UNS – Dalam rangka menyongsong Visi Indonesia Emas 2045, BKKBN bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjadi tuan rumah dengan menyelenggarakan Simposium Nasional Kependudukan Tahun 2024. Mengangkat tema “Transformasi Kebijakan Kependudukan Menuju Indonesia Emas 2045”, acara ini bertujuan untuk membahas arah dan strategi kebijakan kependudukan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta memperkuat potensi demografi Indonesia.
Acara ini berlangsung di Gedung Ki Hadjar Dewantara Tower UNS, Universitas Sebelas Maret, pada hari Rabu, 9 Oktober 2024, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Dalam simposium ini, para ahli, akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan dari berbagai sektor akan berdiskusi dan berbagi pemikiran untuk membangun kebijakan kependudukan yang inovatif dan inklusif, demi mencapai kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kebijakan-kebijakan kependudukan di Indonesia dapat terus disesuaikan dengan dinamika sosial dan ekonomi, serta mendukung tercapainya visi Indonesia yang lebih maju pada tahun 2045. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sendiri adalah lembaga pemerintah yang bertanggung jawab dalam perencanaan dan pelaksanaan program kependudukan dan keluarga berencana di Indonesia.


Pelaksana Tugas Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Sundoyo mengatakan, BKKBN sebagai perpanjangan tangan pemerintah berkomitmen menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas di fase demografi, dengan menjaga keseimbangan Total Fertility Rate (TFR) atau angka kelahiran total rata-rata nasional 2,10.
“Untuk menjaga penduduk tumbuh seimbang, TFR harus tetap diupayakan tidak melebihi dari angka rata-rata nasional 2,10. Oleh karena itu, 2,18 (data BPS) yang secara nasional ini bisa kita turunkan. Namun disparitas di masing-masing provinsi, TFR-nya berbeda-beda. Di Yogyakarta TFR nya di bawah 2,0, sementara di NTT masih 2,7,” ujarnya saat membuka Simposium Nasional Kependudukan 2024 di UNS.
Prof. Hartono selaku Rektor UNS dalam sesi simposium ini turut menyampaikan apresiasi atas program BKKBN terkait simposium ini. Tema “Transformasi Kebijakan Kependudukan Menuju Indonesia Emas 2045” sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi bangsa ini. Kami berharap simposium ini akan menghasilkan pemikiran-pemikiran inovatif yang dapat diimplementasikan untuk memanfaatkan potensi demografi Indonesia secara optimal. Transformasi kebijakan kependudukan sangat diperlukan untuk mendukung visi Indonesia yang lebih maju dan sejahtera pada tahun 2045.


UNS berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif-inisiatif strategis yang berdampak bagi masyarakat dan bangsa. Beliau berharap bahwa hasil dari simposium ini dapat menjadi rekomendasi berharga bagi pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi dinamika kependudukan di masa depan.
“Sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berkomitmen dalam pengembangan ilmu pengetahuan, Universitas Sebelas Maret merasa terhormat dapat menjadi tuan rumah Simposium Nasional Kependudukan Tahun 2024. Kegiatan ini merupakan momen penting untuk mengumpulkan para ahli, akademisi, dan pemangku kepentingan guna membahas kebijakan kependudukan yang adaptif dan berkelanjutan,” ujar Prof. Hartono dihadapan para peserta simposium.
Humas UNS/R. P. Adji


















