UNS – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Tarhib Ramadan 1446 H. Kegiatan ini berlangsung secara luring di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS Kamis (27/2/2025). Tarhib ini digelar dalam rangka menyambut Ramadan tahun ini.
UNS menghadirkan Dr. K.H. Abdulloh Faishol, M.Hum., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said (RMS) Surakarta sebagai narasumber. Turut hadir Pimpinan UNS, Senat Akademik (SA), Dewan Profesor UNS, Pimpinan Fakultas, Pimpinan Direktorat, serta para tamu undangan lainnya.
Kegiatan dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Zaki Nugrah Maulana Syarif, mahasiswa Program Studi (Prodi) Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNS. Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UNS, Prof. Dr. E. Muhtar, S.Pd., M.Si., CFrA., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Ramadan hadir dengan penuh keberkahan dan kemuliaan. Ini menjadi pertanda terbukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka. Beliau berharap, seluruh sivitas akademika UNS dapat dikuatkan untuk melaksanakan setiap ibadah di Bulan Ramadan dengan penuh.
“Semoga dengan peningkatan kualitas ibadah juga dapat meningkatkan kualitas kinerja sivitas akademika UNS,” harap Prof. Muhtar.



Begitu pula sebaliknya, Prof. Muhtar berpesan agar segala tugas yang diemban sivitas akademika UNS tidak mengurangi sedikitpun semangat beribadah di Bulan Ramadan. Beliau mengajak seluruh peserta tarhib untuk antusias menyambut kemuliaan bulan ini. Ramadan membuka kesempatan berharga bagi setiap muslim untuk meningkatkan kualitas diri. Keimanan manusia sebagai hamba Tuhan akan membawa mereka pada predikat mutakin, yaitu orang-orang yang bertakwa.
Ust. Abdulloh dalam tausiahnya menyampaikan bahwa rutinitas kajian tarhib menyambut Ramadan di UNS merupakan sebuah kebiasaan yang baik. Kebiasaan yang beragam juga terdapat di sejumlah daerah lain. Misalnya, budaya Sadranan menjelang Ramadan dengan berkunjung ke rumah tetangga, menyuguhkan makanan dan saling memaafkan. Adapun Sadranan yang dilakukan dengan berziarah ke keluarga dan kerabat untuk mengalirkan doa. Beberapa contoh budaya tersebut memiliki makna silaturahmi dan saling memberi maaf atas kesalahan yang telah lalu jelang melaksanakan Ibadah dalam Bulan Ramadan.
Selain itu, Beliau menyinggung mengenai motivasi orang-orang dalam melaksanakan Puasa Ramadan. Realita masyarakat menunjukkan bahwa Puasa Ramadan bukan hanya sekadar dijadikan sebagai bentuk peribadatan kepada Allah SWT. Di samping itu, Puasa Ramadan menjadi momentum meningkatkan kesehatan tubuh.
“Motivasi puasa itu ada dua hal, menjalankan perintah dari Allah SWT dan menjaga kesehatan,” tutur Ust. Abdulloh.
Peserta Tarhib Ramadan 1446 H di UNS juga diingatkan mengenai pentingnya zakat fitrah dan persiapan diri mencari Malam Lailatulqadar. Terdapat banyak keberkahan yang tersimpan dari hal tersebut. Serba-serbi inilah yang perlu diingat oleh umat Muslim dalam menyambut Bulan Suci Ramadan.
Humas UNS
Reporter: R. P. Adji
Redaktur: Dwi Hastuti















