PSDKU UNS Kampus Madiun Terima Kunjungan KAI DAOP 7, Bahas Peningkatan Layanan Transportasi Perkeretaapian

PSDKU UNS Kampus Madiun Terima Kunjungan KAI DAOP 7, Bahas Peningkatan Layanan Transportasi Perkeretaapian

UNS – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Madiun menerima kunjungan Vice President PT KAI DAOP 7 Madiun beserta jajaran. Kunjungan tersebut berlangsung pada Rabu (2/7/2025). Agenda kunjungan ini bertujuan membangun sinergi dan koordinasi antarlembaga demi peningkatan layanan transportasi perkeretaapian.

“KAI ingin memotret bagaimana potensi pengguna BIAS dari warga kampus UNS, KAI juga mohon dukungan penelitian terkait potensi Stasiun Babadan untuk alih fungsi sebagai kereta barang. Kami juga mengajukan kerja sama untuk penayangan video company profile UNS Kampus Madiun di setiap gerbong kereta eksekutif,” ujar Ketua Program Studi (Kaprodi) D-3 Teknik Informatika PSDKU UNS Madiun, Darmawan Lahru Riatma, S.Kom., M.MT., kepada uns.ac.id, Senin (6/7/2025).

Audiensi antara PSDKU UNS Kampus Madiun dengan PT KAI DAOP 7 Madiun membahas sejumlah topik penting terkait pengembangan layanan transportasi. Salah satu topik yang menjadi perhatian ialah perpanjangan rute KA BIAS hingga Stasiun Caruban. Rencana ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi mobilitas masyarakat dan warga kampus UNS di Kampus Madiun.

Suharjono selaku Vice President PT KAI DAOP 7 Madiun menyampaikan bahwa pengoperasian rute tambahan tersebut akan segera direalisasikan. Saat ini pihaknya tengah melengkapi berbagai dokumen kajian untuk diajukan kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Nantinya, KA BIAS direncanakan beroperasi hingga Stasiun Caruban, menambah alternatif moda transportasi di wilayah tersebut.

“Rute KA BIAS masih memungkinkan untuk diperpanjang sampai ke Caruban karena sehari itu lima kali PP Madiun-Solo. Kami masih melengkapi dan memenuhi kelengkapan dokumen kajian penumpang dan operasional untuk diusulkan kepada Dirjen KA agar kereta tersebut bisa segera beroperasi,” tuturnya, melansir dari antara.com.

Lebih lanjut, Darmawan menyambut baik rencana tersebut. Beliau menyampaikan bahwa kebijakan ini berpotensi memberi dampak positif dari berbagai aspek, khususnya bagi warga kampus UNS. Selain itu, kehadiran KA BIAS hingga Caruban diharapkan dapat mendorong peningkatan aksesibilitas dan sirkulasi ekonomi masyarakat Caruban, Kabupaten Madiun.

PSDKU UNS Kampus Madiun diminta turut mendukung upaya pengembangan Stasiun Babadan sebagai pusat angkutan barang melalui penyediaan data akademik dan kajian lapangan. Darmawan menjelaskan bahwa KAI juga memerlukan data potensi pengguna KA BIAS dari lingkungan kampus UNS Madiun. PSDKU UNS Kampus Madiun mengaku siap berperan aktif dalam penyusunan data dan mendukung pengembangan sektor transportasi di Madiun.

Rencana perpanjangan rute KA BIAS diyakini mampu memberikan efek berganda bagi berbagai pihak. Selain meningkatkan kemudahan akses bagi mahasiswa dan dosen UNS Kampus Madiun, rencana ini turut mendorong promosi kampus ke masyarakat luas. Salah satu bentuk promosi yakni penayangan video profil UNS Kampus Madiun di dalam gerbong kereta.

Darmawan menambahkan, kehadiran KA BIAS hingga Stasiun Caruban akan memperluas pilihan moda transportasi bagi warga Kabupaten Madiun. Aksesibilitas yang baik menjadi faktor utama dalam meningkatkan daya saing dan ekonomi suatu daerah. Dengan demikian, masyarakat Madiun memiliki alternatif perjalanan menuju Surakarta dan sebaliknya.

Dosen Prodi D-3 Akuntansi PSDKU UNS Kampus Madiun, Bayu Seto, S.E., M.Acc., juga memberikan tanggapan positif atas rencana tersebut. Beliau berharap, perpanjangan rute BIAS menjadi momentum kolaborasi lintas sektor di wilayah Madiun. Tidak hanya antara KAI dan UNS, tetapi juga pemerintah daerah, komunitas lokal, dan pelaku industri setempat.

Bayu Seto menuturkan, Stasiun Caruban berpotensi menjadi pusat kolaborasi yang strategis bagi berbagai pihak. Lokasi ini dapat dikembangkan menjadi kawasan yang melahirkan inovasi dan kreasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Beliau meyakini, sinergi semacam ini mampu mempercepat pengembangan wilayah dan memperkuat branding Kabupaten Madiun.

“Stasiun Caruban dapat menjadi sebuah Collaboration-hub yang memungkinkan para pihak merancang sebuah kawasan yang melahirkan banyak inovasi dan kreasi yang akan mengakselerasi pertumbuhan Kabupaten Madiun,” tutur Bayu Seto.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan Kabupaten Madiun dapat semakin berkembang menjadi kawasan strategis di Jawa Timur. Kehadiran KA BIAS hingga Caruban dan pengembangan Stasiun Babadan menjadi langkah penting dalam memperkuat konektivitas daerah. PSDKU UNS Kampus Madiun berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah.
Humas UNS