UNS— Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNS kelompok 203 Periode Juli-Agustus 2025 menginisiasi program penanaman pohon sengon dan pemasangan lubang resapan biopori di Dusun Brenggalan, Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo. Program ini menjadi bagian dari tema besar KKN bertajuk “Edukasi Pendampingan Pemberdayaan Masyarakat dalam Penguatan SDGs”, dengan fokus pada “Optimalisasi Potensi dan Solusi Permasalahan Tiyaran”.
Kegiatan penanaman pohon dan biopori ini menyasar wilayah RT 1 RW 5 Dusun Brenggalan yang merupakan daerah kerap terdampak banjir musiman. Kegiatan ini dilaksanakan pada 28 Juli 2025 lalu sebagai langkah antisipatif menghadapi musim penghujan.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi risiko banjir di kawasan ini, sekaligus sebagai kontribusi nyata kami dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-13 tentang penanganan perubahan iklim,” ujar Victonia Anggraini, mahasiswa Pendidikan Ekonomi UNS, yang menjadi salah satu penanggung jawab program kepada uns.ac.id, Rabu (20/8/2025).

Nesha Ardianti Eka Putri, mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin UNS yang juga menjadi penanggung jawab program, menambahkan bahwa metode pelaksanaan dilakukan secara langsung bersama warga. “Kami tidak hanya menanam pohon, tapi juga melakukan pemasangan lubang biopori sebagai teknologi sederhana yang efektif dalam meningkatkan daya serap tanah,” ungkapnya.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Dusun Brenggalan, Widodo, dan Ketua RT 1/RW 5, Wagimo. Keduanya menyambut baik inisiatif mahasiswa karena dinilai selaras dengan kebutuhan lingkungan setempat.
Dengan semangat pemberdayaan berkelanjutan, kelompok KKN UNS kelompok 203 yang beranggotakan 10 orang tersebut berharap program ini dapat menjadi langkah awal yang konsisten untuk menciptakan lingkungan yang lebih tangguh menghadapi perubahan iklim, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan. HUMAS UNS

















