UNS — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berkolaborasi dengan Center of Social and Political Research (Censor) FISIP UNS menyelenggarakan webinar bertajuk Build an Outstanding Personal Branding in Digital Era. Dengan slogan “Be the real you, be the best of you”, webinar ini mengupas ilmu personal branding di era digital yang sangat bermanfaat khususnya bagi mahasiswa. Kegiatan berlangsung melalui Zoom Cloud Meeting serta diikuti lebih adri 80 peserta pada Sabtu (22/5/2021).
“Webinar kali ini mengambil tema personal branding dengan harapan para khalayak umum, khususnya generasi milenial, dapat mengetahui seberapa pentingnya personal branding di era digital,” ujar M. Thoriq Setiawan selaku ketua pelaksana kegiatan.
Webinar dipandu oleh Rr. Diandri Putri, Mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi angkatan 2019 FISIP UNS. Pembicara inspiratif diisi oleh Muflih Dwi Fikri, CEO & Founder Global Millenial (GM) Group sekaligus mahasiswa Prodi Hubungan Internasional angkatan 2017 FISIP UNS. Bagi Muflih, dalam membangun personal branding perlu untuk menentukan apa yang diinginkan oleh diri sendiri. Personal branding tidak melulu identik dengan menampakkan diri melalui dokumentasi visual seperti gambar yang menunjukkan penampilan diri. Muflih pun menjelaskan bahwa personal branding dapat dilakukan dengan membagikan cerita ataupun pengalaman melalui tulisan.
“Ini konteksnya instagram, kamu bisa sharing ceritamu. Kamu cerita gimana perjuanganmu kuliah misalnya. Tulis aja dalam bentuk microblog, post carousel. Jadi kamu nggak perlu nunjukin fotomu,” saran Muflih.

Muflih memberikan saran lain apabila melakukan personal branding pada media lain, seperti Linked.in, hal tersebut dapat dilakukan dengan menceritakan pencapaian berarti dalam hidup. Tidak lupa juga tetap menentukan arah personal branding yang diinginkan. Penyampaian dengan tulisan tentu diharapkan tetap memberikan kenyamanan bagi seseorang yang kurang menyukai personal branding melalui gambar diri.
Keberhasilan dalam mencapai personal branding bukan menjadi hal yang mudah. Setiap individu perlu mengetahui alasan kegagalan seseorang dalam membangun personal branding. Mentor menjadi salah satu hal yang direkomendasikan guna memunculkan perspektif dan pandangan baru. Muflih pun menjelaskan di era sekarang ini cukup mudah untuk mencari mentor baik via online maupun mentor terdekat seperti teman dan senior dalam suatu organisasi.
“Kasih value kegagalan kalian. Pelajari kegagalan kalian, maafkan diri kalian, dan bangun sesuatu yang baru,” tutur Muflih.
Apabila personal branding telah dianggap tidak cocok lagi dengan diri seseorang, hal tersebut tentu masih dapat diubah dengan sedikit usaha lebih. Muflih menuturkan bahwa membangun ulang personal branding baru adalah dengan menghapus semua jejak personal branding lama yang ingin diubah.
“Yang pertama banget adalah bangun circle baru sebenarnya. Jadi bangun dulu circle baru, ketemu orang baru, keluar dari circle yang itu. Kalian tunjukin (bahwa) kalian sudah jadi orang yang berubah,” jelas Muflih.
“Hapus semua masa lalunya. Take down foto-foto yang menurutmu nggak penting,” tambahnya.
Menanggapi pertanyaan moderator mengenai platform yang efektif untuk membangun personal branding yang mendukung karier profesional. Muflih menjawab bahwa Linked.in menjadi platform yang tepat.
“Kalau kalian mau mencari professional experience, mau dapat scholarship, mau dapat hal yang lebih professional life (jawabannya) Linked.in,” jelas Muflih. Humas UNS
Reporter: Rangga Pangestu Adji
Editor: Dwi Hastuti
















