Empat Mahasiswa PKh UNS Ukir Prestasi pada Lomba Kover Lagu Bahasa Isyarat

Empat Mahasiswa PKh UNS Ukir Prestasi pada Lomba Kover Lagu Bahasa Isyarat

UNS — Empat mahasiswa Pendidikan Khusus (PKh) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil meraih juara dua pada lomba kover lagu bahasa isyarat tingkat nasional. Ajang ini digelar oleh Pusat Layanan Disabel (PLD) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam rangka merayakan hari ulang tahun PLD UIN Sunan Kalijaga yang ke-14. Semua rangkaian kegiatan lomba dilaksanakan secara daring.

Keempat mahasiswa yang mencetak prestasi tersebut adalah oleh Wafi Erena, Andika Arfiana Putri, Aulia Yumna Zharifah, dan Yasmine Raudhah. Tidak ada ketentuan khusus terkait lagu apa yang dikover. Maka, keempat mahasiswa PKh tersebut menjatuhkan pilihan untuk melakukan kover lagu berjudul Tenang yang dibawakan oleh Yura Yunita. Yasmine, salah satu anggota tim mengaku bahwa mereka memilih lagu Tenang karena sesuai dengan kondisi mereka saat itu.
“Kami mengambil lagu ini karena sesuai dengan kondisi kami yang sedang hectic saat itu karena bertepatan dengan pekan UAS. Dalam teknisnya, kami melakukan shooting sendiri di rumah atau daerah masing-masing sesuai bagian-bagian yang telah ditentukan,” terang Yasmine, Jumat (9/7/2021).

Dalam belajar bahasa isyarat, Yasmine dan kawan-kawannya belajar secara otodidak dari Youtube. Selain itu, mereka meminta bantuan dari kakak tingkat dari UNS maupun luar UNS yang mereka kenal mengenai beberapa kosakata yang tidak diketahui. Setelah melalui pembelajaran dan mengumpulkan video, akhirnya mereka dinyatakan sebagai pemenang 2 pada Rabu (30/6/2021). Yasmine merasa senang dan terkejut atas pencapaian ini.
“Pastinya kaget dan senang sekali karena sebelumnya memang agak nggak yakin ya. Ini videonya, kan produk hasil kebut, mungkin bahasa isyarat di dalamnya juga nggak keterima. Apalagi, kami masih mahasiswa semester dua yang masih butuh belajar untuk menguasai bahasa isyarat. Tapi alhamdulillah, kita dikasih kesempatan untuk menang dan menjadi karya terbaik kedua,” ungkap Yasmine.

Dalam lomba ini, mereka mengumpulkan video pada panitia melalui Google Form. Di dalamnya, terdapat video kover lagu Tenang. Butuh empat hari dalam memproses video ini.

Ke depannya, Yasmine mewakili teman-temannya berharap agar bahasa isyarat lebih populer di masyarakat.
“Harapan ke depannya, dengan banyaknya lomba-lomba yang melibatkan penggunaan bahasa isyarat seperti ini, bisa memperkenalkan dan membangun kedekatan masyarakat dengar dengan tuli. Semoga dengan banyaknya karya-karya yang diciptakan dari lomba-lomba seperti ini, membuat masyarakat bisa menghargai penggunaan bahasa isyarat dan menjadikan bahasa isyarat lebih dikenal dan menarik banyak orang untuk mempelajarinya,” pungkasnya. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti