UNS— Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com, Hons, Ph. D, Ak, mengajak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan untuk menggandeng generasi milenial dalam pengembangan daerah. Hal tersebut disampaikan Prof. Djoko saat menjadi narasumber dalam acara Webinar yang diselenggarakan Litbang Bappeda Kabupaten Grobogan dengan tema `Strategi Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasis Pertanian, Pariwisata dan Industri Kreatif` pada Senin (14/12/2020).
Dalam paparannya, Prof. Djoko mengatakan bahwa Kabupaten Grobogan dengan jumlah penduduk 1.473.431 orang dan memiliki banyak UMKM serta kawasan yang sangat indah merupakan aset yang berharga, terlebih jika mampu dikembangkan secara optimal. Terutama di masa pandemi, yang harus mampu beradaptasi dengan berbagai kreasi digital.
“Banyak potensi aset di Grobogan diantaranya Aliran Kali Lusi, Api Abadi Mrapen, Bledug Kuwu, Hutan Jati, Kereta Api, Bukit Kendeng, Gua Macan, hamparan lahan pertanian dan juga kuliner. Ini semua masih perlu dioptimalkan pemanfaatannya untuk lebih mensejahterakan masyarakat dan juga mengangkat nama Grobogan,” terang Prof. Djoko.
Prof. Djoko menambahkan, hal mendasar yang harus dilakukan Pemkab Grobogan untuk beradaptasi adalah dengan mengelola aset daerah menjadi lebih produktif. Kemudian mengubah mental birokratis menjadi jiwa enterpreneur yang berani berfikir dan bertindak kreatif, inovatif dan visioner, penerapan new public management serta memiliki leadership yang kuat.
Menurutnya, pilih leading sector
yang bisa mengangkat sektor lainnya, apakah wisata agro atau wisata budaya. Ekonomi kreatif mengikuti leading sector yang dipilih. Paling memungkinkan berdasar kawasan, misalnya Pulokulon yang berkarakteristik pertanian. Kawasan ini bisa didorong memblanded dengan wisata dan diblow-up dengan media digital.
“Banyak potensi alam di Grobogan yang perlu digarap dengan lebih baik. Tempat-tempat wisata yang menarik bisa dikelola dan dikolaborasikan dengan kegiatan yang menampilkan budaya lokal. Kemudian di setiap event harus diviralkan melalui media sosial,” tegas Prof. Djoko.
Pengelolaan aset wisata yang lebih kreatif dan inovatif akan sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar secara keseluruhan. Kegiatan ekonomi pun akan bergulir terus dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Grobogan.
Berulang-ulang Prof. Djoko mengajak kepada peserta webinar untuk berani berfikir out of the box. Yaitu harus keluar dari rutinitas, harus memiliki pemikiran yang lebih kreatif, inovatif dan visioner dan juga perlu menggandeng para anak muda generasi milenial yang memahami teknologi untuk lebih mengangkat nama Grobogan melalui media-media sosial.
Di akhir paparannya, Prof. Djoko menyampaikan beberapa strategi pengembangan ekonomi kreatif yang bisa dilakukan di Grobogan. Diantaranya dengan mengadakan lomba desa wisata tingkat kecamatan dan kabupaten, berikan reward untuk pemenang lomba desa wisata, viralkan dan gunakan Medsos. Dalam hal ini Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa diajak untuk bergerak. Siapkan juga semua keperluan seperti kuliner, souvenir dan sebagainya.
Selain itu, kunjungan kelembagaan secara bergiliran dan selalu kreatif membuat agenda kegiatan, hadirkan pejabat pusat dan orang berpengaruh dan minta dukungannya, ajak komunitas Grobogan yang di luar kota terutama yang sukses untuk berkumpul di desa wisata . Humas UNS
Reporter: Dwi Hastuti


















