Perdana, S-2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah UNS Gelar BAKAL #1

Perdana, S-2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah UNS Gelar BAKAL #1

UNS — Sebuah forum anyar dihadirkan Program Studi (Prodi) S-2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Untuk pertama kalinya, forum tersebut digelar dengan tajuk Babar Kawruh Alumni (BAKAL #1) di Zoom Cloud Meetings, Sabtu (1/5/2021).

Diketuai oleh Dr. Djoko Sulaksono, S.Pd., M.Pd., kegiatan ini menghadirkan lima alumni sebagai pembicara yang merupakan para pendidik di universitas, sekolah, maupun praktisi di keraton.

Lima pembicara tersebut terdiri atas Bagus Wahyu Setyawan, S.Pd., M.Pd. (IAIN Tulungagung), Winda Dwi Lestari, S.Pd., M.Pd. (UNS), R.M. Restu Budi Setiawan, S.Pd., M.Pd. (Praktisi Budaya Kraton Kasunanan Surakarta), Ikke Kusumawati, S.Pd., M.Pd. (SMA N 1 Andong), dan Muh. Nurul Huda, S.Pd., M.Pd. (SMA N 4 Purwokerto).

Dr. Mardiyana, M.Si., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS pun turut hadir untuk memberikan sambutan. Ia sangat mengapresiasi kegiatan ini yang secara khusus melibatkan para alumnus.

Perdana, S-2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah UNS Gelar BAKAL #1

“Karena peran alumni sangat penting untuk pengembangan institusi. Kalau institusi maju dengan pesat, akan berimplikasi pula pada alumninya. Harapannya kita dapat terus bekerja sama untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan institusi,” ungkap Dr. Mardiyana.

Pada kesempatan ini, Dr. Kundharu Saddhono, M.Hum., Kepala Prodi S2 Pendidikan Sastra dan Bahasa Daerah FKIP UNS, menyampaikan beragam capaian dan tantangan yang dihadapi Prodi ini. Antara lain Prodi ini menjadi salah satu penyumbang publikasi internasional, khususnya scopus dalam jumlah banyak.

“Tantangannya itu di proses meramunya. Maka, kami ada mata kuliah pendampingan langsung di semester 2. Semester 3 sudah publish jurnal. Semester 4 sidang. Di ruang Prodi selalu ramai, mahasiswa sering diskusi kaitannya dengan penelitian dan publikasi,” jelasnya.

Bertepatan dengan momen Hari Pendidikan Nasional, materi dibuka oleh Muh. Nurul Huda, S.Pd., M.Pd. yang menyoroti mengapa para guru perlu melanjutkan pendidikan ke jenjang magister. Menurutnya perkembangan zaman sangat berpengaruh pada profesi guru.

Satu hal yang dijadikan contoh Guru SMA N 4 Purwokerto ini ialah tren tahun 90-an yang mana lulusan SPG dan D-2 sudah dapat menjadi guru. Namun sejak diterbitkannya UU Nomor 14 Tahun 2005, akhirnya mensyaratkan kualifikasi guru harus berpendidikan D-IV atau S1.

“Pertanyaannya, 10—15 tahun mendatang, apakah lulusan S-1 masih bisa menjadi guru. Kita harus berpikir luas. Mari mumpung ada kesempatan, masih mudah, mari masuk jenjang pendidikan tinggi selanjutnya yaitu S-2. Kita dapat memperdalam ilmu,” tutur Muh. Nurul Huda, S.Pd., M.Pd.

Satu permasalahan yang sering dijumpai ketika para guru ingin melanjutkan pendidikan adalah pembagian waktu dengan pekerjaannya. Perihal ini, Muh. Nurul Huda menuturkan yang terpenting adalah komunikasi dengan pihak sekolah.

“Yang penting ada niat dulu, mau untuk belajar. InsyaaAllah ada jalan. Enak belajar S-2. Tidak seseram yang dibayangkan. Jangan berpikir dosen galak dan studi sulit. Setelah saya rasakan di UNS, justru ada rasa kebersamaan yang kuat di sana,” tambahnya.

Sementara itu, Ikke Kusumawati, S.Pd., M.Pd. menceritakan pengalamannya sebagai angkatan pertama Prodi S-2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah UNS.

Satu kenangan yang berkesan, ketika wisuda, belum ada papan nama untuk Prodinya itu. Ia pun harus turut merasakan bagaimana perjalanan penyusunan kurikulum yang tepat untuk Prodi ini.

Di sisi lain, ia tentu sangat bangga kepada UNS. Pasalnya, gelar ‘alumnus UNS’ yang ada padanya menjadi nilai tambah saat ia harus mengikuti seleksi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Matur nuwun sanget UNS,” kata Ikke.

Acara tersebut dilanjutkan dengan paparan materi dari alumnus lainnya dengan bidang bahasan masing-masing. Yaitu bidang seni budaya maupun pengajaran di perguruan tinggi. Humas UNS

Reporter: Kaffa hidayati
Editor: Dwi Hastuti