Peduli Rekan Sejawat, Alumni FK UNS Galang Bantuan APD

UNS – Keluarga Alumni Fakultas Kedokteran (KAFK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melakukan kegiatan penggalangan bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD). Seiring dengan penyebaran Covid-19 ini, pengurus KAFK UNS berupaya untuk mengadakan penggalangan bantuan. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap tenaga medis yang menjadi garda depan dalam penanganan Covid-19.

“Kegiatan ini telah dilakukan dari bulan Maret sampai pertengahan April ini. Dan tentunya seluruh alumni FK UNS berpartisipasi terhadap kegiatan ini. Seperti menyebarkan informasi terkait kepada sesama rekan alumni ataupun kepada masyarakat,” terang Sekretaris Jenderal KAFK UNS, dr. Dewi Purnamaningsih Pribadi S.

Bantuan yang digalang dalam kegiatan ini berupa uang dan alat ADP seperti baju hazmat, masker, sarung tangan, face shield atau kacamata goggle. Peralatan tersebut merupakan kebutuhan bagi tenaga medis yang sedang bertugas. Sasaran kegiatan penggalangan bantuan berupa APD untuk sejawat ini adalah Asisten dokter (co-ass) FK UNS, tenaga medis khusus menangani pasien Covid-19 di Rumah Sakit dan Klinik di Soloraya.

Bantuan yang telah terkumpul diberikan kepada 25 Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang tersebar di Soloraya melalui dua tahap. Pada hari Jum’at, 3 April 2020 distribusi tahap pertama diberikan kepada tujuh Faskes. Kemudian tahap kedua pada tanggal 9 dan 10 April 2020, diberikan kepada 18 Faskes. Beberapa tempat yang mendapat bantuan diantaranya Rumah Sakit (RS) Kasih Ibu Solo, RS Nirmala Suri Sukoharjo, RS Umum Saras Ibnu Sina Sukowati Sragen, RS Hidayah Boyolali, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Wonogiri, Klinik Rejosari Husada Klaten dan sebagainya.

Kegiatan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan peralatan tenaga medis yang kini sedang berjuang. Bantuan peralatan medis akan selalu dibutuhkan selama kasus ini belum usai.

“Kami berharap tenaga medis yang tengah menangani Covid-19 tetap sehat, terlindung dari penularan, dan tidak ikut menjadi korban penularan Covid-19 supaya mampu menangani seluruh pasien Covid-19 terutama di area Soloraya,” tutur dr. Dewi. Humas UNS/Ratri