Membedah Sosial Bisnis dengan Bedah Buku

bedah buku

Dibawah naungan Dompet Dhuafa, Aksi Cinta Budaya Indonesia dan Social Entrepreneur Academy gelar bedah buku “Young Social Entrepreneur Indonesia” yang juga terbitan Dompet Dhuafa di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS). Acara yang mengangkat tema Memperjuangkan Kembali Kemerdekaan Sosial di Indonesia, Sabtu (13/12), diisi oleh pembiacara Goris Mustaqim, Wahyu Ramdhani, Siti Zulaikah, Fitriani Kembar dan Nabella Rizky.

“Kita itu pengen menyebarkan virus-virus social entrepreneur itu sendiri, karena kemandirian pemuda dimulai dari kemandirian ekonomi, tapi kemandirian ekonomi saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah sosial, jadi butuh perpaduan antara bisnis dan sosial, jadialh social entrepreneur,” ungkap ketua panitia, Triana Rahmawati, tentang alasan diselenggarakannya acara ini.

Dibagi menjadi dua acara, yaitu bedah buku “Young Social Entrepreneur Indonesia” dengan pembicara Goris Mustaqim dari Asgar Muda Foundation dan Wahyu Ramdhani CEO Flohope Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan bedah buku oleh penulis buku “Kami Berani Beda”, Siti Zulaikah dan Fitriani Kembar, yang akan di-launching di acara ini dan akan diterbitkan tahun depan. Sedangkan Nabella Rizky akan menjadi pembicara untuk Aksi Cinta Budaya Indonesia.

Selain itu, acara ini juga membuat penghargaan kepada pahlawan sosial dengan lomba essay tentang pahlawan sosial di tingkat nasional. Tak tanggung tanggung, sekitar 37.000 essay dari seluruh Indonesia terkirim hanya dalam waktu dua minggu. Penghargaan kepada pahlawan sosial akan mendapat total hadiah 10 juta, sedangkan untuk penulis mendapat 1 juta untuk tiga orang pemenang dan bantuan untuk program mereka agar terus berkembang.

Seminar yang berasal dari kegiatan sosial ini diharapkan mampu memperjuangkan kembali kerdekaaan sosial di Indonesia. Dengan bertemunya orang-orang yang sudah berjuang dengan cara sosial bisnis dan sukses, diharapkan mampu menular kepada orang banyak saat mengikuti acara bedah buku ini.

Acara entrepreneurship yang hanya di-publish dalam sepekan ini mendapat respon baik dari mahasiswa. Peminatpun tetap banyak walau sempat direncanakan akan berbayar. “Kita kan mau nularin wabah ya, bukan profit oriented, yaudah kita buka gratis, kita buka selebar-lebarnya. Akhirnya dalam waktu satu malam yang daftar udah 100 orang,” jelas mahasiswi jurusan Sosiologi UNS angkatan 2011 tersebut. [inang red.uns.ac.id]