FT UNS Hadirkan Bupati Asmat, Papua Selatan dalam Acara Connect and Sharing Bersama Alumni

FT UNS Hadirkan Bupati Asmat, Papua Selatan dalam Acara _Connect and Sharing_ Bersama Alumni

FT UNS menghadirkan Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo (alumnus Arsitektur 1996), dalam acara ‘Connect and Sharing’ pada Jumat (8/5/2026). Kegiatan ini memperkuat jejaring alumni dan menginspirasi mahasiswa, sekaligus membahas penguatan kerja sama pendidikan antara UNS dan Pemerintah Provinsi Papua Selatan.

UNSFakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar kegiatan Connect and Sharing bersama Alumni. Kali ini FT UNS menghadirkan salah satu Alumnus inspiratif yang saat ini menjabat sebagai Bupati Asmat, Provinsi Papua Selatan, Thomas Eppe Safanpo, S.T., M.Si. Thomas merupakan alumnus Program Studi (Prodi) Arsitektur UNS angkatan 1996.

Dekan FT UNS, Prof. Dr. Ir. Wahyudi Sutopo, S.T., M.Si., IPU menyampaikan bahwa kegiatan Connect and Sharing bersama Alumni menjadi bagian dari upaya fakultas dalam memperkuat jejaring alumni sekaligus menghadirkan inspirasi nyata bagi Mahasiswa. Alumni FT UNS dinilai memiliki kontribusi besar di berbagai bidang, baik pemerintahan, industri, maupun masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat belajar langsung dari pengalaman alumni yang telah berhasil berkiprah di tingkat nasional maupun daerah. Kami berharap semangat pengabdian dan kepemimpinan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa FT UNS,” terang Prof. Wahyudi di sela-sela acara Connect and Sharing bersama Alumni di Ruang Seminar FT UNS, Jumat (8/5/2026).

Dalam sesi diskusi, Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo, S.T., M.Si. mengajak mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi, kemampuan beradaptasi, dan semangat Pengabdian kepada Masyarakat. Menurutnya, lulusan teknik tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kepekaan sosial dan kemampuan memimpin.

Thomas mengaku bahagia dapat kembali ke kampus FT UNS setelah hampir 30 tahun. Menurutnya, banyak perubahan dan kemajuan yang terjadi dibandingkan saat dirinya masih menempuh pendidikan.

“Saya merasa sangat bahagia dapat kembali ke tempat ini. Setelah hampir 30 tahun, saya melihat begitu banyak perubahan dan kemajuan di FT UNS. Pada masa kami dahulu, FT UNS hanya memiliki tiga jurusan, yakni Teknik Sipil, Arsitektur, dan Matematika. Kini berkembang dengan berbagai Prodi baru dan semakin maju,” ujar Thomas yang pada tahun 2026 ini menerima penghargaan sebagai alumni berprestasi UNS.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Asmat juga mengenang kerja sama pendidikan antara UNS dan pemerintah di Papua yang telah terjalin sejak lama, ketika wilayah tersebut masih bernama Irian Jaya. Setiap tahun, sekitar 5 hingga 10 mahasiswa Papua dikirim untuk menempuh pendidikan di berbagai fakultas, khususnya bidang eksakta seperti Kedokteran, Pertanian, Teknik, dan Pendidikan.

“Saya adalah salah satu mahasiswa yang mendapatkan kesempatan belajar di UNS, dan saya merasakan langsung manfaat pendidikan tersebut bagi masyarakat di Papua,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada UNS, para dosen, dan seluruh sivitas akademika yang telah memberikan kesempatan serta pendampingan selama proses pendidikan berlangsung.

Ke depan, pihaknya berharap kerja sama pendidikan dengan pemerintah di Papua Selatan dapat kembali diperkuat, termasuk membuka kelas khusus bagi putra-putri Papua seperti program yang pernah dijalankan sebelumnya. Menurutnya, program tersebut penting sebagai bagian dari upaya bersama dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia, khususnya di Papua.

Selain kerja sama pendidikan, sebelumnya UNS dan Pemerintah Provinsi Papua Selatan juga telah menandatangani nota kesepahaman pada 17 April 2026. Kerja sama tersebut mencakup bidang pendidikan, riset, hingga pengembangan teknologi.

Melalui kolaborasi tersebut, FT UNS diharapkan dapat terlibat dalam berbagai kajian strategis, seperti pembangunan kawasan pesisir, pengembangan tanggul laut, hingga teknologi pengolahan air laut menjadi air bersih untuk masyarakat.

Hal tersebut dinilai relevan karena Papua Selatan memiliki wilayah pesisir yang luas dan berbatasan langsung dengan Australia, sehingga menyimpan potensi besar untuk dikembangkan.

Selain itu, terbuka pula peluang kerja sama melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa UNS di Papua Selatan yang disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan daerah, termasuk di bidang energi, lingkungan, dan infrastruktur.

Dalam forum tersebut juga disampaikan bahwa pengembangan sumber daya manusia Papua tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi juga pembentukan karakter, pola pikir, dan kemampuan beradaptasi di lingkungan multikultural.

Karena itu, mahasiswa Papua yang menempuh pendidikan di UNS diharapkan dapat berbaur dengan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia agar memiliki pengalaman sosial serta wawasan kebangsaan yang lebih luas.

“Kami ingin mahasiswa Papua tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga tumbuh dalam lingkungan yang membangun kompetensi sosial, kemampuan beradaptasi, dan semangat kebangsaan,” katanya. HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Siapa alumni FT UNS yang hadir sebagai Bupati Asmat?

Alumni FT UNS yang hadir adalah Thomas Eppe Safanpo, S.T., M.Si., yang menjabat sebagai Bupati Asmat, Provinsi Papua Selatan. Lihat di artikel

Kapan acara Connect and Sharing bersama Bupati Asmat diadakan?

Acara Connect and Sharing bersama Bupati Asmat diadakan pada hari Jumat, 8 Mei 2026. Lihat di artikel

Apa pesan Bupati Asmat kepada mahasiswa FT UNS?

Bupati Asmat mengajak mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi, kemampuan beradaptasi, dan semangat Pengabdian kepada Masyarakat. Lihat di artikel

Bagaimana bentuk kerja sama UNS dengan Pemerintah Provinsi Papua Selatan?

Kerja sama mencakup pendidikan, riset, pengembangan teknologi, pembangunan kawasan pesisir, pengembangan tanggul laut, teknologi pengolahan air laut, dan program KKN mahasiswa. Lihat di artikel