Bagaimana Cara Memajukan Sektor Keuangan Digital Indonesia? Berikut Jawabannya dalam UNS Digital Innovation Festival 2021

Bagaimana Cara Memajukan Sektor Keuangan Digital Indonesia? Berikut Jawabannya dalam UNS Digital Innovation Festival 2021

UNS — Pusat Unggulan Iptek (PUI) Center for Fintech and Banking Universitas Sebelas Maret (UNS Fintech Center) menggelar UNS Digital Innovation 2021 untuk mengulas peluang Indonesia dalam memajukan sektor keuangan digital.

Dalam acara yang digelar melalui Zoom Cloud Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube UNS, UNS Digital Innovation 2021 dihadiri secara daring oleh Rektor UNS Prof. Jamal Wiwoho dan President of Global Fintech Institute (GFI), Prof. David Lee Kuo Chuen.

Selain itu, UNS Digital Innovation 2021 turut menghadirkan sejumlah pembicara, baik dari dalam maupun luar negeri.

Mereka adalah Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Institute dan Keuangan Digital, Imansyah, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), Rulli Nuryanto, VP Operations and Technology APL (Icio Community) Dannarjaya Harinta Sri, peneliti PUI UNS Fintech Center, Dr. Taufiq Arifin, Founder of Schulter Research Paul Schulte, dan Investor and Mentor of Fintech Startups, Dr. Pei Sai Fan.

Sebagai pembicara pertama, Rulli Nuryanto, mewakili Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyinggung soal “Enam Program Strategis Kemenkop UKM” sepanjang tahun 2021 ini.

Program tersebut meliputi mendorong berkembangnya koperasi modern, transformasi usaha mikro di sektor informal menjadi formal, mendorong pelaku UKM untuk masuk ke pasar ekspor, peningkatan rasio kewirausahaan, dan mengakselerasi penyerapan produk UMKM lewat belanja pemerintah.

Kemudian, masih ada program penguatan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) untuk menyalurkan Dana Bergulir bagi koperasi yang diarahkan ke sektor riil dan difokuskan kepada sub sektor pertanian, kehutanan, peternakan, perikanan, perkebunan, dan UKM Strategis.

“Saat ini kami juga terus konsisten mendorong pelaku UKM untuk boarding ke dalam ekosistem digital, seperti melalui pendampingan UKM dalam meningkatkan komersialisasi dengan program pelatihan online optimalisasi di pasar digital,” terang Rulli Nuryanto.

Bagaimana Cara Memajukan Sektor Keuangan Digital Indonesia? Berikut Jawabannya dalam UNS Digital Innovation Festival 2021

Di hadapan peserta UNS Digital Innovation 2021, ia mengatakan sektor UKM mendapatkan perhatian spesial dari pemerintah sebab UKM dinilai memiliki peran penting bagi perekonomian nasional.

Hal itu dibuktikan dengan jumlah UKM sebanyak 64,2 juta yang memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 61,07% dan investasi sebesar 60,42%. Rulli Nuryanto menyebut sektor UKM juga mampu menyerap tenaga kerja paling besar, yaitu sebesar 97,02% dari total angkatan kerja yang ada.

“Namun, kita juga masih menghadapi tantangan, yaitu jumlah UKM yang besar tersebut ternyata belum sejalan dengan rasio kewirausahaan di Indonesia yang relatif masih rendah, yaitu masih di kisaran angka 3,4%,” ujarnya.

Dengan adanya permasalahan tersebut, Rulli Nuryanto mengatakan Kemenkop UKM akan mendorong sektor UKM untuk menciptakan lapangan pekerjaan dalam satu ekosistem, cepat beradaptasi dalam mengikuti perubahan, dan membaca permintaan pasar serta beralih dari konvensional menjadi digital.

Menyambung pemaparan materi Rulli Nuryanto, Imansyah mewakili Ketua DK OJK Prof. Wimboh Santoso, membahas soal potensi dan tantangan ekonomi digital di Indonesia, kemenangan cepat transformasi digital dalam layanan keuangan, dan inisiatif OJK untuk mempercepat transformasi digital.

Pertama, soal potensi dan tantangan ekonomi digital di Indonesia, Imansyah mengatakan Indonesia berpeluang mencatatkan nilai transaksi digital pada tahun 2025 sebesar USD 150 Miliar dan diprediksi akan menjadi negara dengan ekonomi digital nomor satu di Asia Tenggara.

Bagaimana Cara Memajukan Sektor Keuangan Digital Indonesia? Berikut Jawabannya dalam UNS Digital Innovation Festival 2021

“Potensi ekonomi digital Indonesia juga didukung dengan peningkatan tertinggi pada penduduk kelas menengah dimana pada tahun 2030 diproyeksikan 15 juta orang Indonesia merupakan kelas menengah,” papar Imansyah.

Kedua, soal kemenangan cepat transformasi digital dalam layanan keuangan, Imansyah menyampaikan hal itu dapat diraih dengan mengembangkan inovasi yang bertanggung jawab di sektor jasa keuangan, transformasi digital yang mendukung stabilitas keuangan, tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional, dan mendukung perlindungan konsumen dan meningkatkan inklusi keuangan.

“Dan yang terakhir OJK akan terus mengembangkan beberapa aspek, diantaranya memberikan sertifikasi pelatihan untuk meningkatkan kapabilitas pengawasan yang relevan dengan perkembangan teknologi, pengembangan pengelolaan integritas data yang akan dilakukan, serta kami sedang memperkuat diri,” pungkas Imansyah. Humas UNS

Reporter: Yefta Christopherus AS
Editor: Dwi Hastuti