Mahasiswa S3 Ilmu Keolahragaan FKOR UNS, Andhica Harfie Herawan, mengembangkan instrumen Young Takraw Specific Skill Test (YTSST) untuk mengukur keterampilan sepak takraw usia 12–16 tahun. Instrumen ini diujikan dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor pada 19 Agustus 2026 di Aula FKOR UNS dengan meraih predikat sangat memuaskan.
UNS — Keterampilan dalam permainan sepak takraw tidak hanya ditentukan oleh kemampuan fisik atlet, tetapi juga kemampuan merespons situasi permainan yang terus berubah. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan Young Takraw Specific Skill Test (YTSST), sebuah instrumen untuk memahami, mengukur, dan mengevaluasi keterampilan sepak takraw pada kelompok usia 12–16 tahun.
Instrumen tersebut dikembangkan oleh Andhica Harfie Herawan dalam disertasinya pada Program Studi Doktor (S3) Ilmu Keolahragaan Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Andhica menjelaskan, karakter permainan sepak takraw yang dinamis membuat pengukuran keterampilan perlu mempertimbangkan kondisi permainan yang dihadapi atlet. Salah satu karakteristik yang menjadi perhatian adalah perbedaan antara close skill dan open skill.
“YTSST – Young Takraw Specific Skill Test sebagai pedoman komprehensif untuk memahami, mengukur, dan mengevaluasi tes keterampilan sepak takraw. Melalui buku ini, pembaca diajak mengenali tes keterampilan sepak takraw yang sesuai dengan keadaan permainan yang selalu bergerak atau berubah,” jelas Andhica.
Close skill merupakan keterampilan yang dilakukan dalam kondisi lingkungan yang relatif stabil dan dapat diprediksi. Sementara itu, open skill dilakukan dalam lingkungan yang terus berubah sehingga atlet dituntut mampu menyesuaikan respons terhadap situasi permainan.
“Contoh dari keterampilan open skill adalah penerimaan servis sepak takraw. Atlet harus mampu merespons kondisi permainan yang terus berubah,” ungkapnya.
Selain karakteristik keterampilan, YTSST juga mempertimbangkan sejumlah aspek fisik yang mendukung performa dalam permainan sepak takraw. Aspek tersebut meliputi daya ledak otot tungkai, fleksibilitas, kelincahan, koordinasi, dan daya tahan.
Menurut Andhica, YTSST tidak hanya menawarkan instrumen pengukuran, tetapi juga dilengkapi petunjuk pelaksanaan yang sistematis. Instrumen tersebut mencakup alat yang digunakan, prosedur pelaksanaan, serta kriteria yang dapat digunakan dalam proses penilaian.
“Buku ini juga menyajikan petunjuk pelaksanaan tes yang sistematis untuk menilai keterampilan tersebut, dilengkapi alat, prosedur, serta kriteria pelaksanaan. Tes ini bermanfaat bagi pelatih, atlet, dan praktisi olahraga dalam memantau perkembangan keterampilan,” katanya.




Dengan pendekatan tersebut, YTSST diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu instrumen pendukung dalam proses pemantauan perkembangan keterampilan atlet sekaligus membantu pelatih mengevaluasi program latihan yang diberikan.
“Pada akhirnya, YTSST tidak hanya menjadi kumpulan instrumen tes, melainkan juga sarana untuk evaluasi program latihan dan keterampilan anak atau atlet sepak takraw,” imbuh Andhica.
Dari Instrumen Pengukuran hingga Pembinaan Atlet
Pengembangan instrumen pengukuran keterampilan memiliki posisi penting dalam proses pembinaan olahraga. Pengukuran yang sistematis dapat memberikan informasi mengenai kemampuan atlet dan menjadi salah satu dasar dalam memantau perkembangan keterampilan dari waktu ke waktu.
Melalui YTSST, Andhica berupaya menghadirkan pedoman pengukuran yang secara khusus dikembangkan untuk keterampilan sepak takraw pada kelompok usia 12–16 tahun. Instrumen tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pelatih, atlet, maupun praktisi olahraga dalam proses evaluasi dan pembinaan.
Pengembangan YTSST menjadi bagian dari disertasi Andhica yang berhasil dipertahankan dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor (S3) Ilmu Keolahragaan FKOR UNS pada Rabu (19/8/2026) di Aula FKOR UNS.
Dalam ujian tersebut, Andhica Harfie Herawan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,97 dengan predikat sangat memuaskan. Ia tercatat sebagai Doktor ke-37 Program Studi S3 Ilmu Keolahragaan FKOR UNS dan Doktor ke-1.323 UNS.
Penyelesaian studi doktor tersebut menambah kontribusi akademik FKOR UNS dalam pengembangan ilmu keolahragaan, termasuk melalui penelitian yang berorientasi pada pengembangan instrumen dan penguatan proses pembinaan olahraga.
Melalui pengembangan YTSST, Andhica diharapkan dapat melanjutkan kontribusinya dalam pengembangan ilmu keolahragaan, khususnya dalam pengukuran dan evaluasi keterampilan pada cabang olahraga sepak takraw.
HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa itu YTSST yang dikembangkan oleh mahasiswa UNS?
YTSST atau Young Takraw Specific Skill Test adalah instrumen untuk memahami, mengukur, dan mengevaluasi keterampilan sepak takraw pada kelompok usia 12–16 tahun. Lihat di artikel
Siapa pengembang instrumen Young Takraw Specific Skill Test?
YTSST dikembangkan oleh Andhica Harfie Herawan melalui disertasinya pada Program Studi Doktor Ilmu Keolahragaan FKOR UNS. Lihat di artikel
Kapan ujian promosi doktor pengembangan YTSST dilaksanakan?
Ujian Terbuka Promosi Doktor tersebut dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2026 di Aula FKOR UNS. Lihat di artikel



















