Narsen Afatara, Guru Besar Pertama Penciptaan Seni Rupa UNS

Narsen Afatara
“Abstraksi Biomorfis Sebagai Simbol Ketidakberdayaan Manusia” mengantarkan Narsen menjadi guru besar ke-2 di FSRD UNS.
“Abstraksi Biomorfis Sebagai Simbol Ketidakberdayaan Manusia” mengantarkan Narsen menjadi guru besar ke-2 di FSRD UNS.
“Abstraksi Biomorfis Sebagai Simbol Ketidakberdayaan Manusia” mengantarkan Narsen menjadi guru besar ke-2 di FSRD UNS.

Di penghujung tahun 2015 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali mengukuhkan guru besarnya ke-175, Selasa (29/12/2015). Bertempat di Auditorium UNS, Narsen Afatara juga dikukuhkan sebagai guru besar ke-2 Fakultas Seni Rupa dan Desain. Lelaki kelahiran Surabaya tersebut berhasil menyandang gelar guru besar pertama dalam bidang Penciptaan Seni Rupa.
Dalam sidang senat terbuka pengukuhan guru besar, Narsen menyampaikan pidatonya berjudul “Abstraksi Biomorfis Sebagai Simbol Ketidakberdayaan Manusia”. Menurut Narsen, abstraksi biomorfis dipilih sebagai subjek penciptaan dengan alasan dapat mewadahi ide dan harapan perupa baik secara konseptual maupun visual.
Abstraksi biomorfis ini, lanjut Narsen merupakan wadah yang tepat untuk bereksplorasi secara kreatif dalam bentuk fisik. Di era sekarang ini, abstraksi biomorfis tepat dipilih untuk mengisi ketidakjelasan kehadiran seni rupa kontemporer. Menurut Narsen, abstraksi biomorfis ini dapat digunakan sebagai simbol ketidakberdayaan manusia. Maksudnya adalah abstraksi biomorfis dapat direpresentasikan menjadi karya-karya seni yang dapat mengaktualisasikan jiwa seseorang yang wujudnya statis dan dinamis. Bentuk statis karya seni rupa tersebut biasanya diimplimentasikan pada karya yang terbuat dari logam tembaga. Sedang bentuk dinamisnya dapat dilihat pada TV monitor yang merupakan bagian dari bentuk fisik karya.
Dalam jumpa pers, Narsen mengatakan pencapaian gelar guru besar yang diraihnya memerlukan proses panjang. Ia bahkan sempat merasa putus asa dan berpikir cengeng mungkinkah dapat mencapai gelar tersebut. Beruntung ia memiliki rekan-rekan yang selalu memotivasinya. “Terutama Pak Jamal Wiwoho (Pembantu Rektor II periode 2011 – 2015) yang selalu memberikan bisikan pantang menyerah,”tukas alumni ISI Yogyakarta tersebut di RM. Ralana Solo (28/12/2015).
Dengan gelar guru besar yang diraihnya kini, Narsen bersiap untuk terus mengembangkan bidang Penciptaan Seni Rupa di UNS. Selain itu, ia juga akan mendampingi program-program kampus yang berhubungan dengan bidang ilmunya tersebut.[](afifah.red.uns.ac.id)