Mau Opinimu Masuk Media Massa? Simak 5M Kreativitas Penulis Opini Berikut

UNS — Agar tulisan kita layak tayang di media massa, tentu tidak hanya dibutuhkan kemauan, tapi juga kemampuan dan kreativitas. Ada 5M kreativitas yang menurut Prof. Dr. Agus Kristiyanto, M.Pd., dosen Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta perlu dimiliki seorang penulis opini.

Poin ‘M’ pertama yang disampaikan penulis buku Seikat Opini Usilku, Keolahragaan dalam Esai ini adalah mengawali dengan paragraf menarik. Prof. Agus yang ratusan tulisannya telah dimuat media massa ini mengamini, bahwa judul harus bermagnet dan biasanya berupa frasa. Artinya, ada satu kata dalam judul yang menjadi satu magnet untuk menjadikan tulisan menarik.

Akan tetapi, judul bombastis kalau diawali paragraf yang biasa-biasa saja juga tidak akan menarik. Sebab, paragraf awal menjadi pintu masuk untuk memperoleh respons baik dari pembaca dan redaksi.

“Topik yang diangkat pun bukan asal sensasional dan menarik, tetapi harus layak untuk ditulis secara ilmiah populer,” ujar Prof. Agus saat mengisi Pelatihan Penulisan Artikel Populer di Media Massa gelaran FEB UNS, Kamis (11/2/2021).

Kemudian, ‘M’ yang kedua ialah meramu sudut pandang konflik. Sesuatu menjadi menarik karena ada konfliknya. Hal ini dapat diterapkan salah satunya di paragraf awal. Yakni bagaimana membuat narasi menarik, aktual, dan ada sudut pandang konflik yang membutuhkan solusi.

“Kalau yang ditawarkan sudah ada solusinya, bahkan tidak menawarkan solusi, itu tidak dimuat,” terang Prof. Agus.

Poin ketiga, bagaimana memproduksi ide yang jelas, sistematis, dan sederhana. Ide yang jelas, imbuh Prof. Agus, dan pengembangan kalimat yang sistematis menjadi tuntutan pembaca.

Penulis opini juga harus mampu mengelola pertanyaan publik. Yakni bagaimana memberi jawaban pertanyaan publik dan memicu pertanyaan baru. Maksud dari poin ini adalah tulisan dikatakan bagus dan bermanfaat jika dapat menjawab pertanyaan publik. Tidak berhenti di situ, tulisan tersebut kemudian mampu menimbulkan pertanyaan-pertanyaan baru.

Poin terakhir dan yang cukup menentukan sebuah tulisan ialah membuat kesimpulan yang padat di ujung tulisan. Kesimpulan tersebut cukup ditulis dalam satu paragraf tapi tegas dan sederhana menyelesaikan tulisan.

Di sisi lain, menurut Prof. Agus ada tiga topik atau bidang yang sepanjang masa selalu menarik dan seksi untuk diangkat di media massa. Yakni kesehatan, ekonomi, dan pendidikan.

“Bahkan masa pandemi pun, (red: topik tulisan) larinya ke tiga aspek ini. Bagaimana agar tidak terpapar secara ekonomi dan kesehatan, namun tetap mendidik generasi bangsa. Tapi ketiga topik itu tidak berdiri sendiri. Olahraga berhubungan dengan kesehatan, ekonomi, pendidikan. Contoh tulisan saya ‘Raksasa Tidur Industri Olahraga’,” terangnya.

Selain memperhatikan poin-poin di atas, memilih media massa yang sesuai dengan tulisan kita juga sangat penting. Sebab, setiap media massa memiliki karakteristik khas dan selera khusus.

“Dan yang terpenting dari itu semua dan untuk produktif menulis adalah mencoba memulai. Memulai. Memulai. Memulai. Jangan berhenti untuk selalu memulai,” ungkap Prof. Agus. Humas UNS

Reporter: Kaffa Hidayati
Editor: Dwi Hastuti