UNS– Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Jamal Wiwoho, meresmikan Kawasan Pelopor dan Benteng Pancasila, Kamis (12/3/2020) siang. Peresmian Kawasan Pelopor dan Benteng Pancasila tersebut tentunya menjadi momen dan kado spesial bagi UNS yang pada Rabu (11/3/2020) telah merayakan puncak peringatan Dies Natalis ke-44.
Dengan didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Kuncoro Diharjo dan Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Ahmad Yunus, Prof. Jamal memberikan sambutannya sebelum meresmikan Kawasan Pelopor dan Benteng Pancasila tersebut.
“Yang saya hormati para tokoh dari Forum Kerukunan Umat Beragama, di sini ada Dr. Djoko Wahyu Winarno, dan umat agama Budha, Katolik, Hindhu, Islam, Kristen, dan juga termasuk Khonghucu, pimpinan universitas, dan para dekan,” sapa Prof. Jamal membuka sambutannya.
Di hadapan para tokoh agama dan umat, Prof. Jamal secara tegas mengatakan bila komitmen UNS untuk mengikrarkan diri sebagai Kampus Benteng Pancasila telah mengakar kuat. Bahkan, dengan komitmen tersebut UNS ingin menjadi rumah bagi mahasiswa-mahasiswi penganut 6 agama di Indonesia.
“UNS telah mendeklarasikan kepada publik sebagai kampus pelopor dan benteng Pancasila. Salah satu bukti nyata bahwa kampus UNS sangat ramah dengan perbedaan, terutama dalam hal perbedaan dan ke-Bhinneka-an dalam beragama. Tidak banyak kampus yang fasilitas ibadah yang lengkap di satu area seperti UNS,” lanjut Prof. Jamal.
Bagi Prof. Jamal, keberadaan enam rumah ibadah di kampus utama UNS menjadi simbol persatuan dan keharmonisan diantara Sivitas Akademika UNS. Dengan demikian, semangat UNS untuk mewujudkan dirinya menjadi institusi pendidikan yang berdaya saing, maju, dan unggul akan semakin mudah sebab hubungan diantara sivitas akademikanya kuat dan solid.
Soliditas tersebut dibuktikan oleh Prof. Jamal kala UNS menggelar pemilihan rektor untuk periode 2019-2023. Menurutnya, pemilihan rektor melalui jalur musyawarah-mufakat menjadi tonggak dan ciri khas yang unik bagi UNS untuk menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain di Indonesia untuk mengedepankan cara-cara yang baik, damai, dan penuh dengan rasa persaudaraan dalam suksesi kepemimpinan.
Di akhir sambutannya, Prof. Jamal mengajak agar sivitas akademika UNS menghindari perpecahan, terutama dalam permasalahan keagamaan.
“Perpecahan harus dijauhkan. Termasuk dalam kehidupan beragama kita. Perbedaan penganut keagamaan bukan untuk mencari hal-hal yang tidak benar. Tapi, dengan perbedaan agama dan kepercayaan mari kita selalu damai,” tutup Prof. Jamal.
Acara peresmian Kawasan Pelopor dan Benteng Pancasila ditutup dengan penandatanganan prasasti oleh Prof. Jamal dengan didampingi perwakilan tokoh dari Forum Kerukunan Umat Beragama dan pengelola rumah ibadah UNS. Humas UNS/ Yefta.


















