UNS – Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar proyek Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pule, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Proyek berbasis isi buku bacaan ini difokuskan pada pembuatan diorama oleh siswa. Mereka yang tergabung dalam Kelompok KKN Literasi 356 melaksanakan program tersebut pada Jumat (25/7/2025) di SD Negeri (SDN) 1 Pule.
Mahasiswa UNS merancang agenda pembuatan diorama sebagai kegiatan kreatif untuk mengembangkan minat baca siswa melalui pendekatan visual dan praktik langsung. Program-program yang dilaksanakan tim KKN Literasi 356 UNS ini mendapat arahan dari Dr. Dra. Yuli Bangun Nursanti, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Anggota KKN Literasi 356 UNS berasal dari berbagai program studi (prodi) lintas fakultas. Diketuai oleh Joan Faiz, tim ini beranggotakan Raras Alya Thalida Marwada, Sri Indra Tirta Ningtyas, Hanaan Krisna, Alyssa Azzahra, Fatihah Asy Syifa, Olin Kanhar Virnanda, Atin Mulangga, dan Indah Nurus Shifa.



Sebanyak 43 siswa kelas 5 dan 6 terlibat dalam proyek ini. Mereka membaca dua buku berbeda bertema hewan, yakni “Aduh, Beru Berulah Lagi” yang ditulis oleh Lydia Angela untuk kelas 5, dan buku “Tamasya ke Dunia Manusia” yang ditulis oleh Aru untuk kelas 6. Setelah sesi membaca dan diskusi, siswa diminta membuat diorama sesuai isi cerita yang telah mereka pahami.
Penanggung jawab program, Atin Mulangga, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan merealisasikan isi buku bacaan dalam bentuk visual. Anak-anak ditantang untuk menyalurkan imajinasi mereka ke dalam bentuk miniatur yang menggambarkan adegan cerita. Setiap anak membuat gambar, membangun latar, serta menghias diorama sesuai tema buku yang dibaca.
“Dalam proses pembuatan diorama, anak-anak begitu antusias dan semangat dalam membuat gambar yang dijadikan miniatur, mereka juga sangat kreatif dalam menghias diorama,” ungkap Atin kepada uns.ac.id, Rabu (30/7/2025).
Menurutnya, pendekatan ini sangat efektif untuk mengasah kreativitas dan kemampuan memahami bacaan. Anak-anak diajak tidak hanya membaca, tetapi juga menuangkan pemahaman dalam bentuk karya nyata.
Program ini menjadi contoh kegiatan literasi yang menyenangkan sekaligus bermakna. Dengan metode seperti ini, siswa tidak hanya terlibat secara pasif, tetapi aktif dan reflektif. Mereka belajar menyimak, menafsirkan, hingga mengungkapkan kembali isi cerita secara mandiri. Melalui kegiatan ini, kelompok KKN berharap dapat menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini.
“Menurut kami, kegiatan ini cukup mengasah imajinasi dan meningkatkan kemampuan literasi anak. Karena dengan membuat Diorama, anak bisa paham terkait apa saja yang diceritakan di dalam buku hingga mereka bisa membuat Diorama sesuai tema buku yang mereka baca, dan mereka juga bisa menceritakan kembali isi buku melalui diorama mereka,” ujar Atin.
Humas UNS
















