UNS – Pusat Studi Difabilitas (PSD) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan Pelatihan Bahasa Isyarat bagi petugas pelayanan publik. Program ini bekerja sama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang. Pelatihan diberikan dalam rangka peningkatan kualitas layanan publik yang inklusif, khususnya bagi kelompok rentan.
Pelatihan bahasa isyarat bertujuan memperkuat keterampilan komunikasi petugas dalam melayani penyandang disabilitas tuli. Petugas dapat mendorong terwujudnya pelayanan publik yang responsif dan ramah disabilitas. Kegiatan pelatihan diadakan pada Oktober 2024. Sebanyak 20 peserta yang berasal dari berbagai unit layanan di BBPOM Semarang mengikuti pelatihan ini. Mereka mendapatkan berbagai keterampilan dasar bahasa isyarat, strategi berkomunikasi yang efektif dengan penyandang disabilitas tuli, serta pemahaman mengenai pentingnya hak dan kesetaraan akses layanan bagi semua warga negara.


Arsy Anggrellanggi, M.Pd., dari Peer Group PSD LPPM UNS, menyampaikan harapannya bahwa kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan kompetensi petugas dalam melayani penyandang disabilitas, tetapi juga menjadi langkah nyata UNS dalam mendukung terciptanya layanan publik yang inklusif di Indonesia. Kerja sama antara PSD LPPM UNS dan BBPOM Semarang ini menjadi salah satu inisiatif strategis untuk mendukung peningkatan kompetensi petugas dalam memberikan layanan inklusif dan setara bagi semua masyarakat. “Kami berharap, pelatihan ini mampu memberikan manfaat konkret bagi para petugas dan penerima layanan, serta menjadi contoh bagi lembaga publik lainnya untuk turut serta mengembangkan layanan inklusif,” ujar Arsy kepada uns.ac.id, Kamis (14/11/2024).
Kepala BBPOM Semarang, Lintang Purba Jaya, S.Farm., Apt., M.Si., menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen BBPOM dalam memberikan pelayanan yang lebih baik bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. “Kami berharap setiap petugas yang mengikuti pelatihan dapat menerapkan keterampilan baru ini dalam memberikan pelayanan yang berkualitas, aman, dan tanpa diskriminasi. Selain itu materi pelatihan ini dapat dipraktikkan terus guna memaksimalkan layanan yang inklusif,” tutur Lintang Purba.
Pelatihan juga melibatkan tenaga pengajar dan ahli bahasa isyarat profesional yang memberikan materi melalui metode interaktif dan praktis. Instruktur dalam pelatihan ini adalah Aprilian Bima Purnanta, S.Sn. dan Muhammad Efendy Dela Costa. Melalui kegiatan ini, tim instruktur berharap para peserta mampu mengaplikasikan bahasa isyarat dalam situasi pelayanan sehari-hari. Kedepannya, mereka dapat memberikan layanan yang lebih responsif, terutama dalam komunikasi langsung dengan kelompok rentan. Selain itu terdapat video review materi yang diberikan oleh tim Instruktur guna menunjang pelayanan di BBPOM Semarang. HUMAS UNS



















