UNS– Fakultas Kedokteran (FK) Univeristas Sebelas Maret (UNS) Surakarta resmi melaunching kegiatan Pengabdian Masyarakat (Abdimas) dalam rangka penanganan Covid-19. Sebagai bentuk tanggap terhadap kondisi saat ini, FK UNS mendorong mahasiswanya untuk berkontribusi bagi masyarakat. Launching ini dilakukan secara online dengan dibuka oleh Dekan FK, Prof. Reviono pada Selasa (5/5/2020).
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FK UNS, Dr. Selfi Handayani, melaporkan bahwa terdapat 88 mahasiswa FK dengan rincian 81 mahasiwa dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Dokter dan 7 mahasiswa dari Prodi Psikologi berpartisipasi dalam agenda tersebut. Selain itu, terdapat 25 Dosen Pembimbing Pengabdian (DPP) yang akan membimbing mahasiswa dalam pelaksanaan kegiataan. Masing-masing dosen akan membimbing 3-5 mahasiswa yang telah tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Kegiatan ini akan dilaksanakan mulai dari bulan Mei hingga Juni mendatang dengan durasi waktu 80 hingga 100 jam.
“Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan hasil dari diskusi yang sebelumnya telah dilakukan oleh para pimpinan di FK dan Universitas. Melihat beberapa mahasiswa FK telah mengambil peran menjadi relawan dalam menangani Covid-19 diluar kampus, maka tim dari FK mendiskusikan hal tersebut di tingkat universitas,” ujar Dr. Selfi.
Bagai gayung bersambut pihak universitas menyambut baik aksi yang telah dilakukan oleh beberapa mahasiswa tersebut. Sehingga tercetuslah sebuah gagasan untuk merekognisi kegiatan relawan Covid-19 sebagai bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa. Dimana nantinya kegiatan ini akan diakui sebagai KKN dengan penyesuaian syarat-syarat tertentu. Seperti laporan selama pelaksanaan kegiatan dan diharapkan nantinya output yang dihasilkan bisa selaras dengan kegiatan KKN.
Sementara itu, Dekan FK UNS, Prof. Reviono menambahkan, Abdimas KKN rekognisi ini memiliki tujuan sebagai bentuk perwujudan tridarma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat. Melalui Abdimas KKN rekognisi ini, diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan sehingga memberikan manfaat kepada masyarakat yang terdampak Covid-19. Beberapa bentuk kegiatan yang akan dilakukan adalah dengan memberikan sosialisasi dan penyuluhan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), cara mencuci tangan, pemenuhan gizi, mengurangi stres dan lain sebagainya. Selanjutnya mampu melatih mahasiswa untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam pencegahan dan penularan Covid-19.
“Semoga nantinya mahasiswa dan dosen pembimbing pengabdian bisa memberikan sumbangsih untuk masyarakat disekitarnya dalam kondisi pandemi Covid-19 ini,” pungkas Prof. Reviono.HUMAS UNS/Ratri
















