UNS – Mahasiswa Program Studi (Prodi) D-3 Akuntansi Sekolah Vokasi (SV) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Rifi Okta, bawakan naskah “Balada Sumarah” pada ajang Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Jawa Tengah. Rifi berpartisipasi pada tangkai lomba monolog sebagai delegasi dari UNS. Prestasi berhasil diraihnya pada kompetisi yang diikuti oleh perguruan tinggi se-Jawa Tengah ini. Rifi keluar sebagai Juara Harapan 1 Peksimida 2024.
Peksimida merupakan kompetisi di bidang seni bagi mahasiswa tingkat daerah yang diselenggarakan oleh Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI). Tahun ini, Peksimida Jawa Tengah tangkai lomba monolog dilaksanakan di Universitas Tidar (Untidar), Magelang. Rangkaian pelaksanaan Peksimida Jawa Tengah 2024 berlangsung selama 3 hari.
Rifi Okta sebagai delegasi dari UNS membawakan naskah yang berjudul “Balada Sumarah”. Naskah monolog ini menceritakan perempuan biasa bernama Sumarah yang memiliki nasib serba sial dan menyedihkan. Selama hidupnya harus menanggung dosa bapaknya, yang dituduh sebagai antek partai berideologi komunisme. Sumarah selalu berjuang untuk mengubah nasibnya dan membuktikan bahwa bapaknya tidak seperti yang orang kira. Sayangnya, semua itu kandas.


Naskah “Balada Sumarah” karya Tentrem Lestari ini adalah naskah populer dan pernah menjadi nominator naskah terbaik nasional Tahun 2005. Naskah ini seringkali menjadi naskah pilihan di ajang perlombaan monolog dan telah beberapa kali dipentaskan di panggung-panggung nasional maupun internasional.
“Saya merasa ini adalah sebuah kehormatan karena telah mementaskan naskah yang sangat keren ini,” ujar Rifi kepada uns.ac.id, Kamis (12/9/2024).
Banyak proses yang dilalui Rifi hingga mencapai titik ini. Perjuangannya dimulai sejak Pekan Seni Mahasiswa UNS (Peksiminus) yang dilaksanakan pada bulan Mei 2024 lalu. Proses latihan yang memakan waktu berbulan-bulan tentunya membuahkan hasil yang manis. Pada Peksiminus 2024, Rifi Okta meraih Juara 1 serta ditunjuk mewakili UNS dalam Peksimida Jateng 2024.
Rifi Okta mendapat banyak dukungan oleh rekan-rekan, khususnya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Gadhang Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS. Selama hampir 2 bulan ia berproses untuk memberikan suguhan terbaik. Selama 1,5 bulan mereka berlatih, menyiapkan konsep yang baru dan memberikan tampilan yang terbaik untuk Peksimida.
“Alhamdulillah semua terwujud, konsep yang kita tampilkan mampu menarik perhatian juri dan penonton, segala teknis dalam penampilan pun semuanya lancar,” ungkapnya.
Ia berterima kasih kepada semua tim yang terlibat mulai dari sutradara, asisten sutradara (Astrada), manajer panggung, tim setting & musik, serta rekan-rekan Teater Gadhang. Walaupun Rifi belum bisa melangkah lebih jauh ke Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) 2024, ini menjadi pengalaman yang amat luar biasa baginya. Harapannya hal ini bisa menjadi bahan evaluasi untuk tangkai lomba monolog yang akan dilaksanakan 2026 mendatang.
“Saya berharap 2026 Teater Gadhang bisa diberikan kesempatan lagi untuk mengikuti Peksimida dan lanjut ke Peksiminas membawa nama UNS berkibar di kancah nasional,” harap Rifi.
Humas UNS
Reporter: R. P. Adji
Redaktur: Dwi Hastuti
















