Mahasiswa KKN UNS Kelompok 180 Gelar Sosialisasi dan Pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana di Gawan, Sragen

Mahasiswa KKN UNS Kelompok 180 Gelar Sosialisasi dan Pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana di Gawan, Sragen
Mahasiswa KKN UNS Kelompok 180 Gelar Sosialisasi dan Pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana di Gawan, Sragen

UNSMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertema “Membangun Ketangguhan dan Kesiapsiagaan Warga Desa Gawan Terhadap Potensi Bencana Banjir”. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya mahasiswa KKN untuk memperkuat kesadaran dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana, sekaligus menjadi momentum pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di Desa Gawan.

Desa Gawan, yang terletak di Kecamatan Tanon, Sragen merupakan salah satu daerah yang rentan terhadap banjir akibat aliran sungai Bengawan Solo di sekitarnya. Dengan menyadari potensi bahaya tersebut, tim KKN UNS menginisiasi kegiatan sosialisasi “Desa Tangguh Bencana” ini untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi bencana.

Acara berlangsung di Balai Desa Gawan, dengan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk perangkat desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen. Narasumber utama dalam sosialisasi ini adalah Danang, perwakilan dari BPBD, yang menyampaikan materi terkait bencana, manajemen risiko bencana, pentingnya kesiapsiagaan, dan langkah-langkah mitigasi yang dapat diambil oleh warga untuk meminimalisir dampak dari bencana banjir.

Kepala Desa Gawan, Sutrisna, S.Sos. dalam sambutannya, memberikan apresiasi yang tinggi kepada mahasiswa KKN UNS yang telah menginisiasi kegiatan ini. Ia berharap pembentukan FPRB dan kegiatan sosialisasi ini dapat meningkatkan ketangguhan desa terhadap bencana. “Saya sangat mengapresiasi inisiatif UNS dan mahasiswa KKN yang telah mengadakan kegiatan ini. Saya berharap Desa Gawan dapat menjadi desa yang lebih siap menghadapi segala kemungkinan bencana,” ujarnya.

Ketua Pelaksana Sosialisasi, Izabel Kalina, menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah awal yang menjadi gerbang pembuka keberlanjutan dari program yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN. “Saya yakin dan percaya bapak dan ibu disini meyakini bahwa Desa Gawan adalah desa yang aman dari bencana, tetapi tidak ada salahnya bagi kita bersama untuk terus belajar dan mempersiapkan diri sehingga jika sewaktu-waktu terjadi bencana Desa Gawan ini sudah tangguh dan siap siaga menghadapinya,” kata Izabel kepada uns.ac.id, Jumat (13/9/2024).

Saat penyampaian materi, Danang menekankan bahwa untuk menjadi desa yang tangguh bencana harus dimulai dari tingkat individu dan keluarga, serta diperkuat dengan kerja sama di tingkat komunitas. “Kesiapsiagaan itu bukan cuma tanggung jawab pemerintah, tapi juga seluruh warga. Nah, dengan pengetahuan dan persiapan yang baik, kita akan bisa mengurangi risiko dan dampak dari bencana banjir,” ujar Danang.

Kegiatan ini juga disertai dengan simulasi evakuasi darurat yang melibatkan seluruh peserta. Simulasi ini memberikan gambaran kepada warga tentang langkah-langkah yang harus diambil ketika banjir datang secara tiba-tiba. Antusiasme warga terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam mengikuti simulasi dan bertanya tentang hal-hal teknis terkait kesiapsiagaan bencana.

Salah satu pencapaian penting dalam kegiatan ini adalah pembentukan FPRB Desa Gawan. Forum ini dibentuk sebagai wadah koordinasi antara warga, pemerintah desa, dan pihak-pihak terkait dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan mitigasi bencana secara berkelanjutan. Forum ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari sosialisasi ini dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat.

Dalam pembentukan FPRB ini, warga Desa Gawan bersepakat untuk menunjuk sejumlah perwakilan dari berbagai RT sebagai pengurus forum. Forum ini akan bekerja sama dengan BPBD dan pihak-pihak terkait dalam mengimplementasikan rencana mitigasi bencana di desa, seperti penataan drainase, pemetaan wilayah rawan banjir, serta pelaksanaan simulasi secara rutin.

Selain itu, Ketua pembentukan FPRB, Beatrix Datu juga mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini tidak berhenti pada pembentukan forum semata, tetapi menjadi awal dari berbagai langkah konkret yang dapat diambil oleh masyarakat dalam menghadapi bencana. “Kami akan terus mendampingi FPRB Desa Gawan, dan semoga program kerja kami ini bisa memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi desa,” tambahnya.

Acara ini diakhiri dengan pembacaan komitmen bersama oleh seluruh warga dan anggota FPRB untuk secara aktif berpartisipasi dalam upaya mitigasi bencana. Warga juga mendapatkan brosur dan panduan mitigasi bencana yang dapat digunakan sebagai referensi dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Desa Gawan tidak hanya menjadi desa yang tangguh dalam menghadapi bencana, tetapi juga menjadi pelopor dalam pengurangan risiko bencana di wilayah Kecamatan Tanon dan sekitarnya.

HUMAS UNS

Redaktur: Dwi Hastuti