Tim Mahasiswa FT UNS Raih Juara di ATU-NET Sustainability Challenge 2024 dengan Inovasi Inklusif untuk Disabilitas

Tim Mahasiswa FT UNS Raih Juara di ATU-NET Sustainability Challenge 2024 dengan Inovasi Inklusif untuk Disabilitas

UNS – Tiga mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil mengharumkan nama universitas dalam ajang kompetisi Internasional, Asia Technology University Network (ATU-NET) Sustainability Challenge 2024. Kompetisi tersebut diselenggarakan di Telkom University, Bandung pada tanggal 11 hingga 15 November 2024.

Dalam kompetisi yang menantang, mahasiswa dari berbagai negara ini menghadirkan solusi berkelanjutan. Tim FT UNS berhasil meraih penghargaan berkat inovasi mereka, SLINGO—sebuah alat bantu komunikasi yang dirancang untuk memudahkan penyandang hambatan bicara dan pendengaran berkomunikasi. Mengangkat judul ‘SLINGO: Adaptive ANN-module Sign Language Translation Glove with Mobile App Integration Output and Eco-Friendly Conductive Carbon materials,’ tim multi disiplin ilmu ini menduduki peringkat ketiga.

ATU-NET Sustainability Challenge 2024 sendiri merupakan ajang bergengsi di mana mahasiswa diundang untuk merancang solusi yang berkelanjutan di berbagai bidang. Tim yang terdiri dari Fachrizal Ihsan Anugerah Akbar dari Program Studi (Prodi) Teknik Elektro, Maxvallecia Frikandy dari Prodi Teknik Sipil, dan Werna Ramadhan dari Prodi Teknik Kimia, berhasil lolos hingga babak final setelah melalui beberapa tahapan seleksi. SLINGO, inovasi yang mereka usung, adalah alat penerjemah bahasa isyarat yang menjadi solusi inklusif bagi penyandang disabilitas.

Kepada uns.ac.id, Fachrizal selaku Chief Technology Officer (CTO) menjelaskan untuk kompetisi ini dirinya memimpin divisi Research and Development, pengembangan situs web, serta layanan dan pemeliharaan produk. Sedangkan material inovatif tersebut dirancang oleh Werna, selaku Chief Manufacturing Officer (CMO), yang juga bertanggung jawab sebagai Quality Assurance. Untuk analisis bisnis dan pasar, Maxvallecia, selaku Chief Executive Officer (CEO), bertugas melakukan analisis Key Performance Indicators (KPI) dan validasi pasar. Keberlanjutan bisnis SLINGO di masa depan dirancang melalui pendekatan Business Model Canvas (BMC) serta berbagai analisis keuangan yang mendalam.

SLINGO dirancang lengkap dengan situs web yang tidak hanya memberikan informasi terkait produk tetapi juga menghadirkan fitur kamus bahasa isyarat. Selain memfasilitasi komunikasi, produk ini mendukung keberlanjutan dengan menggunakan material ramah lingkungan yang biodegradable.

Inovasi tersebut tidak hanya menarik perhatian para dewan juri, tetapi juga memberikan solusi nyata dibidang inklusi sosial bagi penyandang disabilitas dan memperhatikan produksi yang ramah lingkungan dengan mengolah limbah tebu dan cangkang kelapa sawit sebagai bahan baku utamanya.

“Kami sangat bangga atas pencapaian ini, terutama karena bersaing dengan tim-tim hebat dari berbagai universitas. Dapat menampilkan karya kami di panggung internasional merupakan kesempatan berharga,” ujar Werna, perwakilan tim UNS.

Fachrizal Ihsan yang bertanggung jawab sebagai technical menjelaskan bahwa alat ini menggunakan teknologi mutakhir untuk menerjemahkan bahasa isyarat menjadi teks atau suara, memungkinkan komunikasi yang lebih mudah dan inklusif di berbagai lingkungan.

Maxvallecia berharap prestasi yang diraih ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya di FT UNS. “Kami berharap dimasa mendatang semakin banyak tim dari UNS yang mampu menorehkan prestasi dan membawa inovasi berkelanjutan ke level global,” ujarnya.

Inovasi SLINGO oleh Tim FT UNS menjadi simbol penting dari kolaborasi dan ketekunan dalam menghadirkan solusi inklusif untuk keberlanjutan. Dengan pencapaian ini, UNS sekali lagi membuktikan komitmennya dalam menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Inovasi yang dikembangkan tim dalam kompetisi ATU-NET Sustainability Challenge 2024 tersebut mendukung SDGs nomor 3 dalam menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang. Selain itu SDGs lain yang turut tercapai adalah SDGs ke 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Adanya temuan ini juga memungkinkan SDGs ke 10 Berkurangnya Kesenjangan dapat diraih, sebab menyamaratakan fasilitas penyandang disabilitas dengan individu tipikal.
HUMAS UNS