naungan PKG PAUD Kota Surakarta hadir sebagai peserta. Program ini merupakan wujud pengabdian kepada masyarakat yang juga difasilitasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS dan didukung oleh dana hibah Non-APBN.
Sebagian besar guru PAUD di PKG Kota Surakarta hingga kini masih menggunakan metode pembelajaran konvensional. Minimnya akses terhadap pelatihan dan pengetahuan tentang teknologi terkini menyebabkan lambatnya transformasi digital dalam proses belajar-mengajar di kelas PAUD. Padahal, anak usia dini adalah kelompok yang sangat cepat merespons pembelajaran visual, interaktif, dan inovatif.
Hal tersebut saat ini telah dapat difasilitasi oleh teknologi berbasis AI. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan juga merambah dunia pendidikan anak usia dini. Ketua tim pelaksana pengabdian, Dr. Upik Elok Endang Rasmani, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini hadir sebagai solusi atas kesenjangan tersebut. “Kami melihat pentingnya guru PAUD diberi pelatihan AI, bukan hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi sebagai fasilitator kreatif yang mampu merancang pengalaman belajar yang merangsang daya pikir kritis dan kreativitas anak,” ujar Dr. Upik saat membuka kegiatan.
Program ini merupakan hasil kerja sama erat antara UNS dan mitra komunitas, yaitu PKG PAUD Kota Surakarta. Pelatihan dilaksanakan dengan semangat kolaboratif dan pemberdayaan. Kegiatan ini juga menekankan pentingnya transformasi digital yang inklusif bagi tenaga pendidik anak usia dini.

Tim pengabdi terdiri dari dua dosen aktif Program Studi PG PAUD FKIP UNS, yakni Dr. Upik Elok Endang Rasmani, M.Pd., dan Anjar Fitrianingtyas, S.Pd., M.Pd. Keduanya telah memiliki rekam jejak dalam penelitian dan pengembangan pembelajaran berbasis teknologi untuk pendidikan anak usia dini.
Pelatihan ini terbagi ke dalam tiga pilar utama yang membekali guru dengan kemampuan praktis dan berorientasi pada hasil. Pertama, pengembangan Tools AI untuk Guru. Mereka diperkenalkan dengan berbagai storytelling tools berbasis AI dan media virtual. Fitur ini dapat membantu dalam mendesain pengalaman bercerita yang menyenangkan dan imajinatif. Misalnya, menggunakan generator cerita otomatis dengan visualisasi animasi untuk menggugah rasa ingin tahu anak.
Kedua, pemanfaatan Aplikasi AI Ramah Anak. Cakupannya meliputi pengenalan dan pemanfaatan gim edukasi berbasis AI serta chatbot edukasi. Fitur ini membantu anak dalam mengeksplorasi pengetahuan melalui permainan. Fokus utamanya adalah bagaimana alat-alat ini digunakan secara pedagogis untuk membangun kemampuan berpikir divergen dan memecahkan masalah.
Ketiga, penyusunan Panduan AI untuk Guru PAUD. Para peserta dilatih menyusun panduan praktis dalam penggunaan AI di kelas PAUD. Panduan ini memuat tips, skenario penggunaan, hingga evaluasi kegiatan berbasis teknologi, agar guru dapat mengadaptasikan materi sesuai konteks kelas masing-masing.
Kegiatan ini secara langsung mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada tujuan keempat, yakni pendidikan berkualitas. Melalui pelatihan ini, diharapkan kompetensi guru PAUD meningkat. Mereka akan mampu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21. “Kami ingin guru PAUD tidak lagi tertinggal dalam pemanfaatan teknologi. Justru mereka menjadi agen perubahan, menanamkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif kepada anak sejak usia dini,” ungkap Yuanita Kristiani Wahyu Widiastuti, M.Pd., selaku narasumber pelatihan.
Sementara itu, Maria Sri Widodo, S.Pd., Ketua PKG PAUD Kota Surakarta, mengapresiasi pelatihan ini sebagai langkah strategis memperkuat kapasitas guru di era digital. “Kami sangat berterima kasih kepada UNS. Kami berharap pelatihan ini bukan yang terakhir. Kami siap menjadi mitra strategis untuk kegiatan pengabdian berkelanjutan yang berdampak langsung pada mutu layanan PAUD,” ujarnya.
Pasca pelatihan, peserta diberikan tugas untuk merancang satu skenario pembelajaran kreatif berbasis AI yang akan diterapkan di kelas masing-masing. Langkah ini sebagai bentuk keberlanjutan program dan menjamin bahwa pelatihan tidak berhenti di tataran wacana. Tim Pengabdi juga membuka ruang konsultasi lanjutan secara daring untuk mendampingi guru yang mengalami kesulitan dalam proses adaptasi dan penggunaan teknologi dalam kegiatan pembelajaran.
Dengan adanya kegiatan ini, UNS berharap dapat menjadi pionir dalam mendorong transformasi pendidikan anak usia dini yang berbasis teknologi namun tetap berakar pada nilai-nilai pendidikan yang humanis dan menyenangkan. “Kami tidak ingin guru menggantikan peran mereka dengan mesin, tapi justru memanfaatkan AI sebagai alat bantu untuk membebaskan waktu dan energi mereka agar bisa lebih fokus pada interaksi manusiawi dengan anak,” tegas Dr. Upik.
Ke depan, tim RG Manajemen PAUD akan menyusun modul pelatihan digital dan mengembangkan platform pembelajaran berbasis AI khusus untuk guru PAUD di daerah-daerah yang belum tersentuh pelatihan serupa. Pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan AI ini menjadi bukti nyata bahwa guru PAUD siap bertransformasi. Dengan langkah kecil ini, UNS berharap dapat terus menanamkan nilai-nilai pembaruan dan keberlanjutan dalam dunia pendidikan Indonesia.
Humas UNS



















