UNS – Dua mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) turut berjuang dalam ajang olahraga terbesar bagi atlet disabilitas, Paralimpiade Paris 2024. Mereka adalah Karisma Evi Tiarani dari Program Studi (Prodi) S-1 Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UNS dan Ni Made Arianti Putri dari Prodi S-1 Pendidikan Luar Biasa (PLB) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS. Kedua atlet ini menunjukkan performa terbaik mereka dalam cabang olahraga Para Atletik dan membawa kebanggaan bagi Indonesia di kancah internasional.
Karisma Evi Tiarani berhasil meraih medali perak dalam nomor Women’s 100m T63 yang berlangsung di Stade de France. Dengan catatan waktu 14,26 detik, Karisma tidak hanya finis di posisi kedua tetapi juga berhasil memecahkan rekor dunia kategori T42. Prestasi ini semakin mengukuhkan namanya sebagai salah satu sprinter terbaik Indonesia di ajang Paralimpiade.
Sementara itu, Ni Made Arianti Putri juga menunjukkan dedikasi dan semangat juangnya dalam nomor Para Athletics-Women’s 100m T12. Meskipun belum berhasil meraih medali, partisipasinya di Paralimpiade Paris 2024 menjadi bukti kerja keras dan ketekunan dalam mengharumkan nama Indonesia.
Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., mengapresiasi capaian kedua mahasiswa tersebut. Dalam berbagai hal, UNS terus mendukung pengembangan bakat mahasiswa dalam bidang akademik maupun non-akademik.
“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih Karisma Evi Tiarani dan perjuangan luar biasa Ni Made Arianti Putri di Paralimpiade Paris 2024. Mereka adalah inspirasi bagi kita semua bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih prestasi tertinggi,” ujar Prof. Hartono.
Keberhasilan atlet Paralimpiade Indonesia juga mendapat apresiasi langsung dari Presiden Republik Indonesia Periode 2019-2024, Joko Widodo. Dalam acara penghargaan yang berlangsung di halaman depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (11/9/2024), Presiden menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh atlet yang telah berlaga di Paralimpiade Paris 2024.
“Saya sangat gembira dan bangga karena dalam ajang tersebut Kontingen Merah Putih berhasil mencetak sejarah baru, seperti tadi disampaikan oleh Bapak Menpora, berhasil membawa 14 medali, satu medali emas, delapan medali perak, dan lima medali perunggu,” ungkap Presiden Jokowi dalam sambutannya.
Presiden menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan identifikasi bakat sejak dini, pelatihan berkelanjutan, serta kerja keras dari para pelatih, tim pendukung, dan berbagai pihak lainnya. “Saya harap agar raihan prestasi tersebut dapat membangkitkan semangat dan optimisme para atlet paralimpiade dan memotivasi para atlet paralympic agar semakin tekun untuk berlatih,” tambahnya.
Keikutsertaan mahasiswa UNS dalam ajang Paralimpiade ini menunjukkan komitmen universitas dalam mendukung pengembangan atlet difabel dan menciptakan lingkungan yang inklusif bagi semua. Prestasi Karisma Evi Tiarani dan perjuangan Ni Made Arianti Putri menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berusaha dan mengukir prestasi di tingkat dunia.
Humas UNS


















