FP UNS Selenggarakan Workshop Implementasi Dampak dan Efektivitas Praktik SRP Guna Meningkatkan Keberlanjutan Pertanian

FP UNS Selenggarakan Workshop Implementasi Dampak dan Efektivitas Praktik SRP Guna Meningkatkan Keberlanjutan Pertanian

UNSFakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan Workshop Implementasi Dampak dan Efektivitas Praktik Sustainable Rice Platform (SRP) bersama Koperasi Beras di Jawa Tengah melalui Pendekatan Demplot di Ruang Madukara UNS Inn pada Kamis (14/11/2024). Agenda tersebut sekaligus menjadi luaran dari Program Kerja sama Penelitian antara Demplot Sustainable Rice Platform (SRP) di Jawa Tengah Rikolto Indonesia dengan FP UNS.

Petani di Indonesia rata-rata memiliki skala produksi yang masih kecil dan memproduksi hampir 90 persen dari beras di Indonesia. Selama ini, mayoritas petani beras di Indonesia menggunakan pupuk kimia dan bergantung pada subsidi pupuk dari pemerintah. Melihat permasalahan lingkungan yang terdampak dari budidaya beras tersebut, Rikolto meyakini bahwa produksi beras seharusnya bisa menguntungkan dari segi ekonomi dan lingkungan. SRP dapat mengajarkan petani bagaimana mengurangi ketergantungan pada produk kimia dan mengoptimalkan bahan alami yang bisa didapatkan di sekitar untuk meningkatkan pendapatan petani.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FP UNS Gusti Fauza, S.T., M.T., Ph.D. dalam sambutannya mengatakan, kerja sama antara FP UNS dengan Rikolto Indonesia merupakan bukti sinergi antara pihak akademik dan praktisi. Sinergi tersebut dimaksudkan untuk melakukan penelitian serta publikasi terkait demplot budidaya SRP guna menilai dampak lingkungan dan ekonomi petani berdasarkan standar SRO versi 2.2 di Kabupaten Boyolali dan Klaten.

“Adanya kegiatan penelitian ini menjadi salah satu kontribusi perguruan tinggi dalam memperhatikan kualitas dan kuantitas bahan pangan. Harapannya kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, semoga ada keberlanjutan untuk mengadakan projek-projek terkait penyedian kuantitas dan kualitas pangan. Sehingga kedepannya Indonesia tidak bergantung dengan ekspor dan bisa mewujudkan swasembada pangan,” tutur Gusti.

Selain sebagai luaran kerja sama, agenda workshop tersebut juga bertujuan agar membangun lingkungan yang mendukung, kolaborasi multi-pemangku kepentingan di berbagai tingkatan, serta meningkatkan pengetahuan melalui penyampaian hasil riset yang dilakukan UNS mengenai efektivitas penerapan SRP di Jawa Tengah.

“SRP merupakan standar produksi beras secara global. Dalam program ini ada keterlibatan dari pemerintah, pihak swasta, hingga perguruan tinggi. Dampak yang diharapkan melalui budidaya SRP adalah adanya keuntungan, produktivitas, keamanan pangan, efisiensi penggunaan air, nutrisi, pestisida, keragaman hayati, emisi gas rumah kaca, kesehatan dan keselamatan, dan hak pekerja,” terang Nana Suhartana, Manajer Program Beras Rikolto Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, hasil kerja sama penelitian yang dilakukan FP UNS dan Rikolto Indonesia menunjukkan hasil produktivitas padi SRP relatif lebih tinggi dibandingkan rata-rata produktivitas padi nasional. Budidaya padi SRP cukup produktif dari sisi output_nya serta cukup efisien dalam penggunaan _input produksinya.

Langkah FP UNS dan Rikolto Indonesia tersebut merupakan perwujudan dari upaya mencapai ketahanan pangan, memperbaiki nutrisi dan mempromosikan pertanian yang berkelanjutan, serta menjamin pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan sejalan dengan pemenuhan Sustainable Development Goals (SDG’s) poin ke-2 dan ke-12.
HUMAS UNS