UNS – Salah satu alumnus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mencetak pencapaian yang membanggakan. Ia adalah Didiek Hartantyo, alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS angkatan 1980 yang dipercaya menjadi Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero). Keberhasilannya tersebut tidak lepas dari pengalaman dan nilai-nilai yang ia dapatkan selama menempuh pendidikan di UNS.
Pengalaman Pendidikan di UNS
Didiek membagikan pengalamannya saat belajar di UNS yang saat itu masih tergolong sebagai perguruan tinggi yang relatif baru. Meskipun kondisi kampus belum sepenuhnya selesai dibangun, gedung FEB pada saat itu sudah dapat digunakan. Hal tersebut menjadi bagian dari perjuangannya sebagai mahasiswa. Ia menekankan bahwa nilai-nilai Mangesthi Luhur Ambangun Nagara benar-benar meresap dalam perjalanan pendidikannya dan menjadi jiwa dalam setiap langkahnya. Oleh karena itu, ia menyampaikan rasa terima kasih atas pembelajaran dan pengalaman yang diberikan oleh UNS. Menurutnya, pengalaman tersebut telah membentuk dirinya hingga mencapai posisi saat ini.
“Nilai-nilai Mangesthi Luhur Ambangun Nagara benar-benar tertanam dalam perjalanan pendidikan saya dan menjadi landasan dalam setiap langkah yang saya ambil. Saya mengucapkan terima kasih atas ilmu dan pembelajaran yang diberikan oleh UNS, yang telah membentuk saya hingga mencapai posisi saya saat ini,” ujar Didiek kepada uns.ac.id, Sabtu (26/7/2025).
Perjalanan Karir Didiek
Didiek Hartantyo menyelesaikan studinya di UNS pada Juli 1985. Beberapa bulan setelah lulus, tepatnya pada bulan Desember di tahun yang sama, ia diterima bekerja di Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim), yang kemudian menjadi cikal bakal Bank Mandiri. Ia memulai kariernya di kantor pusat Jakarta, lalu ditempatkan di kantor cabang Jayapura, Papua. Setelah itu, ia mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan Master of Business Administration (MBA) di Daniel School of Business, University of Denver, Amerika Serikat, selama dua tahun.
Setelah menyelesaikan studi di luar negeri, Didiek kembali ke Jakarta dan bekerja selama kurang lebih 10 bulan pada periode 1995–1996. Kemudian, pada tahun 1996, ia ditugaskan di kantor Bank Exim di Hongkong selama tiga tahun hingga 1999. Ketika ia kembali ke Indonesia, Bank Exim telah bertransformasi menjadi Bank Mandiri, dan ia melanjutkan kariernya di sana selama 28 tahun. Berkat dedikasi dan pengalamannya, pada tahun 2016 Didiek dipercaya oleh pemerintah untuk menjabat sebagai Direktur Keuangan KAI. Selanjutnya, pada tahun 2021, ia diangkat menjadi Direktur Utama PT KAI (Persero) dan masih mengemban amanah tersebut hingga saat ini.
Prinsip Hidup Didiek
Dalam hidupnya, Didiek memegang teguh tiga prinsip, yaitu bersyukur, berjuang, dan bersabar. Ia meyakini bahwa setiap hal yang ia alami merupakan anugerah yang patut disyukuri. Terlebih, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk meraih gelar sarjana dan menapaki perjalanan karier seperti yang ia jalani hingga saat ini. Menurutnya, rasa syukur menjadi fondasi dalam melihat hidup secara positif dan menghargai setiap proses.
Selain itu, Didiek menekankan pentingnya kesabaran dan perjuangan dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, dengan bersyukur dan bersabar, seseorang dapat menjalani hidup dengan semangat, sikap optimis, serta memiliki growth mindset dan tingkat resiliensi yang tinggi. Oleh karena itu, setiap permasalahan dianggap sebagai peluang untuk belajar, dan setiap tantangan dilihat sebagai kesempatan untuk berkembang. Bagi Didiek, tidak ada pencapaian yang diraih tanpa perjuangan, karena keberhasilan selalu datang bersama usaha dan ketekunan.
Dukungan Keluarga dan Support System
Lebih lanjut, Didiek menegaskan bahwa dukungan keluarga merupakan elemen penting dalam perjalanan hidup dan kariernya. Istrinya, Aniek Sri Widayani DH, yang juga merupakan alumnus FEB UNS, memahami betul perjuangan Didiek sebagai seorang pemimpin. Dukungan dari istri dan keluarga tidak hanya memberikan kekuatan emosional tetapi juga menjadi fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan profesional. Selain itu, Didiek menekankan pentingnya membangun support system yang kuat dari berbagai pihak. Dukungan dari lingkungan kerja, perusahaan, maupun masyarakat sangat diperlukan agar setiap kebutuhan dan langkah strategis yang diambil dapat terlaksana dengan baik.
Sejalan dengan itu, Didiek juga menyampaikan pesan khusus kepada para lulusan UNS yang diwisuda pada Sabtu (26/7/2025). Ia mengajak para alumni untuk bersikap optimis dalam menghadapi tantangan hidup ke depan. Menurutnya, pencapaian sebagai wisudawan adalah titik awal untuk melangkah menuju hal-hal yang lebih besar. Dengan berlandaskan growth mindset, setiap tantangan harus dihadapi dengan semangat pantang menyerah, dan setiap masalah merupakan peluang untuk belajar dan berkembang. Didiek menegaskan bahwa tidak ada hasil yang instan karena semua membutuhkan proses, perjuangan, dan pembelajaran yang terus-menerus.
Humas UNS


















