37 Mahasiswa Asing UNS Resmi Dilantik

Wakil Rektor bidang Akademik, Sutarno memberi jas almamater UNS kepada perwakilan mahasiswa asing.
Wakil Rektor bidang Akademik, Sutarno memberi jas almamater UNS kepada perwakilan mahasiswa asing.
Wakil Rektor bidang Akademik, Sutarno memberi jas almamater UNS kepada perwakilan mahasiswa asing.
Wakil Rektor bidang Akademik, Sutarno memberi jas almamater UNS kepada perwakilan mahasiswa asing.

Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta diwakili Wakil Rektor bidang Akademik, Sutarno melantik sebanyak 37 mahasiswa asing di Kantor Pusat dr. Prakosa, Jumat siang (04/09/2015). Pelantikan mahasiswa baru yang berasal dari lima kawasan internasional, yakni Asia Tenggara, Eropa, Amerika, Afrika, dan Papua Nugini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan orientasi yang diselenggarakan UPT Layanan Internasional.

Mahasiswa asing yang melakukan studi di UNS tersebut berasal dari berbagai program beasiswa. Di antaranya yaitu Darmasiswa, KNB, AIMS, BIPA, Reguler, dan Beasiswa UNS. Lama studi dan konsentrasi bidang ilmu yang mereka pilih pun bermacam-macam. Ada yang khusus belajar bahasa Indonesia, melakukan student exchange selama satu semester, dan lain sebagainya.

Kenalkan Solo

Selain pengenalan dan pelantikan sebagai mahasiswa UNS, mahasiswa asing juga diberi pengarahan dari Kantor Imigrasi Kelas I Surakarta dan Kepolisian Resor Surakarta. Masalah keimigrasian dan seputar tindak kejahatan yang tidak boleh dilakukan dibahas dalam kesempatan tersebut. Dalam arahannya, Kepolisian Resor Surakarta yang diwakili oleh Muhtar memberi saran agar mahasiswa asing senantiasa menaati hukum yang berlaku di Indonesia dan memahami culture atau budaya Solo. Dua hal tersebut, lanjutnya merupakan hal penting untuk dapat menempuh studi di UNS Surakarta dengan baik.

Orientasi mahasiswa asing tersebut akan dilanjutkan pada Sabtu (05/09/2015) dan Minggu (06/09/2015). Pada hari Sabtu mahasiswa asing diajak mengenal kota Solo dengan menyusuri city walk dan berkeliling kota menaiki transportasi umum. Mahasiswa baru diajak menyusuri city walk melewati Togamas, Solo Grand Mall, Loji Gandrung, Sriwedari, Museum Batik Radya Pustaka, Museum Batik Danarhadi, toko buku Gramedia. Kemudian pada hari Minggu, mereka akan mengunjungi Candi Cetho, Jumog, dan Kemuning sebagai salah satu cara mengenalkan budaya. [](afifah.red.uns.ac.id)